Opera Mongolia Menghentak Jakarta

MONGOLIA menghentak Jakarta. Sabtu malam (16/11), di Studio 1, Cinema XXI, Epicentrum Walk, Karet Kuningan, Jakarta Selatan.

Empat penyanyi opera dari negeri Jenghis Khan yang menghentak Jakarta itu adalah Enkhobold Ankhbayar, Davaasuren Otgonjargal, Delgersuuri Duinhor, dan Namnansuren Naranbaatar.

Keempatnya merupakan penyanyi nasional yang memiliki reputasi dunia. Salah seorang di antaranya, Enkhobold Ankhbayar, juga merupakan Utusan Kebudayaan Mongolia.

Pada bagian pertama, lagu yang mereka nyanyikan dengan suara baritone dan tenor juga mezzo-soprano dan soprano adalah karya-karya klasik, seperti Oh My Dear Papa karya maestro Giacomo Puccini, Toreador Song karya komposer George Bizet, juga La Donna E Mobile karya komposer Giuseppe Verdi yang diciptakan untuk Opera Rigoletto tahun 1851.

Selain itu juga ada lagu I’m Mongolian dan Mongolian Steppe, serta Phantom of the Opera.

Pada bagian kedua, keempat penyanyi aria ini membawakan lagu-lagu yang lebih “muda” seperti What a Wonderful World yang diciptakan Bob Thiele dan dinyanyikan pertama kali oleh Louis Armstrong, Beyond the Sea yang musiknya diciptakan Charles Trenet untuk film La Mer dan liriknya ditulis Jack Lawrence, serta karya Elvis Presley, It’s Now or Never.

Penampilan Enkhobold Ankhbayar dkk sungguh menghibur penonton. Tepuk tangan panjang diberikan setiap kali mereka menyelesaikan satu nomor.

Dalam sambutan di pembukaan opera, Konsul Kehormatan Mongolia Tjandra Mindharta Gozali mengatakan, hubungan Indonesia dan Mongolia yang dijalin pertama kali pada 1956, khususnya di bidang politik dan ekonomi, tumbuh dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Pemerintah kedua negara baru-baru ini mengeksplorasi kemungkinan kerjasama yang spesifik dalam berbagai bidang, seperti energi, pendidikan, perdagangan, sosial, dan pendidikan,” ujarnya.

“Ada semangat kebersamaan yang kuat antara kedua negara kita,” sambungnya sambil mengatakan keyakinannya bahwa pertunjukan Opera Mongolia itu juga akan memberikan manfaat dalam upaya mengintensifkan kerjasama kebudayaan dan pariwisata.

Sementara Wakil Menteri Luar Negeri Mongolia Battsetseg Batmunkh yang hadir dalam pementasan mengatakan, saling pengertian, persahabatan dan kedekatan masyarakat dua negara memainkan peranan penting dalam peningkatan kualitas hubungan bilateral.

“Sangat penting untuk mempromosikan hubungan people to people (dengan pertukaran kebudayaan),” ujarnya.

Dia menambahkan, Mongolia memandang Indonesia sebagai salah satu partner penting di kawasan, dan Mongolia siap menjalin hubungan dalam aspek yang luas.

Dia juga menegaskan, kedua negara memiliki nilai yang sama, yakni mendukung penguatan demokrasi di kawasan, prinsip rule of law, good governance, dan perdagangan yang saling menguntungkan.

“Kebudayaan tradisional adalah esensial untuk menjamin kebebasan dan kemerdekaan di dunia modern dan membuat negara-negara semakin dekat serta menciptakan perdamaian dan harmoni,” sambung Wamenlu Battsetseg Batmunkh yang mengenakan baju bermotif khas Mongolia berwarna hijau muda.

Mengenai penampilan para penyanyi Opera Mongolia, Wamenlu Battsetseg Batmunkh mengatakan, kemampuan keempat penyanyi memperlihatkan betapa bernyanyi memang merupakan bagian esensial dari kehidupan masyarakat nomaden di padang rumput.

“Ini diwariskan di dalam darah kami dari satu generasi ke generasi berikutnya,” demikian Wamenlu Battsetseg Batmunkh. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s