MPR Harus Tegur SBY karena Membiarkan Kerusuhan

Kerusuhan di Cikeusik, Pandeglang, Banten dan pembakaran tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah, bukan merupakan persoalan keberagaman dan toleransi beragama.

“Setelah peristiwa Temanggung, kami mengumpulkan semua OKP lintas agama. Ada Konghucu , Budha, Hindu, Katolik, Kristen dan Islam. Kami sudah roadshow ke Komnas HAM dan Kapolri dan menyampaikan pesan bahwa ini bukan persoalan yang timbul akibat perbedaan agama atau teologi,” ujar aktivis 98, Teguh Santosa, saat beraudiensi dengan pimpinan MPR di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/2).

Teguh menyatakan, masyarakat Indonesia menjadi saksi bahwa keberagaman betul-betul hidup di setiap masyarakat Indonesia. Kerusuhan, khususnya di Cikeusik yang begitu sadis, menurutnya terjadi karena pemerintah cenderung membiarkan bibit bentrokan tumbuh subur di kalangan masyarakat.

“Saya setuju dengan usul Romo Benny tadi, saya tidak tahu bagaimana caranya dalam konteks ketatanegaraan kita, tapi ada baiknya MPR memberikan teguran pada Presiden SBY atas pembiaran ini,” serunya.

“Kita bisa menemukan benang merah, ini kesengajaan. Karena tidak mampu menyejahterahkan rakyat akhirnya dialihkan ke soal yang seperti ini. Harus ada langkah konkret. Teguran itu harus ada,” pungkas Teguh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s