Donald Trump: Kami Saling Suka Sejak Hari Pertama

Selain bersejarah, pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea Kim Jong Un di perbatasan kedua Korea siang tadi (Minggu, 30/6) juga terbilang dramatik.

Undangan pertemuan disampaikan Trump mendadak, lewat akun Twitter, saat dirinya sedang berada di Osaka, Jepang, untuk mengikuti KTT G20, hari Sabtu pagi kemarin (29/6).

Sabtu sore Trump tiba di Seoul. Sampai malam hari sama sekali belum ada informasi yang akurat mengenai jawaban Kim Jong Un atas undangan dadakan itu.

Banyak yang mengira, Kim Jong Un tidak akan meladeni permintaan yang disampaikan tanpa memperhatikan aturan-aturan protokoler kenegaraan yang biasa itu.

Juga banyak yang menduga Trump pun tidak sungguh-sungguh menyampaikan undangannya.

Sabtu malam beredar kabar bahwa Wakil Menlu Korea Utara, Choi Sun Hee bertemu dengan utusan khusus AS untuk denuklirisasi, Stephen Vegan, di kawasan demiliterisasi.

Tidak diterima informasi yang meyakinakan bahwa Kim Jong Un akan datang.

Kawasan demiliterisasi atau Demilitarized Zona hanya sekitar satu jam perjalanan dari pusat Seoul, dan sekitar tiga jam perjalanan dari Pyongyang.

Hari Minggu (30/6), menjelang tengah hari kabar kehadiran Kim Jong Un di Joint Security Area (JSA) menguat, dan akhirnya ia benar-benar datang menjelang pukul 16.00 WIB.

Adegan pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump juga tidak kalah dramatik dibandingkan dengan pertemuan pertama Presiden Republik Korea Selatan Moon Jae-in dengan Kim Jong Un akhir April 2018.

Donald Trump berjalan kaki ke tapal batas kedua negara. Sementara dari seberang sana, Kim Jong Un menghampiri.

Setelah keduanya berhadap-hadapan dan hanya dipisahkan tapal batas setinggi beberapa centimeter itu, Kim Jong Un mempersilakan Donald Trump untuk melintasi tapal batas, memasuki wilayah Korea Utara. Keduanya berjalan kaki ke arah bangunan milik Korea Utara yang dikenal dengan nama Panmungak.

Setelah bersalaman dan mengabadikan pertemuan mereka di tempat itu, keduanya kembali ke arah tapal batas, dan selanjutnya sama-sama melintasi tapal batas memasuki wilayah Korea Selatan.

Di depan House of Freedom keduanya melayani pertanyaan wartawan yang mengikuti pertemuan ini dari jarak yang sangat dekat.

“Presiden Trump baru saja melangkahkan kakinya melintas garis demarkasi. Itu membuat dirinya menjadi Presiden Amerika Serikat pertama yang mengunjungi negeri kami,” ujar Kim Jong Un.

Kim juga mengatakan bahwa dari ekspresi Donald Trump, dirinya menilai Trump memiliki keinginan untuk menghilangkan sejarah buruk kedua negara dan membuka masa depan yang baru.

Sementara Trump mengatakan, dirinya merasa terhormat atas kesediaan Kim Jong Un memenuhi undangan mendadak yang disampaikannya.

“Saya tidak begitu mengharapkan (pertemuan ini). Dari Jepang untuk KTT G20 saya katakan: hei saya di sini, saya mau bertemu Ketua Kim,” ujar Trump.

Dia juga mengatakan, kini semakin banyak kemajuan yang telah dicapai kedua negara. Hubungan kedua negara juga semakin bersahabat.

“Kami saling menyukai sejak hari pertama. Itu sangat penting,” kata Trump lagi merujuk pada pertemuan pertama mereka di Singapura pada akhir April 2018.

Setelah melayani pertanyaan wartawan, keduanya melangkah masuk ke House of Peace.

Presiden Korea Selatan Moon Jaein menyambut Trump dan Kim di pintu masuk.

Pertemuan ketiga kepala negara itu berlangsung selama sekitar 30 menit.

Setelah pertemuan selesai, wartawan yang ikut dalam rombongan Trump dipersilakan memasuki ruang pertemuan untuk mendengarkan pernyataan Trump dan Kim.

Dalam jumpa pers yang digelar di salah satu ruangan di House of Peace itu Kim Jong Un dan Donald Trump duduk bersebelahan. Di belakang mereka disusun dengan rapi bendera kedua negara.

Moon Jaein tidak terlihat dalam jumpa pers ini.

Di antara rombongan Trump terlihat putrinya, Ivanka Trump, yang juga merupakan penasihat Trump, dan suaminya, Jared Kushner. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo juga terlihat hadir di sana.

Pertemuan ketiga Trump dan Kim ini kembali membuka harapan perdamaian di Semenanjung Korea setelah kegagalan pertemuan kedua mereka di Hanoi, Vietnam, bulan Februari lalu.

“Pertemuan yang dramatik ini memberikan keyakinan kepada kita bahwa kedua pemimpin serius dan memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk mengakhiri ketegangan di Semenanjung Korea,” ujar Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Teguh Santosa.

Teguh mengaku awalnya tidak yakin Kim Jong Un bersedia bertemu karena undangan disampaikan Trump secara informal dan mendadak.

“Kesediaan Kim Jong Un menemui Trump di perbatasan menjadi penanda bahwa Korea Utara sungguh-sungguh ingin memasuki era baru, mengubah permusuhan menjadi persahabatan,” demikian Teguh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s