Cara Indonesia Milih Presiden

Adhie Massardi (amassardi@yahoo.com)

NARTI, nama sebenarnya, pernah bekerja di rumah saya sebagai pembantu rumah tangga. Meskipun sering “telmi” (telat mikir), perempuan asal Pacitan umur 30-an ini rajin bekerja dan lumayan rapi.

Suatu hari, seminggu setelah terima gaji, di tangannya tergenggam telepon selular merek Nokia. Tiga minggu kemudian, HP-nya sudah ganti Samsung. Setelah gajian bulan berikutnya, yang digenggamnya HP merek Sony Ericsson. “Busyet, ini pembantu hobinya gonti-ganti handphone…!” Ini komentar istri saya.

Dikutip dari kolom Polsek di Indonesia Monitor. Dimuat atas izin penulis.

Anda pasti juga sepakat dengan istri saya. Tapi saya tidak. Naluri wartawan menuntun saya untuk bertanya soal gonta-ganti HP itu. Dan inilah jawaban orang Pacitan itu:

“Saya dibohongi teman-teman terus, Pak. Waktu mau beli HP saya tanya sama Mawut (pembantu rumah sebelah; AMM). Katanya yang bagus itu Nokia kayak punya dia. Awet gak pernah rusak. Nyatanya baru seminggu sudah sering ngadat. Lha, Si Man sopirnya Bapak, ngasih tahu suruh ganti Sam sung. Lebih murah dan kualitas sama bagusnya. Tapi nya tanya belum dua minggu sudah rusak. Makanya seka rang saya ganti Sony Ericsson sesuai saran kakak saya…”

Benar, tak sampai seminggu, HP Narti rusak lagi. Dan ia ak hirnya memilih tidak ikut-ikutan bergaya seperti teman-te mannya, yang gajinya banyak dihabiskan buat beli pulsa. Itu lah gaya hidup para pembantu rumah tangga sekarang. Biar tekor, yang penting bisa ko mu nikasi terus dengan ke luar ga dan teman-teman di kampung.

Tapi kenapa Narti gonta-ganti handphone? Ini jawaban nya:
Dia belum paham bagaimana mem perlakukan alat komunikasi cang gih tapi ringkih itu. Kalau me nyuci piring ditaruh di kan tong depan sehingga sering ke cip ratan air. Saat menge-charge ba terai bi sa dari siang hingga esok pagi, bah kan besok siang nya. Akibat nya baterai ja di sering ngedrop. Ma ka, HP jenis apa pun akan le kas jebol dipakai Narti. Tapi dia pikir karena mereknya. Itu se bab nya jalan keluarnya yang dia ambil: ganti merek HP.

Narti tidak sendirian. Orang se perti Narti di ne geri ini banyak ba nget. Ma yoritas anggota DPR ca ra ber pikir nya juga seperti Nar ti itu. Aki batnya me mang ja di le bih pa rah. Se bab cara ber pi kir “ganti me rek” -dan bu kan mengubah perilaku-ju ga di terapkan untuk me nen tu kan orang No 1 di negeri ini.

Kita masih ingat. Agar tidak jadi seperti Bung Karno yang presiden seumur hidup, dibuatlah aturan presiden dipilih MPR lima tahun sekali. Karena MPR-nya dikendalikan presiden, setiap lima tahun yang kepilih Soeharto lagi, Soeharto lagi. Ini akibat sistemnya yang executive heavy alias terlalu dominannya kekuatan eksekutif. Ini kesimpulan mereka di DPR pasca Soeharto lengser.

Setelah disela BJ Habibie, bandul dipindah ke legislatif. Mereka lalu milih Gus Dur dengan merdeka sebagai presiden. Ketika ada masalah, legislatif menggoyang-goyang kursi Gus Dur. Presiden pun jatuh.

Lho…? Kok gampang banget ya presiden dijatuhkan? Mereka bingung sendiri.
Agar presiden tidak gampang digoyang, dibuatlah merek baru: “presiden pilihan rakyat”. Yang per tama kepilih rakyat Susilo Bambang Yu dhoyono. Orang yang sulit bikin kepu tusan. Mem bentuk kabinet saja harus me nga ko modasi orang parpol karena partainya sendiri ukuran sedang-sedang saja.

Agar tidak terulang kasus terpilihnya “pre siden ragu-ragu”, dibuatlah syarat du ku ngan “20 persen kursi DPR” atawa “25 per sen suara hasil pemilu” yang tidak jelas logikanya itu.

Mudah dibayangkan presiden macam apa yang bakal dihasilkan Pilpres 2009 bila cara memilihnya menggunakan logika bekas pembantu di rumah saya itu. Hanya ganti merek tapi perilakunya tetap. Nyari presiden kok kayak nyari handphone. Tergantung gimana bunyi iklannya.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s