The Old Damascus

0319
Di Damaskus, ibukota Syria, ada benteng tua. Letaknya persis di tengah kota. Kota di dalam benteng itulah yang disebut sebagai Damaskus Tua dan telah dihuni manusia sejak 6.000 sampai 4.000 tahun sebelum Masehi.

Di Damaskus Tua ada sebuah jalan lurus yang membentang dan membelah benteng menjadi dua sisi. Namanya Jalan Al Mustaqim atau Jalan Lurus. Ruas jalan ini dibagi dua. Sebelah barat, namanya Jalan Madhat Basha, pintu masuknya Bab (atau Gerbang) Al Jabiye. Letaknya beberapa ratus meter di sebelah selatan Jalan Pasar Umayyid. Kalau Anda telusuri, Pasar Umayyid membawa Anda ke Masjid Umayyid, yang pernah jadi pusat kekuasaan bangsa Yunani, Kristiani dan Islam (Bani Muawiyah).

Di sebelah utara Pasar Umayyid ada benteng besar yang juga sempat dijadikan pusat pertahanan tiga peradaban tersebut di masa lalu.

Foto: Patung Salahuddin Al Ayubbi di benteng tua Damaskus.

Bagian timur Jalan Lurus disebut Jalan Sharqi. Pintu masuk ke jalan ini adalah Bab Sharqi. Di sebelah kiri pintu gerbang Sharqi yang melengkung ada sebuah menara. Di dinding bagian bawah menara itu teradapat sebuah tulisan yang menjelaskan bahwa menara itu dibangun di awal abad ketiga Masehi. Namanya Menara Baido’ atau Menara Putih.

Tingginya sekitar sepuluh meter, ujungnya berbentuk lancip, beratapkan seng yang sudah sangat tua, tampak sudah berkali-kali diganti, dan berwarna kehitam-hitaman. Sebelum atap, ada pagar kayu berwarna hijau.

Menara ini tidak terlalu besar. Lebar penampang bawahnya kira-kira 1,5 meter kali 1,5 meter. Semakin ke atas semakin lancip. Nabi Isa Alaihi Salam, rasul ke-24 yang wajib diimani umat Islam, konon akan turun di menara ini sebelum akhir dunia. Begitu tertulis dalam beberapa riwayat Islam, kata teman saya.

Bagi saya Jalan Mustaqim ini unik. Lebarnya tak seberapa. Hanya sekitar tiga meter. Beberapa bangunan, mulai dari rumah, pertokoan, masjid dan gereja, serta gedung sekolah di sisi kiri dan kanan Jalan Mustaqim terlihat tua. Beberapa bahkan sangat tua, tidak ditempati, kayu-kayunya kropos, tembok batunya sompel-sompel. Kata guide book yang menemani saya selama mengilingi Damaskus, Jalan Mustaqim ini juga disebut-sebut dalam Injil, kitab suci umat Kristen.

Di Jalan Mustaqim ada dua sekolah yang, lagi-lagi bagi saya, unik. Sekolah pertama di sebelah kiri. Saya cuma bisa melongoknya dari luar. Pintunya tertutup rapat. Nama sekolah itu dituliskan dalam papan berwarna biru di luar tembok, dalam aksara Arab dan aksara Ibrani. Kata teman saya yang bisa berbahasa Arab, kalau tulisan-tulisan dalam bahasa Arab itu diterjemahkan secara baku, sekolah itu bernama Sekolah Khusus Dunia yang Tercampur.

Mungkin sekolah itu mengajarkan semacam ilmu hubungan internasional, yang mengajarkan manusia diciptakan Tuhan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal satu sama lain. Bukan saling memusuhi dan membasmi. Mungkin seperti itu.

Sekolah lainnya berada di sebelah kanan, tak jauh dari sekolah pertama. Namanya Sekolah Mukhisiniyah. Sekolah ini khusus untuk putra-putri penganut Syiah aliran Mukhsiniyah. Saya masuk ke dalam sekolah itu. Di atas lantai ada bendera Israel, putih dengan dua strip biru atas-bawah dan bintang segi enam di tengah. Bendera itu kotor terinjak-injak dan robek.

Selain bendera Israel, mereka juga meletakkan bendera Amerika di atas lantai, persis di muka pintu masuk. Agar semua orang yang memasuki madrasah itu menginjak-injak dua bendera tadi. Untuk apa, tanya saya,

“Begitulah cara kami menanamkan semangat anti Israel dan Amerika pada murid-murid kami. Kami akan menginjak-injak bendera mereka sampai mati. Suatu hari, kami pasti bisa betul-betul menginjak mereka,” kata seorang guru.

“Kami membenci mereka, karena mereka mencoba memusnahkan kami dari dunia,” sambungnya.[t]

One thought on “The Old Damascus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s