Testimoni Antasari Ibarat Jembatan Emas Menuju Megaskandal Bank Century

Testimoni terbaru yang disampaikan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat diibaratkan sebagai jembatan emas. Bila jembatan emas ini ditelusuri lebih lanjut, maka motif utama di balik megaskandal danatalangan untuk Bank Century senilai Rp 6,7 triliun dapat dibongkar tuntas.

Demikian penilaian DR. Rizal Ramli, Menteri Keuangan di Kabinet Persatuan Nasional yang dipimpin Abdurrahman Wahid (1999-2001), dalam perbincangan via telepon dengan redaksi (Rabu siang, 22/8).

Bagi Rizal Ramli, apa yang disampaikan Antasari tersebut bukan barang baru. Dirinya juga pernah mendengarkan hal itu saat berbicara empat mata di dalam sel Antasari tahun lalu.

Pertemuan yang dipimpin Presiden SBY pada tanggal 9 Oktober 2008 itu memang tidak membicarakan soal bailout Bank Century. Melainkan, membicarakan krisis ekonomi global yang bukan tidak mungkin akan menerpa Indonesia.

Dalam rapat yang diceritakan Antasari itu, Presiden SBY mengajak pejabat tinggi negara yang diundangnya untuk memikirkan terobosan yang paling mungkin dilakukan.

Kelihatannya Presiden SBY menyadari bahwa langkah terobosan apapun bisa jadi melanggar peraturan perundangan. Itu sebabnya, pemangku hukum, seperti Ketua KPK, Kapolri dan Jaksa Agung, ikut diundang dalam rapat tersebut sehingga mereka bisa memberikan jalan keluar.

“Nah, seingat saya dari cerita Pak Antasari ketika itu, di dalam rapat (yang dipimpin SBY) beliau mengatakan bahwa kalau memang untuk kepentingan yang lebih besar, dalam hal ini kepentingan negara, tindakan yang melanggar hukum dapat dibenarkan,” ujar Rizal Ramli mengenang isi pembicaraannya dengan Antasari.

Menurut anggota Panel Ahli PBB itu, yang juga tidak kalah penting dari testimoni Antasari adalah episode berikutnya, yakni ketika Gubernur BI Boediono mendatangi Antasari di gedung KPK.

Dalam pertemuan itu, Boediono menyampaikan rencana ‘menyuntik’ Bank Indover milik BI di Belanda dengan dana segar.

Antasari mengingatkan Boediono bahwa Bank Indover adalah bank bermasalah yang bagaikan ember bocor. Sehingga menyuntikkan dana segar ke bank itu sama dengan menuangkan air ke dalam ember bocor yang sudah pasti akan sia-sia.

Dengan demikian, KPK pasti akan bertindak apabila Bank Indonesia ‘menyuntikkan’ dana segar untuk Bank Indover.

Nah, seingat Rizal Ramli lagi di bulan Oktober 2008 itu pembicaraan mengenai keinginan pemerintah mem-bailout Bank Indover jadi salah satu trending news. Rizal Ramli termasuk dalam kelompok yang menolak keinginan itu.

Karena berbagai protes itulah, rencana pemerintah ‘menyuntikkan’ dana segar ke bank Indover tidak pernah terjadi.

“Saat bank itu ambruk akhir Oktober 2008, nyatanya tidak ada krisis keuangan dan ekonomi yang merembet ke Indonesia,” ujar Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) ini.

“Masyarakat harus mencermati dengan sebaik mungkin episode-episode yang disampaikan Pak Antasari. Inilah jembatan emas yang kalau kita teliti dengan sabar bisa membawa kita semua ke motif di balik megaskandal Bank Century,” demikian Rizal Ramli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s