Obama Mikronesia Maju Ke Putaran Kedua

dsc091132GILLIAN Doone dipastikan maju ke putaran kedua.

Tokoh reformasi dari Chuuk yang oleh sebagian pengagumnya dijuluki “Obama dari Mikronesia” meraih suara terbanyak kedua dalam pemilihan gubernur Chuuk awal Maret lalu.

Chuuk adalah satu dari empat negara bagian Federasi Mikronesia di Samudera Pasifik, di utara Papua Nugini. Dari sekitar 107 ribu warganegara Mikronesia, sebanyak 50 persen berada di negara bagian itu.

Tanggal 3 Maret lalu selain memilih anggota Kongres Federasi Mikronesia, masyarakat Chuuk juga mengikuti pemilihan gubernur dan anggota parlemen Chuuk. Hasil pemilihan tersebut diumumkan akhir pekan lalu.

Tiga kandidat yang mengikuti pemilihan gubernur adalah sang incumbent Wesley Simina, mantan wakil presiden Federasi Mikronesia Redley Killion, dan mantan Direktur Keuangan Chuuk Gillian N. Doone.

Dari 29.300 pemilih, menurut laporan KPU Chuuk, Wesley Simina memperoleh suara terbanyak (10.719), disusul Gillian Doone (9.367) yang dibayang-bayangi Redley Killion (9.214).

Karena tidak seorang kandidat pun yang mengantongi lebih dari 50 persen maka KPU akan menggelar pemilihan babak run off atau putaran kedua akhir bulan Maret.

Run off antara Wesley Simina dan Giliian Doone ini akan menjadi babak yang paling menegangkan. Selain karena jarak yang memisahkan mereka tidak begitu jauh, juga karena kedua tokoh ini sedang berseteru di pengadilan.

Bulan Mei 2008 Wesley Simina memecat Gillian Doone dari jabatan Direktur Keuangan Chuuk. Pasalnya, Gillian Doone melaporkan sang gubernur ke pengadilan karena dianggap melanggar konstitusi.

Cerita berawal saat Wesley Simina meminta Gillian Doone membayarkan gaji ekstra anggota parlemen Chuuk. Permintaan itu ditolak Gillian Doone yang menganggap perintah itu bertentangan dengan UUD Chuk. Dia pun lantas melaporkan Wesley Simina ke pengadilan. Manuver Gillian Doone jelas menyinggung Wesley Simina, dan tak lama dia pun memecat Gillian Doone.

Pengadilan menunda kasus ini selama berbulan-bulan. Persidangan pertama menurut jadwal baru akan digelar bulan April mendatang, setelah pemilihan gubernur berakhir.

Bersama Election Observation Mission (EOM) Asia Pacific Democracy Partnership (APDP) saya mengunjungi FSM dan Chuuk pada penyelenggaraan pemilihan umum 3 Maret lalu. Kegiatan pemantauan pemilu ini dibiayai Departemen Luar Negeri AS dan dikoordinir Pacific Islands Development Program (PIDP) di East West Center (EWC), Honolulu, Hawaii.

Dalam pembicaraan sehari sebelum pemilihan gubernur, Gillian Doone mengatakan dirinya merasa berkewajiban membenahi korupsi yang merebak begitu luas di Chuuk. Infrastruktur dan pelayanan publik yang parah di negara bagian itu merupakan pertanda jelas dari praktik korupsi yang selama ini dibudayakan elit politik Chuuk.

<Klik: disini untuk tulisan mengenai Gillian Doone.>

Dia berharap masyarakat mau bekerja bersama dirinya untuk membenahi masalah Chuuk.

Bila tidak, dan bila dia kalah, Gillian mengatakan dirinya akan meninggalkan lapangan poltik dan kembali ke Hawaii menekuni profesinya sebagai akuntan publik.

Selain hasil pemilhan gubernur Chuuk, KPU juga melaporkan hasil pemilihan anggota Kongres Mikronesia dan anggota parlemen negara bagian Chuuk.

Dari 14 kursi anggota Kongres Mikronesia yang bersifat unicameral, Chuuk memiliki enam wakil. Lima diantaranya dipilih dalam pemilu yang baru berlangsung. Sementara parlemen negara bagian Chuuk memiliki 10 senator dan 28 anggota DPR yang semuanya bertugas selama dua tahun. Kebanyakan dari incumbent yang mengikuti pemilhan anggota Kongres Mikronesia dan parlemen negara bagian Chuuk menang dalam pemilihan itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s