Ambisi Prabowo Kibarkan Gerindra

SEJUMLAH muka baru yang siap bertarung di Pemilu 2009 semakin percaya diri dengan dukungan partai politiknya masing-masing.

Prabowo Subianto misalnya, kian mantap dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), partai politik yang sengaja didirikan untuk test of water (uji coba) dalam pemilihan presiden nanti.

Dikutip dari Inilah.com.

Penampilan mantan Dankopassus ini di berbagai iklan media massa, baik di layar televisi maupun di media cetak, kian menyadarkan publik akan tekad kuatnya untuk menjadi pemimpin masa depan republik ini. Ini karena kabar tentang keinginan mantan menantu Pak Harto untuk maju dalam Pemilu 2009 bukanlah hal baru.

Prabowo nampaknya memang sudah mantap dengan Gerindra, parpol yang secara historis dan ideologis lebih mengkristal dalam jiwa dan haribaannya. Namun, beberapa pengamat dan ahli tetap mengingatkan Prabowo bahwa Golkar, tempat ia masih jadi fungsionarisnya, masih akan berkibar dalam Pemilu 2009.

“Ini realitas politik yang tak dapat dipungkiri,” kata Umar S Bakry, Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN).

Gerindra atau Partai Gerakan Indonesia Raya adalah sebuah partai yang ingin meneruskan filosofi perjuangan Partai Persatuan Indonesia Raya yang didirikan 10 Desember 1948. Partai ini bercita-cita mengangkat martabat kehidupan segenap rakyat Indonesia di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam persepsi Prabowo dan para politikus Gerindra, kesejahteraan yang otentik hanya bisa tercipta bila bangsa yang pluralistik ini dapat hidup dalam kedamaian dan keharmonisan dan mampu mengembangkan akar-akar budaya sebagai sumber cipta, rasa, dan karsa.

Selain itu juga mampu membangun sebuah sistem pendidikan Nusantara sebagai mata rantai pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni bangsa; serta secara arif memanfaatkan sumber daya alam lestari.

Sebagaimana dicatat oleh Teguh Santosa, mahasiswa pascasarjana di Universitas Hawaii, AS, kekalahan dalam konvensi Partai Golkar menjelang Pilpres 2004 tampaknya tak mengubur mati keinginan Prabowo yang lulus dari Akabri pada 1974 untuk jadi orang nomor satu di republik ini.

Dalam hal ini, Gerindra bertekad menempatkan para kader terbaiknya di parlemen untuk mendukung pencalonan Prabowo kelak. Dan Gerindra bertekad tidak mengutip biaya serupiah pun bagi kadernya yang maju sebagai calon legislatif dalam Pemilu 2009.

“Kemandirian politik dimulai dari sini,di mana kami tak mengutip biaya bagi calon anggota legislatif Gerindra,’’ kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada pers.

Langkah itu menjadi keputusan partai. Dengan cara itu diharapkan partai bisa benar-benar menempatkan kader terbaiknya pada daftar caleg. “Jangan sampai kader terbaik ini tidak bisa maju hanya gara-gara tidak memiliki dana,” kata Muzani.

Sebagai test of water, Gerindra bisa menjadi barometer popularitas dan dukungan publik kepada Prabowo. Ini mirip langkah yang dilakukan SBY dengan Partai Demokrat, sebuah partai kecil yang kemudian menjulang karena popularitas SBY yang menopangnya pada Pemilu 2004.

Akankah Prabowo mampu mengulangi sukses SBY itu? Sejarahlah yang akan menentukan.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s