Pelajaran Hoka Hoka Bento dari Colorado

https://i1.wp.com/i170.photobucket.com/albums/u278/teguhtimur/JakaBento.jpgBTW, itu hoka-hoka bento bikin sendiri?
Ya dong say. Mau diajarin gak?

Jangan sekarang, gak akan bisa dilakukan… Kirim ke milis aja jurus-jurusnya… Biar nanti aku copy paste dari sana.
Malas. Ini kan urusan lelaki aja. Begini. Ini adalah masakan yang sangat gampang dan sederhana. Semua orang bisa mengerjakan kalau mau.

Oke. Mana biar aku catat.
Nah gitu. Bahannya; daging sapi (kalau perlu beli di toko Arab, seperti yang saya kerjakan), garlik secukupnya, bawang bombay secukupnya, merica, dan 2 atau 3 cabe hijau, tambah kecap manis.

Merica itu pepper?
Saya kira iya. Cara membuatnya; iris-iris garlic. sebagian lagi ditumbuk agak halus. Trus, bawang bombay dipotong-potong seukuran yang di hoka-hoka bento itulah. Lalu, garlic dan bawang bombay itu ditumis dengan sedikit minyak goreng. Setelah wangi, masukkan daging yang telah dipotong-potong kecil-kecil. Ingat harus dipotong kecil-kecil dan panjang-panjang.

Tipis?
Seperti hoka-hoka bento itulah. Ya, tipis supaya masak ke dalam

Berapa kilo dagingnya?
Nanti dulu. Setelah dagingnya berubah warna setengah matang, tambahkan air, lalu masukkan merica.

Airnya berapa banyak?
Tunggu dulu, nanti ada sesi bertanya. Setelah merica masuk, masukkan kecap manis. Kan dagingnya menjadi berwarna kecap manis. Nah, tunggu sampai dagingnya matang. Sebelum diangkat, tambahkan garam secukupnya. Itu sudah selesai, dan siap dihidangkan. Ada pertanyaan?

Dagingnya berapa banyak? Airnya berapa banyak?
Terserah aja.

Nanti kalau kebanyakan daging atau garlic, ya gak jadi dong.
Airnya itu tidak boleh terlalu banyak. Sekadar dagingnya itu tenggelam, itu kan supaya masak. Begini, kalau dagingnya seperempat kilo, maka dua siung garlic diiris, dua siung lagi ditumbuk agak halus. Oke? Nah, bawang bombaynya sepertiga banyaknya daging aja. Kalau merica itu tergantung selera. Itu kan sama dengan garam. Cara masaknya gampang. Paling 15-20 menit.

Ya, kelihatannya mudah untuk dilakukan. Pertanyaan lain, apakah secara ekonomi lebih murah daripada beli yang sudah masak?
Saya kira lebih murah memasak sendiri. Kemarin aku beli 1,5 kg daging. Udah bisa beberapa kali masak. Harganya cuma 12 dollar di toko Arab. Separoh-separoh dengan Dwi.

Mengapa harus di toko Arab?
Kata Dwi, “Biar halal, Pak Saleh.”

Hehehe.
Aku sendiri gak ngerti kenapa mesti dibawa ke arah itu.

Oke, sudah dicatat semuanya.
Oh ya, jangan lupa apinya jangan terlalu besar. Bulatan kompor pengatur apinya itu, masih miring ke sebelah kiri. Itu penting. Kalau apinya kebesaran masaknya seperti terpaksa, jadi dagingnya tidak lembut.

Cenderung ke arah off?
Ya, betul.

Boleh pakai daging lain, misalnya ayam?
Belum pernah coba. Bisa kali. Itu kan persoalan ijtihad aja.

Tapi ijtihad itu ada syaratnya, pemula gak boleh sembarangan…
Makanya, coba daging dari toko Arab aja dulu.

Jauh, di China Town, Zufron namanya. Atau bukan Zufron namanya. Tapi ok. Nanti akan dibuat.

Coba dulu. Kasihan toh, bulan Ramadhan jauh dari anak isteri, terpaksa masak sendiri. Setelah lebih dari delapan tahun, baru sekarang aku masak lagi. Dulu waktu kos di Jakarta aku tidak masak, hanya pergi ke warung padang atau warteg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s