Fatamorgana yang Menyesatkan Kok Diiklankan Besar-besaran

Menang dan kalah dalam sebuah pertandingan adalah hal yang biasa.

Rasanya, siapapun di antara kita dapat menerima pernyataan itu. Tetapi, dalam pemilihan ketua umum Partai Demokrat di arena Kongres Partai Demokrat di Bandung yang lalu, banyak orang yang bertanya-tanya, mengapa Andi Alfian Mallarangeng mengalami kekalahan sedemikian rupa?

Mengapa ia, yang sebelumnya gembar-gembor dan sesumbar sebagai kandidat yang paling berbobot, memiliki kedetakan emosional dan pemikiran dengan sang pendiri partai, SBY, harus menelan pil pahit kalah telak di putaran pertama hanya dengan mengantongi 82 suara?

Apa yang salah dengan Andi Mallarangeng dan Fox Indonesia yang memolesnya? Bukankah Fox Indonesia acapkali menyampaikan hasil survei yang mengatakan bahwa Andi Mallarangeng, dengan semua pengalamannya, adalah kandidat paling favorit?

Di sinilah letak persoalannya.

Fox Indonesia dan lembaga survei yang berafiliasi dengan mereka menjelang Kongres terlalu bersemangat memoles image Andi Mallarangeng, termasuk dalam survei dan poling. Survei yang mereka lakukan keliru karena yang dijadikan responden adalah masyarakat kebanyakan, pendukung Partai Demokrat, yang tidak memiliki suara di arena Kongres. Dalam survei yang dilakukan Cyrus misalnya, digambarkan bahwa Andi Mallarangeng menang jauh di atas Anas Urbaningrum. Hasil survei itu pun diiklankan secara besar-besaran.

Mungkin ada maksud, agar hasil survei itu ikut mempengaruhi jalan pikiran elit Partai Demokrat di Cabang dan Daerah sehingga dalam arena pemilihan ketua umum pilihan mereka akan berubah.

Terlepas dari apapun yang menjadi maksud, yang jelas, survei yang dilakukan dengan melibatkan responden yang tidak memiliki suara dalam Kongres, bahkan tidak hadir di Kongres, jelas fatamorgana yang menyesatkan.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang mendamping Anas Urbaningrum memilih jalan yang berbeda dengan Fox Indonesia. Melalui anak perusahaannya, Konsultan Citra Indonesia (KCI), LSI Denny JA melakukan survei untuk mengetahui peta dukungan ril para pemilih di arena Kongres. Dengan demikian yang dijadikan responden dalam survei adalah unsur pimpinan DPC dan DPD Partai Demokrat dari Aceh sampai Papua.

Inilah peta dukungan yang kredibel dan bisa diandalkan. Secara reguler Denny JA menyampaikan hasil survei yang tidak fatamorgana ini kepada Anas Urbaningrum. Pekerjaan politik yang dilakukan oleh Anas Urbaningrum dan timnya pun didasarkan pada peta dukungan yang konkret ini.

Itulah sebabnya, ujar Denny JA ketika dihubungi, dia hanya tersenyum, ketika kubu Andi Mallarangeng mengumumkan akan menang 80 persen.

Dari survei yang dilakukan KCI, Denny JA mengetahui bahwa dukungan untuk Andi Mallarangeng di kalangan pimpinan DPC dam DPD Partai Demokrat terbilang kecil. Sementara swing voters masih banyak dan perlu digarap. Hasil survei KCI ini pun dipublikasikan di sejumlah media massa. Mungkin dengan maksud untuk menggetarkan hati lawan.

Yang jelas, ketika pemilihan ketua umum berlangsung, kita semua mengetahui bahwa akhirnya Andi Mallarangeng kalah secara aklamasi di putaran pertama.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

One thought on “Fatamorgana yang Menyesatkan Kok Diiklankan Besar-besaran”

  1. Ini juga mengingatkan kita kenapa banyak yang memilih SBY, yaitu semata karena pencitraan melalui media. SBY beruntung karena yang memilih adalah rakyat banyak yang pendek memori sejarahnya dan sedikit punya waktu untuk mempelajari figur SBY. Rakyat silau dari apa yang mereka dapatkan dari propaganda media dalam waktu kampanye. Belum lagi dihitung dampak politik uang yang dilakukan.

    Lain soal dengan AM. Para pemilih ketum demokrat adalah orang dalam partai yang memang well-informed terhadap setiap calon pemimpinnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s