Ketua KPK Tak Mau Komentari Cerita tentang Kekhawatiran SBY bila Boediono Ditangkap

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqaddas tak mau mengomentari cerita yang disampaikan mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra mengenai kekhawatiran yang sempat diutarakan SBY bila Boediono ditangkap.

Adalah salah seorang Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Teguh Santosa yang menyampaikan cerita Yusril itu ketika bersama pengurus PP Pemuda Muhammadiyan dan sejumlah pengurus OKP Islam lainnya bertemu Busyro di lantai tiga gedung KPK, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin siang (Selasa, 1/2).

Cerita ini disampaikan Yusril pada bulan Mei 2010 yang lalu ketika berbicara dalam sebuah diskusi di Doekoen Coffee, kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menurut Yusril, pada bulan puasa di tahun 2009, dirinya sempat dipanggil SBY. Yusril tidak menjelaskan dimana pertemuan antara dirinya dengan SBY itu. Namun yang jelas, ketika itu SBY dan Boediono telah memenangkan pemilihan presiden dan tinggal menunggu pelantikan.

Kepada Yusril, SBY bertanya, apakah dirinya (SBY) bisa dilantik sebagai presiden apabila di saat masa penantian pelantikan Boediono ditangkap.

Ketika menyampaikan cerita ini, Yusril mengaku belum tahu kasus apa yang membuat SBY khawatir. Namun, menjawab pertanyaan SBY, Yusril mengatakan bahwa SBY tidak bisa dilantik bila Boediono ditangkap dan karenanya tidak dilantik.

Yusril juga mengatakan, bila itu yang terjadi, Indonesia akan mengalami kekosongan kekuasaan. Sebab, di sisi lain MPR tidak punya kewenangan untuk menunjuk pemerintahan sementara atau memperpanjang masa pemerintahan SBY-Kalla.

Untuk menghindari kekosongan kekuasaan itu, Yusril menyarankan agar menunggu pelantikan presiden dan wakil presiden baru.

Tetapi, saat memberikan jawaban dan komentar atas sejumlah pernyataan dan pertanyaan yang disampaikan tamunya, Busyro terlihat enggan mengomentari beberapa hot issue yang disampaikan. Ia perlu dikejar dengan pertanyaan susulan untuk mau membuka mulut dan menjawab hal-hal yang konkret.

Misalnya, soal kedatangan tim KPK ke kediaman Nunun Nurbaiti Daradjatun di Singapura. Busyro tak menjelaskan lebih rinci kapan tim KPK itu datang, dan dimana alamat kediaman Nunun di Singapura. Dia hanya mengatakan, ketika dikunjungi, ternyata Nunun tak berada di kediamannya karena sedang ke Thailand.

Setelah menyampaikan hal itu, Busyro berlalu tanpa mengomentari cerita Yusril tentang kekhawatiran SBY tadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s