Caleg Muda Minta Pemerintah Tegas soal Praktik Korupsi

CALON anggota legislatif (caleg) muda mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat bersikap tegas terhadap usaha pemberantasan korupsi dan praktik politik uang. Mereka menghendaki, kedua pihak merumuskan kembali definisi hukum korupsi dan politik uang yang jelas dan terukur. Kedua praktik itu haram hukumnya, dan oleh karena itu harus diberi sanksi hukum yang jelas dan terukur.

“Selama ini korupsi dan politik uang cuma jadi wacana yang kontra produktif dan cuma membingungkan rakyat. Kedua isu tersebut digunakan hanya untuk membunuh karakter seseorang atau lembaga tertentu, demi kepentingan politik tertentu. Rakyat dibiarkan terlongo-longo kebingungan. Padahal sebenarnya rakyat mengharapkan ada tindakan tegas terhadap kedua praktik tersebut,” tegas salah seorang caleg muda dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Banyu Biru Djarot, dalam acara Deklarasi Komunike anti-Money Politics, di Jakarta, Kamis (19/2).

Ia mengingatkan, elite politik seharusnya tidak mencampur adukkan soal korupsi dan politik uang dengan persoalan moral. “Di panggung politik, moral cuma jargon. Kita berulang kali mendengar kata, ’pertimbangan moral’, ’tanggung jawab moral’, ’krisis moral’ dari elite, tapi apa sesudah itu? Keadaan justru tambah buruk. Itu sebabnya kami memilih stop ngomong soal moral, dan mulai bekerja,” ujar Banyu.

Caleg muda dari Partai Pelopor, Teguh Santosa, menambahkan, kelompoknya tidak akan menggunakan uang publik dalam Pemilu 2004. Mereka juga tidak akan menggunakan uang publik sebagai piranti menutup akses politik publik. “Kami mengusulkan dibentuknya funding tracing division independen,” papar Teguh. “Kita akan membangun komitmen bersama untuk mendidik publik agar tidak terjebak permainan politik uang,” lanjutnya.

Caleg muda dari Partai Amanat Nasional (PAN) Piet Khaidir menyampaikan hal senada. “Saya sepakat dengan ucapan Banyu. Hentikan bicara soal moral kalau cuma demi uang dan tepuk tangan. Sekarang waktunya kita bersikap lebih pragmatis dan bekerja efektif untuk konstituen kita masing-masing,” tuturnya.

Pendidikan politik

Caleg muda Partai Merdeka Aditya Krisnamurti menekankan soal pendidikan politik rakyat berkenaan dengan politik uang. “Kami ingin mengingatkan pemilih agar mencoblos partai dan caleg mengikuti hati nurani. Kami mengingatkan agar sebelum mencoblos, pemilih sudah mengetahui program partai pilihan mereka serta track record caleg,” ucap Aditya.

“Kalau ditawari kaus, uang, rumah atau mobil, terima saja. Tapi buat nyoblos, tentukan sendiri secara merdeka dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Ia mengatakan, tidak sulit rakyat menentukan pilihan berdasarkan program partai dan caleg berintegritas dan punya kompetensi tinggi. “Lihat saja isi programnya. Realistis dan sesuai dengan harapan pemilih tidak? Kalau tidak ya jangan dicoblos. Buat memilih caleg, lihat saja prestasi dan sepak terjang dia. Kalau tidak pasti, apalagi tidak dikenal sama sekali, jangan dicoblos, daripada membeli kucing dalam karung,” jelasnya.

Kompas, Sabtu, 21 Februari 2004

2 comments

  1. Saya Cuma Menghimbau Kepada CALEG DPR dan DPRD untuk dapat mengerti situasi masyarakat.
    komentar dan masukan kritikan mohon lebih berkarakter. karena setiap kata yang anda ucapkan dapat langsung di pelajari masyarakat.
    Contoh: Lansung Kepada Caleg2 Muda yang mungkin anda berbakat.
    Mengajari Rakyat Dengan Karakter yang kita jalani sehari2nya.
    dari Kata” Kalau ditawari Kaus, Uang mobil diterima Saja ”
    hei..buka mata anda,secara tidak langsung anda mengajarkan Masyarakat untuk menjilat dan mengajari masyarakat untuk membohongi diri akan karakternya.karena anda lah sebagai pedoman kemajuan Karakter dan Persatuan Kesatuan.
    Contoh:
    “Beli Kucing Dalam Karung” Anda Adalah Aspirasi dan dipercaya Rakyat.anda Caleg Komersial?haruskah anda dibeli seperti kucing?.
    Program Okelah,tunjukan.Namun Rakyat Melihat Realita/Kenyataan yang sudah anda Buat.sesuaikah?.
    Hukum Praktik Korupsi yang harus ditindak dengan tegas?.boleh dan sangat bagus.pertanyaan nya Apakah Anda tidak memperaktikkan Korupsi sekecil apapun dalam kehidupan anda sehari-hari.
    benahi dahulu anda.bicara Realita adalah hidup dengan Kejujuran dan Bijaksana.Bermasyarakat,sosialisasi,Punya Jiwa Peduli.cuma Omongan Kosong belaka bila anda bilang anda bisa tanpa campur tangan Warga dan Masyarakat.Jadi Peduli dari yang terkecil, jangan meloncat terlalu tinggi nantinya anda terjatuh remuk.Jadi bangunlah Remaja dan pemuda,Bangsa ini ada ditangan Pemuda.dibangun dari bawah hingga mencapai kemajuan bersama serta menjunjung tinggi Persatuan dan Kesatuan.
    R.MaruliMazmur.081389652636

  2. @r.marulimazmur
    trims atas komentarnya. berita di atas dari PEMILU 2004 lalu. pernyataan, “Kalau ditawari kaus, uang, rumah atau mobil, terima saja. Tapi buat nyoblos, tentukan sendiri secara merdeka dan bertanggung jawab,” disampaikan caleg partai merdeka ketika itu, aditya krisnamutri.

    mahalo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s