Boneka

0304
SEBELUM menciptakan kepala negara boneka di Irak pasca Saddam Hussein, Amerika akan menugaskan seorang gubernur jenderal di negeri Teluk Parsia itu. Kemungkinan besar, jabatan itu akan diisi oleh Jenderal Tommy Franks. Di mata Washington, kroni Menhan Amerika Donald Rumsfeld ini punya karier yang cemerlang.

Tahun 2001 lalu, Komandan Central Commando (Centcomm) ini juga memegang peranan penting dalam menghancurkan Afghanistan. Beberapa kali dia melobi pemimpin Uzbekistan, Tajikistan dan negara-negara Asia Tengah lainnya.

Sejauh yang saya ketahui, saat itu Uzbekistan menolak semua tawaran Tommy Franks. Presiden Uzbekistan Islam Karimov tidak mengizinkan Infanteri Gunung ke-100 Amerika yang sejak beberapa tahun lalu berada di wilayah selatan Uzbekistan, melewati garis perbatasan.

Sementara Tajikistan punya hubungan baik dengan Rusia. Ratusan ribu serdadu Rusia sejak lama bersiaga di perbatasan Tajikistan-Afghanistan. Tommy Franks tak berhasil melobi Tajikitan. Itu sebabnya Donald Rumsfeld berkunjung langsung ke Moskow. Hasilnya nihil juga.

Walhasil, Amerika menggunakan Aliansi Utara untuk menggusur Taliban pimpinan Mullah Omar.

Nah, sudah seminggu ini, Tomnmy Franks berada di pangkalan Amerika di Kuwait. Dia tengah mempersiapkan rencana penyerbuan ke Baghdad dalam waktu dekat. Dia terus menambah jumlah pasukan Amerika di Teluk Parsia. Pokoknya, begitu Saddam jatuh, entah karena sebab apa pun, Tommy Franks dan pasukannya merengsek masuk.

Hari Minggu lalu Centcomm telah menjadwalkan keberangkatan 60.000 serdadu Amerika ke kawasan Teluk. Tapi Centcomm agaknya masih merahasiakan negara tujuan serdadu sebanyak itu. Tadinya, Amerika memang telah menjadwalkan pengiriman 62.000 serdadu ke Turki. Penolakan DPR Turki membuat keinginan Amerika terkatung-katung.

Sebanyak 17.000 serdadu dari Divisi Kavaleri Kesatu Amerika, termasuk dalam rombongan yang akan diberangkatkan itu. Divisi Kavaleri Kesatu yang berpangkalan di Fort Hood, Texas, negeri leluhur George W Bush ini, membawa tank pembunuh Abrams, kenderaan tempur Bradley dan berbagai unit pendukung lainnya.

Kata seorang pejabat Centcomm, 60.000 serdadu ini punya tugas khusus. Tidak disebutkan tugas khusus apa, yang jelas amat rahasia dan berbeda dengan tugas pasukan Amerika lainnya yang sudah berada di kawasan Teluk.

Sekitar 310.000 serdadu Amerika akan meramaikan kawasan Teluk. Sampai detik ini, yang sudah menempati pangkalan-pangkalan militer Amerika di negara Teluk sudah mencapai angka 250.000.

Sementara itu, pesawat pengebom Amerika B-52 tiba di Inggris hari Minggu lalu. Pesawat-pesawat ini akan menjatuhkan bom-bom dahsyat milik Amerika di atas kota Baghdad, sebagai tanda perang dimulai.

Sebuah divisi senjata tempur berat yang berpangkalan di Wiesbaden, Jerman, juga sudah digerakkan menuju Irak dari utara. Sekitar 15.000 sampai 17.000 serdadu Amerika bergabung dalam pasukan ini. Juga tank-tank pembantai dan kenderaan tempur lainnya.[t]

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s