News, Notes

SBY Tegas? Ah, Ngaco

SUTIYOSO, mantan gubernur Jakarta yang telah menyatakan siap mencalonkan diri dalam pemilihan presiden mendatang, jauh lebih tegas dari Presiden SBY.

Itu kata mantan menteri otonomi daerah Ryaas Rasyid, yang kini memperkuat tim sukses Sutiyoso. Menurut Ryaas, hasil riset Indonesia RDI yang menyebut SBY sebagai presiden yang tegas jelas-jelas ngaco.

Oh ya, sekadar mengingatkan, SBY adalah Kasdam Jaya saat Sutiyoso menjadi Pangdam Jaya.

Berikut berita yang dikutip dari myrmnews.com mengenai pernyataan Ryaas Rasyid di atas.

Survei RDI Sebut SBY Sosok Tegas Ngaco
Kamis, 08 Mei 2008, 15:54:11 WIB

HASIL survei Indonesian Research and Development Institute (Indonesian RDI) yang menyebut Presiden SBY sebagai pemimpin yang paling tegas dibandingkan calon presiden lainnya, termasuk Sutiyoso, dianggap  ngaco dan mengabaikan realitas.

Demikian penilaian bekas Menteri Otonomi Daerah (Otda), Ryaas Rasyid kepada wartawan Kamis siang (8/5) ketika diminta tanggapan soal hasil survei tersebut.

Hasil survei tentang ketegasan sejumlah tokoh yang dilakukan Indonesia RDI memperlihatkan bahwa  45 persen masyarakat menilai SBY tegas, disusul Megawatidengan 17,6 persen, Wiranto 17,2 persen, Amien Rais 6 persen, Sultan Hamengku Buwono X 4 persen, Jusuf Kalla 2,13 persen dan Sutiyoso 2 persen.

Menurut Ketua Umum PDK itu, hasil survei tidak akurat. Bahkan cenderung ngawur. Ia kemudian membandingkan SBY dan Bang Yos, yang sama-sama berlatar belakang militer.

“Hasil survei itu sangat ngaco. Contohnya, SBY lebih tegas ketimbang Bang Yos itu sangat tidak benar,” tegas Ryaas.

Dia kemudian mengambil kasus yang menggambarkan ketidaktegasan SBY yang masih menjadi beban pemerintah dan hingga kini belum mampu dituntaskan, yakni kasus IPDN.

“Sudah setahun lebih UU-nya belum juga jadi. Belum lagi kasus Munir dan terbaru adalah soal keputusan SBY yang akan menaikkan harga BBM. Ini contoh kasus ketidaktegasan SBY,” ungkap anggota DPR ini.

Kalau memang SBY mau menaikkan BBM, kata Ryaas, seharusnya segera dinaikan. Tapi kenapa harus menunggu, yang akhirnya memberi peluang kepada spekulan untuk menaikan lebih dulu harga BBM.

Lain SBY, lain pula Bang Yos. Ryaas melihat justru Bang Yos jauh lebih tegas dibandingkan SBY. Ketegasan itu bisa dilihat dari keberaniannya mengeluarkan kebijakan yang tidak populis saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

“Contohnya dalam proyek busway. Meskipun dihujat dari kanan-kiri, tapi dia terus maju karena dia yakin proyek dapat dijadikan solusi mengurangi kemacetan di Jakarta. Begitu juga dengan proyek Banjir Kanal Barat dan Kanal Timur.”

“Jadi hasil RDI itu sangat ngaco,” pungkas Ryaas.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s