Notes, Syria

Dihancurkan di At Taji

0301
PEMIMPIN Irak, Presiden Saddam Hussein bersedia menghancurkan empat misil Al Samoud-2 milik negeri seribu satu malam itu. Penghancuran keempat misil tersebut dilakukan kemarin, pukul 13.00 waktu Irak di At Taji, beberapa kilometer di sebelah utara Baghdad. At Taji ini semacam “rumah produksi” Al Samoud-2 terbesar di seantero Irak.

Sikap Saddam ini memperkuat posisi Irak di mata PBB. Apalagi, di hari yang sama, Dewan Keamanan PBB di New York mulai melakukan pembicaraan informal mengenai draf resolusi baru untuk pelucutan senjata Irak yang disampaikan Amerika, Inggris dan Spanyol. Dalam draf yang berisi 12 pasal itu, Amerika Cs meminta kewenangan penuh menggunakan kekuatan militer untuk menghancurkan Saddam.

Menurut trio Amerika, Inggris dan Spanyol, Resolusi PBB nomor 1441 tentang program pelucutan senjata Irak sangat lemah. Resolusi itu membuat United Nations Monitoring, Verification and Inspection Commission (UNMOVIC) tak bernyali sama sekali.

Padahal, tidak sekalipun Saddam pernah mengusir tim UNMOVIC.

Tim yang dipimpin Hans Blix ini diperbolehkan memasuki dan memeriksa istana Saddam, sesuatu hal yang nyaris tidak masuk akal, mengingat betapa tertutupnya Saddam selama ini.

Tim UNMOVIC juga diperbolehkan memawancarai para ilmuwan Irak untuk mencari keterangan tentang apa yang disebut dengan program senjata pemusnah massal Irak. Sebelumnya, ramai disas-suskan, para ilmuwan Irak tidak boleh berbicara kepada siapapun tentang keadaan negeri mereka.

Beberapa jam setelah Amerika Cs mengajukan draf resolusi baru itu, Prancis dan Jerman yang keras menentang rencana Amerika Cs, mengajukan memorandum penolakan. Menurut mereka, jalan damai untuk melucuti Irak masih terbuka lebar. Sangat lebar bahkan.

“Keputusan Irak menghancurkan misil mereka memperlihatkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan PBB membuahkan hasil,” kata Menlu Prancis Dominique de Villepin, Jumat lalu.

“Belum waktunya PBB memberi resolusi baru bagi Irak. Tidak ada alasan untuk meninggalkan jalan damai menuju perlucutan senjata Irak,” katanya lagi menyindir negara superpower Amerika.

Misil Al Samoud-2 menurut Blix harus dihancurkan karena melanggar ketentuan jarak jangkauan yang ditentukan dalam Resolusi 1441. Dalam resolusi itu, Irak hanya diperbolehkan memiliki misil dan rudal dengan jarak jangkauan terbatas, tidak lebih dari 150 kilometer sekali tembak.

Dalam wawancara dengan jaringan televisi CBS milik Amerika awal pekan lalu, Saddam Hussein sempat mengatakan dirinya tidak akan menghancurkan misil-misil tersebut. Menurut Saddam, misil yang dimiliki negaranya tidak melebihi jarak jangkauan yang ditetapkan PBB. Tapi mungkin karena lebih mencintai perdamaian dari pada peperangan, akhirnya Saddam mengalah lagi.

Kenapa Amerika ngotot menghancurkan Saddam? Kata kebanyakan pengungsi Irak yang saya temui di Sayyidah Zaenab, sepuluh kilometer dari Damaskus, karena Amerika lah yang memberikan semua senjata itu kepada Saddam saat perang Irak-Iran tahun 1980-1988.[t]

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s