Hizbullah

0300
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab di Mesir, diwarnai aksi adu urat leher antara pemimpin Libya Kolonel Muamar Qadhafi dengan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Abdullah.

Muamar Qadhafi berbicara lantang. Dia menuding Saudi Arabia dan Kuwait Cs yang menjalin hubungan baik dengan Amerika adalah penyebab menjadi suasana panas di daratan Arab.

Foto: bendera Hizbullah dalam demonstrasi menentang rencana Amerika Serikat menyerang Irak.

Kritik tajam Qadhafi membuat muka Abdullah merah padam. Dia marah bukan buatan. Jari telunjuknya dituding-tudingkan ke muka Qadhafi, yang tajam menatap mata Abdullah.

“Anda bisa duduk di situ karena siapa?” tanya Abdullah pada Qadhafi. “Jelas karena Amerika. Karena Anda, paling tidak, pernah dekat dengan Amerika,” kata sang pangeran lagi.

Perang mulut juga terjadi di gelanggang KTT Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Doha, Qatar. Ketua delegasi Irak, Izzat Ibrahim memaki Menlu Kuwait, Sheikh Mohammed Sabah Al Salem Al Sabah yang memotong pembicaraannya. “Diam kau, hai monyet. Kamu ini bangsa pengkhianat. Namamu sudah rusak,” kata Izzat. Siapa pengkhianat diantara bangsa Arab?

Pekan lalu saya berkunjung ke markas Hizbullah di Sayyidah Zaenab. Hizbullah adalah gerakan pembebasan Palestina yang bermarkas di Lebanon. Di Sayyidah Zaenab, markas Hizbullah dipimpin seorang pria tua berambut putih. Namanya Nader Kati. Dia orang Lebanon. Tadinya Nader tidak mau melayani pertanyaan saya. Katanya, kalau mau tahu sikap Hizbullah, silakan menghubungi markas besar di Lebanon sana.

Tapi lambat laun, dia mau juga berbicara soal Hizbullah, gerakan anti-Israel dan anti-Amerika, juga soal kemungkinan perang di Irak. Sesekali Nader menunjuk ke monitor televisi di ujung ruangannya. Televisi Lebanon Al Manar sedang menyiarkan berita. Isinya melulu tentang pembantaian Israel terhadap orang Palestina.

Di monitor, anak-anak Palestina, usia mereka saya perkirakan delapan sampai 12 tahun tengah melempari sebuah tank Israel dari balik reruntuhan gedung di sebuah tempat di Palestina.

Sebentar kemudian, muncul gambar beberapa orang menggotong tubuh pejuang Palestina. “Delapan orang syahid. Dua puluhan luka-luka,” ujar Nader dalam bahasa Inggris. Dia menjelaskan apa yang dikatakan pembawa acara. “Delapan orang syahid,” ulangnya. “Inalillahi. Allahu akbar,” sambungnya.

Tak lama berita selesai. Berganti talk show, juga tentang perlawanan bangsa Palestina terhadap Israel.

“Bagaimana Hizbullah memandang krisis di Irak?” tanya saya. Nader mengangkat bahu. “Kami tidak punya komentar. Anda tahu kenapa? Amerika dan Israel adalah penjahat dan dajjal. Mereka ingin menghancurkan bangsa Palestina dan bangsa-bangsa Arab. Mereka ingin menghancurkan umat Islam. Sementara Saddam belagak seperti pahlawan bagi bangsa Arab dan umat Islam. Padahal, sesungguhnya dia juga kaki tangan Amerika dan Israel,” jawab Nader.

Bagaimana sikap negara-negara Arab, tanya saya lagi. Nader menatap saya. “Anda tengah berbicara tentang perang yang belum terjadi. Tapi lihatlah perang yang sudah terjadi ini,” kata Nader. Maksudnya pembantaian orang-orang Palestina oleh pasukan Israel. “Dan apa yang dilakukan negara Arab? Mereka cuma bisa nonton.” Sungguh, mata Nader berkaca-kaca. Kami sama-sama diam beberapa menit lamanya.

Setelah itu, Nader bersuara lagi. Dia berharap serangan ke Irak menjadi awal kehancuran Amerika. Setelah Irak, Amerika akan menghancurkan Iran, lalu Syria. Dan, setelah itu Hizbullah di Lebanon. “Kami sesungguhnya menunggu mereka. Perang besar, sebentar lagi akan terjadi. Amerika kira, mereka yang menentukan apapun di dunia ini. Allah lah yang telah menentukan apa yang akan terjadi diantara umatnya,” ujar Nader sekali lagi. Sinar matanya tajam.[t]

Advertisements

2 thoughts on “Hizbullah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s