Mengapa Pejuang Irak Berdiam Diri?

0409
PASUKAN Amerika masuk Baghdad. Puluhan tank Abram dan kenderaan tempur Bradley dari Divisi Ke-3 Infantri dan Divisi Ke-101 Lintas Udara merengsek dari arah utara. Sementara Gugus Tugas 164 Divisi Ke-3 merengsek dari arah barat laut. Dan ribuan serdadu Amerika berjalan-jalan dengan riang di jantung Baghdad.

Kemana rakyat Irak yang mencintai kemerdekaan dan pemimpinnya, Saddam Hussein? Mengapa mereka, rakyat Irak, tidak menahan laju pasukan Amerika dengan berbagai cara, mulai dari menembakkan Kalashnikov kebanggan mereka sampai melakukan aksi bom bunuh diri? Kemana anak-anak Irak? Mengapa mereka tak keluar dari persembunyiannya, melempari tank-tank Amerika dengan batu sebesar kepalan tangan mereka, seperti yang dilakukan anak-anak Palestina terhadap tank-tank pembunuh Israel.

Kenapa tak ada perang kota, seperti di Mogadishu, Somalia tahun 1993 lalu, ketika pasukan Amerika kalah dan dipermalukan. Atau perang di Vietnam tahun 1960-an, dan perang di Semenanjung Korea tahun 1950-an? Mengapa tak ada perang yang katanya bakal menjadi jalan ke neraka bagi pasukan koalisi di tengah Baghdad?

Kemana Mohammed Saeed As Shahaf, Menteri Penerangan Irak yang gagah berani itu? Kemana Wapres Taha Ramadan? Kemana Waperdam Tariq Aziz? Kemana Uday Hussein dan Qusay Hussein?

Kemana Fedayeen, kemana Garda Republik? Kemana ribuan pasukan berani mati yang katanya siap membela Saddam dan kemerdekaan Irak? Tewaskah mereka? Kalahkah Irak? Kalahkan Saddam?

Hati kecil saya berkata, “Perang belum selesai.”

Perang tidak akan berakhir walau Saddam telah jadi mayat. Perang ini meninggalkan dendam dan kebencian. Amerika bukan cuma ancaman bagi Irak dan kawasan Timur Tengah. Amerika adalah ancaman bagi semua negara di muka bumi ini.

Lalu siapa orang-orang Irak yang menjarah toko-toko di Basra dan di Baghdad? Siapa orang-orang yang menghancurkan patung Saddam dan merobek-robek gambar Saddam?

Sejak bulan Desember lalu, Amerika melatih ribuan orang Irak anti-Saddam yang telah lama tinggal di Amerika dan negara-negara barat lain di sebuah kamp militer di Hungaria. Orang-orang ini memang dipersiapkan untuk kembali ke Baghdad. Mereka ditugaskan untuk merusak moral dan kepercayaan rakyat Irak dengan cara seperti itu: menghancurkan simbol-simbol kekuasaan Saddam.

Amerika juga menggunakan suku Kurdi yang anti-Irak. Orang-orang Kurdi ini ingin merdeka dan memiliki negara sendiri. Jadi mereka punya alasan kuat terjun ke Baghdad bersama pasukan koalisi. Amerika menggunakan siapapun, bertampang Arab atau tidak, untuk menghadapi Saddam.

Selama satu bulan sebelum perang dimulai, saya mengunjungi Syria dan Turki. Saya bertemu dengan banyak orang Irak di dua negara itu. Sebagian dari mereka membenci Saddam sampai ke tulang sumsum. Sebagian mencintai Saddam, juga sampai ke tulang sumsum. Saya tidak sedang mengajak orang untuk berpikir apakah Saddam itu pahlawan atau cecunguk. Tapi bagi banyak orang, Saddam adalah simbol perlawanan terhadap kecongkakan, keserakahan dan kemunafikan Amerika. Itu sudah cukup.

Kekalahan Irak, kalaupun itu terjadi, bukan sesuatu yang mengejutkan. Tapi kisah Irak dan Saddam Hussein, yakinlah, belum selesai. Mungkin, hari ini atau besok, dia akan hadir, menjelaskan kenapa di hari ke-21 pertempuran, pejuang Irak memilih berdiam diri.[t]

2 thoughts on “Mengapa Pejuang Irak Berdiam Diri?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s