Rizal Ramli: SBY-Boediono Ugal-ugalan

Pemerintah SBY-Boediono dinilai telah menerapkan prinsip liberalisme secara ugal-ugalan dengan menyetujui perjanjian pasar bebas antara ASEAN dan China yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2010.

Terhitung sejak hari itu semua produk China bebas masuk ke pasar negara-negara anggota ASEAN. Produsen tekstil dan produk tekstil adalah pihak yang paling khawatir dengan perjanjian perdagangan bebas itu. Selama lima tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah menetapkan bea masuk yang amat sangat kecil bagi produk tekstil China yang pada gilirannya telah memukul produsen tekstil di tanah air.

Menurut ekonom senior, Dr. Rizal Ramli, persetujuan pemerintah itu diambil tanpa melalui evaluasi yang komprehensif dan kuantitafi terhadap manfaat dan kerugiaan yang dialami industri dan pekerja Indonesia. Katanya kepada Rakyat Merdeka Online, Senin pagi (4/1), kebijakan seperti ini jelas tidak memperlihatkan keberpihakan pemerintah pada industri dalam negeri, dan ini merupakan ciri lain dari pemerintahan yang tidak pro-rakyat.

“Tidak ada upaya dalam lima tahun terakhir untuk memperkuat struktur dan daya saing Indonesia. Liberalisme ugal-ugalan ini yang akan merusak ekonomi Indonesia,” demikian Rizal Ramli.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s