Pemeriksaan Presiden SBY akan Buka Kotak Pandora Hambalang

Screen Shot 2013-02-20 at 10.39.30 PM

PESATNEWS – Pengakuan Menteri Keuangan (Menkeu), Agus Martowardojo mengenai persetujuan yang diberikannya terhadap anggaran pembangunan pusat olahraga nasional di Hambalang, membuka spekulasi baru mengenai keterlibatan Presiden SBY.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa mengatakan, ketika diperiksa KPK kemarin sebagai saksi dalam kasus ini, Agus mengakui dirinya meloloskan permohonan anggaran itu meskipun layak dinilai cacat formalitas.

Dia menjelaskan, Rencana Kerja Anggaran (RKA) untuk diikutkan dalam APBN-P 2010 yang diajukan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) telah melewati batas waktu. Selain itu, RKA tersebut tidak ditandatangani Menpora Andi Mallarangeng, melainkan ditandatangani Sekretaris Menpora Wafid Muharram.

“Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang seharusnya ikut membubuhkan tanda tangan pada kenyataannya juga tidak ikut menandatangani. Dia diwakili Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian PU,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima pesatnews.com di Jakarta, Rabu (20/2).

Menurutnya, manajemen keuangan warteg saja pasti taat pada aturan formal. Tidak boleh ada rencana dan penggunaan anggaran yang tidak jelas. Apalagi ini soal keuangan negara. Berbagai aturan termasuk yang dianggap formalitas sebenarnya untuk mencegah atau setidaknya memperkecil kemungkinan uang negara dikorupsi.

Dari sudut pandang ini, lanjut dia, Agus terlihat telah bertindak ceroboh. Tapi dari sudut pandang yang lain, sulit mempercayai Agus yang punya track record bagus selama ini bisa ceroboh seperti itu. Apalagi dari LKA itu diketahui ada pelonjakan nilai hingga Rp 2,5 triliun.
“Agus dikenal taat asas dan formalitas. Bahkan waktu dia masih di Mandiri ada menteri yang mengeluh karena beberapa kali keinginannya tidak dipenuhi Agus,” ujarnya lagi.

Agus mempertanyakan, apabila publik bertanya mengapa Agus menyetuji RKA yang cacat formalitas itu, kekuatan besar apa yang membuat nyali Agus rontok ?. Logikanya, tambah dia, kekuasaan membuat publik menyimpulkan bahwa kekuatan yang lebih besar daripada Agus adalah Presiden SBY yang merupakan atasan langsung Agus di Kabinet.

“Apakah Presiden SBY sudah dilapori terlebih dahulu soal cacat formalitas RKA itu sebelum disetujui Agus? Ini pertanyaan yang juga penting untuk diajukan. Kalau KPK memeriksa Presiden SBY dan mengajukan pertanyaan ini, maka jawaban SBY dapat dipastikan membuka pandora kasus Hambalang,” tandasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s