Jalan Baru, News

Tadi Malam SBY Melemah

BEBERAPA jam setelah dilantik, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung berada di bawah tekanan terkait dengan finalisasi susunan menteri-menteri di kabinetnya. Tarik menarik terutama terjadi pada posisi tim ekonomi.

Sumber-sumber kuat di kompleks istana menyebutkan tekanan dan ketegangan yang dialami SBY berasal dari sejumlah kalangan. Tekanan terbesar justru berasal dari Jusuf Kalla, wakil presiden yang akan mendampingi SBY selama lima tahun ke depan.

Kubu Kalla, menurut sumber-sumber di Istana, tidak puas dengan rencana SBY mencoret nama pengusaha Aburizal Bakrie. Mereka bersikeras meminta Ical—begitu Aburizal biasa disapa—ditempatkan di posisi Menko Perekonomian. Sebelum pengumuman resmi, posisi itu disebut-sebut sudah hampir pasti akan diduduki oleh Purnomo Yusgiantoro, yang akhirnya diposisikan sebagai Menteri Pertambangan dan Energi.

Menurut sumber kubu SBY, untuk menggalang kekuatan, Jusuf Kalla dan sejumlah “calon menteri” tadi malam berkumpul lebih dahulu di Hotel Sari Pan Pacifik, Jalan Thamrin. Hadir dalam pertemuan itu sejumlah tokoh seperti Bachtiar Chamsyah, Alwi Shihab, dan MS Kaban, Surya Paloh, dan Ical.

Kocok ulang yang dilakukan akhirnya mengorbankan ekonom Advisory Group in Economics, Industry and Trade (Econit) Rizal Ramli yang sebelumnya disebut sebagai calon kuat Menteri Keuangan, yang akhirnya diduduki bekas Ketua Bapepam Yusuf Anwar.

Sebelum “disingkirkan” dari daftar, Rizal yang dikenal sebagai tokoh yang tegas terhadap dominasi asing itu sempat dihubungi oleh Kalla. Dalam pembicaraan itu, Kalla meminta agar Rizal bersedia ditempatkan di Menteri BUMN. Lalu, dia diminta lagi untuk duduk di pos Menteri Perindustrian. Terhadap tawaran itu, Rizal yang dihubungi tadi malam usai pengumuman kabinet mengatakan dirinya menolak tawaran Kalla.

“Saya katakan kepada beliau, bahwa saya tidak sekedar mencari jabatan. Tetapi saya ingin bekerja sesuai dengan kapasitas dan kompetensi yang saya miliki,” katanya.

Pengumuman kabinet yang awalnya dijadwalkan akan dilakukan pukul 20.00 WIB sempat diundur dua kali. Pengumuman kabinet akhirnya disampaikan pukul 23.50 WIB.

“Saya menyadari, bahwa menteri yang ditempatkan tidak akan memuaskan semua pihak, dan akan diikuti oleh pro kontra,” kata SBY mengawali pengumumannya.

Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) untuk kawasan Asia Tenggara Sri Mulyani yang juga mendapat penolakan dari banyak kalangan, akhirnya diakomodasi di posisi Kepala Bappenas. (Susunan kabinet lihat table)

Pengamat Research Institute for Democracy and Peace (Ridep) Ibrahim G Zakir yang dihubungi secara terpisah mengatakan, integritas SBY sedang diuji. Dia mencium, SBY melemah terhadap tekanan sekelompok orang dalam penyusunan kabinet.

“Kabinet ini bukan persoalan memilih orang per orang, tapi juga memilih cara berpikir. Kita lihat saja respon publik dan pasar atas kabinet. Jika publik dan pasar bereaksi negatif karena beberapa nama dianggap tak layak, maka SBY jangan segan untuk mengganti menterinya,” kata Ibrahim.

Ibrahim juga menolak nama Ical di dalam kabinet SBY. “Dia (Ical, red) punya urusan utang piutang terkait BLBI yang mungkin saja bisa dihapuskan. Tapi politik adalah urusan citra. Kalau citranya sudah jelek di mata publik akan sulit dihapus,” tandas Zakir. GUH/ADE/RIE

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s