“Dinasti SBY”, Dipaksakan atau Kebetulan?

Rakyat Merdeka – Seiring dengan munculnya wacana putra bungsu Presiden SBY, Edhi Baskoro bakal dinobatkan menjadi pengurus elit Partai Demokrat, PDI Perjuangan menyoroti daftar keluarga SBY yang kini menempati jabatan-jabatan strategis di TNI dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebelum Edi Baskoro, ada empat ipar SBY yang lebih dulu memiliki jabatan strategis. Pertama, Hadi Utomo yang beristrikan Mastuti Rahayu menjadi ketua umum DPP Partai Demokrat. Kedua, Gatot M Suwondo sebagai Wakil Dirut BNI.

Ketiga, Erwin Sudjono yang beristrikan Wrahasti Cendrawasih baru diangkat menjadi Kepala Staf Umum (Kasum) Mabes TNI. Keempat, Edi Pramono Wibowo sebagai wakil Danjen Kopassus. Sementara putra sulung SBY, Agus Harimurti masih berkarier di Yonif Linud 305/Tengkorak, Kostrad dengan pangkat letnan satu. Ter–akhir, suami dari artis Annisa Larasati Pohan ini baru bertugas menjaga perdamaian di Libanon.

Khusus untuk Erwin dan Edi Wibowo, karier di kemiliterannya akan semakin cemerlang. Karena keduanya masih memiliki peluang untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Misalnya, Erwin saat ini ramai disebut-sebut masuk bursa calon Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) menggeser Jenderal Djoko Santoso yang sudah diplot SBY menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Djoko Suyanto yang akan pen–siun Desember ini.

Sementara Edi Wibowo pu–nya kans menjadi Danjen Ko–passus. Info lain menyebutkan, putra mendiang Sarwo Edi ini bakal menjadi Pangdam IV Diponegoro.

Ipar SBY yang satu lagi, Gatot Suwondo juga tak luput dari wacana kenaikan pang–katnya di bank pelat merah itu. Kabarnya, Gatot yang bekas Dirut Bank Danamon ini akan diproyeksikan menjadi Dirut Bank BNI yang sekarang masih dipimpin Sigit Purnomo.

Sayang, pejabat BNI enggan di–kutif namanya saat dikonfirmasi hal ini. Namun, si pejabat ini membenarkan adanya rumor rotasi Gatot bakal menjadi Dirut BNI ini.

Soal kans Edi Wibowo bakal menjadi Danjen Kopassus atau Pangdam Diponegoro, Kepala Dinas Penerangan Umum Pusat Penerangan (Kadispenum Puspen) TNI, Kolonel TNI Ahmad Yani Basuki menyatakan belum tahu ada rencana seperti itu.

Kalau pun ada, tambahnya itu hanya utak-atik orang luar saja. “Saya bahkan belum mendengar tuh,” katanya singkat.

5 Replies to ““Dinasti SBY”, Dipaksakan atau Kebetulan?”

  1. jelas-jelas sudah nepotistik, kenapa semua jadi pilek dan sakit gigi gak ada yang ngomong di koran/tivi/etc soal ini?

    sby ini istilahnya musang berbulu ayam. tampilan boleh tenang tapi sejatinya kemaruk, lapar kekuasaan, lama-lama jadi soeharto.

    di tahun 2009 nanti, mari kita jadikan dia warga negara biasa seperti kita yang bertarung dengan lapar, susahnya transportasi umum, dipersulit pegawai pemerintahan, dll.

  2. Yang penting dalam pengelolaan suatu organisasi adalah integritas dan profesionalisme. Kalo memang sobat, saudara atau pun siapa yg diangkat namun memiliki integritas dan profesionalisme kenapa tidak, dari pada orang2 yang munafik dan penuh kebohongan yang dipilih,…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s