Dahlan Iskan, tentang Ajaran Bung Karno.


Jumat pagi Pak Dahlan Iskan kirim pesan ke hape saya, bertanya: apakah bisa ketemu siang nanti.

Saya jelaskan, jam 14.00 saya sudah akan hadir ke peringatan kematian Kim Jong Il di Universitas Bung Karno (UBK). Kalau Pak Dahlan berkenan, kami bisa bertemu di sana.

Pak Dahlan segera menjawab pesan saya. “Mauuu,” tulisnya penuh semangat.

Maka begitulah, kami bertemu di Perpustakaan UBK di Jalan Kimia. Sambil menunggu kehadiran Konselor Republik Rakyat Demokratik Korea, So Kwang Yun, ia mendengarkan penjelasan dari Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ajaran Bung Karno, Ristiyanto, tentang mata kuliah Ajaran Bung Karno (ABK) yang merupakan kurikulum lokal di UBK.

“Pulpen, mana pulpen. Sama kertas, kecil aja. Aku mau mencatat,” kata Pak Dahlan.

Dia tekun mendengarkan penjelasan Mas Ris, sambil sesekali memotong penjelasan Mas Ris.

Terkadang tawa pecah di ruangan itu.

Pak Dahlan terlihat puas.

Setelah peringatan haul Kim Jong Il selesai, ia pinjam dua diktat ABK untuk dibawa pulang.

“Saya mau pelajari dulu. Nanti saya kembalikan lewat Anda,” katanya pada saya.

Di depan pintu perpustakaan, sebelum benar-benar keluar dari ruang perpustakaan, Pak Dahlan bertanya ke Mas Ris.

“Disini ada gak yang lebih pintar dari Anda?”

Pertanyaan yang disambut tawa lepas Mas Ris.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s