Pengakuan Agus Marto di KPK Menyulut Spekulasi SBY

Screen Shot 2013-02-20 at 10.39.53 PM

INILAH.COM, Jakarta – Pengakuan Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengenai persetujuan yang diberikannya terhadap anggaran pembangunan pusat olahraga nasional di Hambalang membuka spekulasi baru mengenai keterlibatan Presiden SBY.

“Agus dikenal taat asas dan formalitas. Bahkan waktu dia masih di Mandiri ada menteri yang mengeluh karena beberapa kali keinginannya tidak dipenuhi Agus,” kata Dosen Politik FISIP UIN Jakarta, Teguh Santosa, Rabu (20/12/13) di Jakarta.

Ketika diperiksa KPK kemarin sebagai saksi dalam kasus ini, Agus mengakui dirinya meloloskan permohonan anggaran itu meskipun layak dinilai cacat formalitas.

Rencana Kerja Anggaran (RKA) untuk diikutkan dalam APBN-P 2010 yang diajukan kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga itu telah melewati batas waktu. Selain itu, RKA tersebut tidak ditandatangani Menpora Andi Mallarangeng, melainkan ditandatangani Sekretaris Menpora Wafid Muharram. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang seharusnya ikut membubuhkan tanda tangan pada kenyataannya juga tidak ikut menandatangani. Dia diwakili Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian PU.

“Manajemen keuangan warteg saja pasti taat pada aturan formal. Tidak boleh ada rencana dan penggunaan anggaran yang tidak jelas. Apalagi ini soal keuangan negara. Berbagai aturan termasuk yang dianggap formalitas sebenarnya untuk mencegah atau setidaknya memperkecil kemungkinan uang negara dikorupsi,” ujar.

Teguh melanjutkan dari sudut pandang ini Agus Marto terlihat telah bertindak ceroboh. Tapi dari sudut pandang yang lain, sulit mempercayai Agus yang punya track record bagus selama ini bisa ceroboh seperti itu. Apalagi dari LKA itu diketahui ada pelonjakan nilai hingga Rp 2,5 triliun. Jadi, apabila publik bertanya mengapa Agus menyetuji RKA yang cacat formalitas itu. “Kekuatan besar apa yang membuat nyali Agus rontok?” tanya Teguh lagi

Sebelumnya, Rizal Mallarangeng, juru bicara tersangka Kasus Hambalang Andi Mallarangeng, mengungkapkan sejumlah temuan hasil penelusurannya terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang yang telah menjerat Andi sebagai tersangka. Menurut Rizal, ada kekuatan besar yang bermain dalam kasus ini.

“Ada kekuatan besar itu pasti, tetapi masa bisa sih dua menteri nggak teken (pengajuan kontrak tahun jamak), tetapi langsung disetujui Menkeu. Tidak mungkin Pak Wafid (Sesmenpora) yang atur semuanya,” ujar Rizal

Rizal juga menyoroti proses penerbitan surat hak tanah untuk Hambalang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ia menilai, ada keanehan karena tanah itu sudah bertahun-tahun menjadi tanah sengketa, tetapi kemudian bisa dipakai Kemenpora.

Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat meminta pengusutankekuatan besar di balik kasus Hambalang yang menyeret mantan Menpora Andi Mallarangeng. Sebab, pengucuran dana yang sebelumnya dianggarkan Rp125 miliar menjadi Rp2,5 triliun itu cukup cepat.

“Kekuatan besar itu yang bisa membuat menteri keuangan sampai menyetujui anggaran Rp125

miliar jadi Rp2,5 triliun. Padahal dia (menkeu) itu tegas dan bersih,” tandas Martin.

Untuk itu, dia meminta KPK menyelidiki temuan keluarga Mallarangeng yang menyatakan adanya dugaan keterlibatan menkeu. Menurutnya, temuan keluarga Mallarangeng dapat menjadi petunjuk KPK untuk mengungkap kasus tersebut.

Menurut Teguh logika kekuasaan membuat publik menyimpulkan bahwa kekuatan yang lebih besar daripada Agus adalah Presiden SBY yang merupakan atasan langsung Agus di Kabinet.

“Apakah Presiden SBY sudah dilapori terlebih dahulu soal cacat formalitas RKA itu sebelum disetujui Agus? Ini pertanyaan yang juga penting untuk diajukan. Kalau KPK memeriksa Presiden SBY dan mengajukan pertanyaan ini, maka jawaban SBY dapat dipastikan membuka pandora kasus Hambalang,” tandas Teguh. [tjs]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s