Mengapa Presiden SBY Tak Memarahi Menteri Molor

7 APRIL 2008. Hari masih terhitung pagi. Tetapi tensi darah Presiden SBY mendadak naik.

Ia yang tengah berpidato di Istana Negara, di depan peserta Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintahan Daerah di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), mendadak berhenti bicara dan memukul meja, mengagetkan ke-86 pimpinan pemerintah daerah dan DPRD yang menjadi peserta dalam forum itu.

“Bangunkan yang tidur itu! Kalau tidur di luar saja,” kata SBY tegas sambil menunjuk ke arah peserta. Rupanya, dari tempatnya bicara, SBY dapat melihat seorang bupati sedang tertidur.

Karikatur di atas dikutip dari Harian Rakyat Merdeka, 12 Juli 2010.

“Bagaimana memimpin rakyat kalau di ruangan ini tidur. Malu pada rakyat. Dipilih rakyat malah tidur. Sedang membicarakan upaya untuk memajukan daerahnya kok tidur,” lanjut SBY masih dengan nada marah.

“Jangan main-main dengan tanggung jawab. Berdosa, bersalah pada rakyat. kepemimpinan berangkat dari diri kita,” masih kata SBY, masih dengan nada marah.

“Di depan Istana sering ada unjuk rasa. Tapi ternyata banyak yang sebenarnya urusan bupati, masalah di kampung. Mestinya, camat, bupati, walikota malu, masa urusan begitu sampai ke depan Istana. Mari kita berbagi urusan,” demikian mantan Menko Polkam itu.

12 Juli 2010. Hari sudah tak bisa dikatakan pagi lagi. Presiden SBY sedang menggelar rapat di Situation Room Bina Graha, Jakarta. Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangku Subroto, sedang memberikan penjelasan mengenai perangkat teknologi yang dimiliki fasilitas baru itu. Kuntoro merupakan pejabat negara yang membawahi ruangan itu.

Semua menteri duduk melingkar di depan meja. Beberapa dari mereka duduk di lingkaran kedua. Beberapa lainnya mendengarkan dengan seksama penjelasan Kuntoro. Sementara beberapa lainnya tampak terkantuk-kantuk. Adegan menteri terkantuk-kantuk inilah yang sejak siang hingga tulisan ini diturunkan menghiasi layar MetroTV.

Menteri yang tampak terkantuk-kantuk di layar MetroTV adalah Menkokesra Agung Laksono, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Malarangeng, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Bambang Hendarso Danuri, juga Jaksa Agung Hendarman Supandji.

Belum jelas apakah kantuk menteri dan pejabat negara setingkat menteri itu ada hubungannya dengan pertandingan final Piala Dunia 2010. Tetapi yang jelas, pagi hari sebelumnya, Rapat Paripurna DPR sempat molor karena kebanyakan anggota DPR datang terlambat karena nonton pertandingan final Piala Dunia.

Tidak seperti kejadian di bulan April 2008, kali ini Presiden SBY tidak terlihat marah apalagi sampai memukul meja. Mengapa Presiden SBY tak memarahi menteri yang tertidur di depan rapat?

Advertisements

1 thought on “Mengapa Presiden SBY Tak Memarahi Menteri Molor”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s