Mengapa Memilih Demokrasi Terpimpin

APA yang dikatakan liberalisme? Free enterprise dalam politik, dengan equal opportunity for everybody – kebebasan bertindak dalam politik, dengan kesempatan yang sama buat semua orang.

Akan tetapi, seperti juga dalam perdagangan, jika “kesempatan yang sama” itu tidak dibarengi dengan “kemampuan yang sama”, maka golongan yang lemah niscaya akan tertindas oleh golongan yang kuat. Dalam alam penyelenggaraan demokrasi: satu suara bagi tiap warga negara, belum menjamin keadilan di segala lapangan. Dan nyata belum menjamin keadilan di lapangan ekonomi.

…Maka atas pertimbangan inilah, saya persoonlijk merasa perlu golongan yang lemah mendapat perlindungan dari golongan yang kuat, atau dengan kata lain: pemekaian demokrasi oleh golongan yang kuat harus dibatasi. Ini berarti, bahwa demokrasi kita untuk sementara haruslah demokrasi yang menjaga jangan ada eksploitasi oleh satu golongan terhadap golongan yang lain. Ini berarti bahwa demokrasi kita untuk sementara haruslah demokrasi terbimbing, demokrasi terpimpin – geleide democratie, yang dus tidak berdiri di atas paham-paham liberalisme.

Bung Karno pada pembukaan Konstituante, 10 Nopember 1956

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

2 thoughts on “Mengapa Memilih Demokrasi Terpimpin”

  1. bung, luar biasa. anda ini pengaggum semua orang besar yang mengabdikan diri pada keyakinan mereka akan kehidupan yang lebh baik bagi sesama. sebentar anda, bung, bicara, tentang bung karno, lalu tentang tan malaka, ada juga tentang kahar muzakkar.

    keep in faith!

    salam dari jogja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s