Presiden SBY Dibatasi Janur Kuning

Jumlah calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diajukan Presiden SBY masih menjadi dibicarakan kalangan Senayan. Sebagian anggota Komisi XI dapat menerima calon tunggal yang diajukan Presiden SBY karena memang tidak melanggar UU Bank Indonesia.

Sebagian lainnya, mengatakan, walau tidak melanggar UU, tetapi ada baiknya Presiden SBY mengajukan calon tambahan agar Komisi XI memiliki kesempatan untuk membandingkan kandidat dan pada akhirnya memilih yang terbaik dari yang dicalonkan Presiden.

Sedikit ada perbedaan pandangan di kalangan anggota Komisi XI dari PDI Perjuangan. Emir Moeis yang juga Ketua Komisi XI menyarankan Presiden SBY untuk mengajukan calon tambahan. Langkah ini penting, menurutnya, untuk menghindarkan kesan Presiden mem-fait accompli Parlemen.

Sementara Maruarar Sirait mengatakan, tidak masalah bila Komisi XI hanya menguji kelayakan satu calon. Dia mencotohkan Boediono yang kini adalah Wapres, dulu juga merupakan calon tunggal gubernur BI.

Perbedaan sikap di kalangan PDIP ini sedikit bikin grogi Partai Demokrat. Andi Rachmat tak mau percaya begitu saja dengan pernyataan Maruarar.

Menurut Andi Rachmat, pernyataan Maruarar bisa jadi merupakan jebakan. Dia mengatakan, bila Presiden SBY hanya mengajukan calon tunggal maka Partai Demokrat dan dua pendukung utamanya saat ini, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN), akan kerepotan membendung serangan kubu lawan di arena uji kelayakan.

Tetapi, bila SBY mengajukan lebih dari satu kandidat, maka konsentrasi kubu lawan akan terbagi, sehingga calon yang diinginkan Presiden SBY, dalam hal ini Darmin Nasution, dapat melenggang dengan bebas menuju kursi BI-1.

Perbedaan pendapat di kubu Partai Demokrat juga ada. Di saat pembicaraan mengenai jumlah calon Gubernur BI masih berlangsung, wakil Ketua Komisi XI dari Partai Demokrat Achsanul Qosasi secara tiba-tiba mengatakan bahwa uji kelayakan terhadap calon tunggal Gubernur BI akan digelar tanggal 21 Juli mendatang.

Pernyataan ini jelas mendapat reaksi keras dari pimpinan dan anggota Komisi XI lainnya.

Uji kelayakan belum dijadwalkan, kata Melchias Marcus Mekeng, Wakil Ketua Komisi XI dari Partai Golkar kepada Rakyat Merdeka Online. Pembicaraan mengenai uji kelayakan baru akan dilakukan dalam rapat Komisi XI.

Informasi lain mengatakan bahwa rapat Komisi XI itu baru akan dilakukan tanggal 19 Juli.

Melchian Mekeng mengatakan, Presiden SBY masih memiliki kesempatan untuk mengajukan calon tambahan.

Sampai kapan?

“Ya seperti orang pacaran saja. Sebelum janur kuning melengkung masih boleh dipacari,” demikian Melchias Mekeng memberikan gambaran mengenai deadline pengajuan calon tambahan Gubernur BI.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s