Dubes Ukraina: Cukup Alasan untuk Mengkhawatirkan Serangan Rusia

Federasi Rusia telah menarik pasukan dari perbatasan negara itu dengan Republik Ukraina dan menghentikan latihan perang. Rusia juga mengatakan, pihaknya tidak punya rencana menyerang Ukraina, sebaliknya cerita mengenai rencana serangan ke Ukraina itu adalah tuduhan NATO untuk merusak reputasi dan kepercayaan dunia pada Rusia.

Pemerintahan Vladimir Putin di Moskow bisa berkata apa saja mengenai serangan yang “batal” dilakukan itu. Namun yang jelas, sejarah mencatat bahwa Rusia telah beberapa kali menginvasi negara tetangga.

Tahun 2014 Rusia menginvasi Krimea dan Sevastopol, dan sampai sekarang masih menguasai teritori Krimea itu.

Sebelumnya, di tahun 2008, Rusia lebih dahulu menginvasi Georgia dan menduduki Ossetia dan Abkhazia. Sebelumnya lagi, pada kurun 1992 sampai 1993, tak lama setelah Uni Soviet bubar, Rusia menginvasi Moldova dan menduduki Bessarabia dan Bukovina yang merupakan teritori Moldova.

Demikian antara lain diuraikan Duta Besar Ukraina Vasyl Hamianin ketika berbicara dengan CEO RMOL Network Teguh Santosa di kantornya di Gran Rubina Business Park, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis sore (17/2).

“Jangan lupakan (invasi Rusia di) Georgia dan Moldova. Pada 2008, mereka (Rusia) melakukan hal yang sama pada Georgia. Pada 1992-1993, hal serupa juga terjadi pada Moldova, dan hingga kini ada bagian dari Moldova yang tidak berada di bawah kontrol pemerintah Moldova,” jelasnya.

“Cukup alasan untuk mengkhawatirkan serangan Rusia,” tandasnya.

Dubes Hamianin juga mengingatkan operasi militer Rusia untuk menindas  pejuang Chechnya yang ingin memerdekakan diri.

Menjawab pertanyaan apa yang akan dilakukan Ukraina untuk mengembalikan wilayah mereka yang diduduki Rusia, Dubes Hamianin mengatakan, pemerintah Ukraina tidak akan memilih jalan perang. Penambahan kapasitas militer Ukraina belakangan ini adalah respon atas kehadiran pasukan Rusia di perbatasan.

Secara umum ada dua langkah strategis yang dilakukan Ukraina untuk mendapatkan kembali Krimea dan Sevastopol. Pertama, meningkatkan diplomasi, termasuk mencari dukungan dari banyak negara di dunia. Serta kedua, membangun Ukraina sebaik mungkin, sehingga rakyat di wilayah Ukraina yang sekarang diduduki Rusia akan meminta untuk kembali ke Ukraina.

“Ini yang akan kami lakukan. Kalau kami bertempur, akan banyak orang yang mati,” ujar Dubes Hamianin lagi.

Dia juga mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih pada dukungan NATO, negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada serta seluruh sahabat Ukraina yang telah memberikan dukungan. []

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s