DR. Rizal Ramli: SBY Sulit Bertahan Hingga 2014

Isi kawat diplomatik Kedubes Amerika Serikat yang dibocorkan WikiLeaks dan menjadi pemberitaan di media Australia bukan hal yang mengejutkan. Kawat diplomatik itu antara lain membicarakan kasus korupsi yang melibatkan Presiden SBY dan keluarga.

“Politik di Indonesia memang sudah terkenal sangat jorok,” ujar ekonom senior DR. Rizal Ramli kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Rabu, 30/3).

Menurut Rizal Ramli, SBY dan para penasihat utamanya sudah berusaha untuk menutupi skandal seperti itu. Apadaya, sejak kabar tersebut “bocor” dan menjadi pembicaraan masyarakat awam, keyakinan bahwa SBY dapat bertahan hingga akhir masa jabatan di tahun 2014 menguap.

Rizal Ramli juga mengatakan, opini yang berkembang selama ini mengatakan bahwa walau tidak terlalu kuat, SBY tetap populer karena dianggap memiliki sesuatu hal yang sangat jarang ditemukan dalam praktik politik Indonesia, yaitu integritas. Tetapi setelah selubung itu tersingkap, keadaan berbalik 180 derajat.

Di sisi lain, kemampuan pemerintahan SBY menyejahterakan rakyat pun patut dipertanyakan. Apa yang disebut sebagai tanda-tanda pembangunan hanya berada di atas kertas. Sementara fakta di lapangan memperlihatkan, kualitas hidup di Indonesia anjlok luar biasa selama pemerintahan SBY.

“Walaupun indikator dan angka pertumbuhan ekonomi memperlihatkan kenaikan, namun perlu diingat, kurang dari 20 persen orang Indonesia yang hidup nyaman. Sementara mayoritas rakyat tetap harus berjuang keras dan mati-matian demi memenuhi kebutuhan hidup standar mereka setiap hari,” ujar mantan Menteri Keuangan ini.

Bahkan untuk menemukan pekerjaan kasar saja sudah sulit, sementara pendapatan rata-rata menjadi begitu rendah. Daya beli berkurang drastis, harga bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari naik, dan tentu saja itu semua diikuti pertambahan jumlah penduduk miskin.

Hal lain yang dapat dicermati, demikian Rizal Ramli, di bawah pemerintahan SBY publik juga menyaksikan kehadiran kembali model kekuasaan seperti yang ditemukan di zaman Soeharto.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s