Perang Mulut

0306
Hari ini Dewan Keamanan (DK) PBB kembali menggelar sidang di New York, Amerika. Agendanya, laporan terakhir pelucutan senjata di Irak. Ketua United Nations Monitoring Verification and Inspection Commission (UNMOVIC) Hans Blix dan Ketua International Atomic Energy Agency (IAEA) Mohammad El Baradei akan kembali berbicara di depan 15 anggota DK PBB.

Sidang DKK PBB akan dilanjutkan dengan voting terbuka atas usulan resolusi baru yang disampaikan Amerika, Inggris dan Spanyol pekan lalu.

Dalam resolusi berisi 12 pasal itu, Amerika Cs meminta kewenangan menggunakan kekuatan militer untuk menyerang Irak. Sidang diperkirakan akan berlangsung dengan alot, perang mulut bisa saja terjadi diantara peserta sidang. Prancis dan Rusia, dua anggota tetap DK PBB bersama Jerman, sejak awal mengatakan tidak mendukung sama sekali resolusi baru yang diusulkan Amerika Cs itu. Bahkan Prancis dan Jerman telah menyampaikan nota penolakan, sesaat setelah Amerika dan Inggris mengajukan draf resolusi tersebut.

Perang mulut lebih dahulu terjadi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Konferensi Islam di Doha, Qatar, kemarin. Qatar termasuk salah satu negara berpenduduk Islam di jazirah yang menerima kehadiran serdadu Amerika. Selain Qatar, negara berpenduduk Islam lainnya di daratan Arab, Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman dan Bahrain, juga mempersilakan Amerika menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Irak.

Perang mulut terjadi ketika Ketua delegasi Irak, Izzat Ibrahim, sedang berbicara.

Utusan khusus Saddam Hussein ini menyesalkan sikap sebagian negara-negara Islam yang berpihak pada kepentingan Amerika Cs. Tiba-tiba Menlu Kuwait, Sheikh Mohammed Sabah Al Salem Al Sabah memotong kalimat Izzat. Muka Al Sabah memerah. Izzat tak mau kalah.

Dengan suara keras dan lantang dia berteriak, “Diam kau, hai monyet. Kamu ini bangsa pengkhianat. Namamu sudah rusak.”

Mendengar temannya dibentak seperti itu, Menteri Penerangan Kuwait, Sheikh Ahmed Fahd Al Ahmed berdiri. Maksudnya mau membantu. Bendera kecil Kuwait di depannya dikibas-kibaskan. Dia berteriak kepada pimpinan sidang. Katanya, dia mau bicara, membalas makian delegasi Irak.

Raja Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani yang jadi tuan rumah dan pimpinan sidang, mendehem kecil. Lalu berkata, “Saya harap kita semua paham. Ini bukan saatnya saling mencerca. Kita sedang menghadapi persoalan yang sangat besar.”

Sementara di Damaskus, kemarin, Presiden Syria Bashar Al Assad bertukar pikiran dengan Presiden Prancis Jaques Chirac. Dalam pembicaraan via telepon itu, Bashar mengatakan, seperti Prancis, negaranya tidak akan memberi bantuan kepada Amerika Cs. Syria adalah negara di jazirah Arab yang bersikap paling keras terhadap Amerika. Banyak kalangan menduga, setelah Irak, Amerika akan menyerang Iran dan Syria. Lalu Lebanon.

Bashar dan Chirac sepakat untuk terus berkomunikasi dan memperkuat kerja sama menentang rencana Amerika menghancurkan kawasan Arab itu.

Di hari yang sama, Bashar juga menerima utusan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Mike Obrein. Menlu Inggris ini meminta Bashar menerima rencana Inggris dan Amerika menyerang Irak.

Tapi sekali lagi Bashar menegaskan, negaranya tidak mendukung sama sekali rencana itu. Kata Bashar, yang harusnya dilakukan PBB, Amerika, Inggris dan negara besar lainnya adalah melucuti senjata Israel yang sampai hari ini terus membantai bangsa Palestina.[t]

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s