Menculik Saddam

0224
DEVIDE et impera atau pecah belah dan jajah adalah teknik paling tua dan paling populer untuk menghancurkan lawan. Teknik ini mengubah wajah dunia sepanjang zaman, terus menerus. Kini Amerika lah yang paling trampil menggunakan teknik ini.

Mereka memanfaatkan sedemikian rupa pertentangan antar kelompok di suatu negara atau kawasan. Sejak dulu. Sejak mereka merasa dirinya adalah tuan maha raja di atas bumi ini, dan tak boleh ditandingi, disaingi.

Tahun 2001 lalu, Amerika memanfaatkan kelompok-kelompok Pasthun dan suku-suku lain di Afghanistan untuk menghancurkan rezim Taliban. Di Semenanjung Korea, Amerika menunggangi Korea Selatan untuk menekan Korea Utara. Reunifikasi kedua Korea yang sudah mulai dibicarakan sejak 1997 berantakan, begitu Amerika campur tangan.

Teknik itu juga yang dipakai Amerika di Irak. Pemerintahan George W Bush memanfaatkan sebaik mungkin kelompok-kelompok oposisi yang menyimpan dendam dan sakit hati kepada Saddam Hussein.

Sebulan lalu, tepatnya tanggal 29 Januari, Amerika memulai program latihan khusus untuk menghancurkan Saddam. Sejumlah pemuda Irak yang lari dari negeri seribu satu malam itu direkrut. Mereka dikirim ke pangkalan militer Taszar, Hungaria. Sebagian dari mereka diangkut dengan kenderaan darat militer. Sebagian dengan pesawat terbang militer.

Di sana mereka dididik kemampuan dasar militer. Mulai dari jalan di tempat, hormat bendera sampai cara membidikkan senjata dengan benar dan tepat mengenai sasaran. Mereka juga dilatih cara menyergap mangsa, dan menghabisi nyawa mangsa dengan tangan kosong. Pengetahuan bahan peledak sudah barang tentu diajarkan juga. Tidak ketinggalan, kemampuan mencium dan menggunakan berbagai jenis racun mematikan. Mereka diberi suntikan antiracun.

Kelompok pertama yang dilatih berjumlah 58 orang. Pemerintah Amerika menyebut orang-orang Irak ini sebagai sukarekawan atau volunteer. Kelompok berikutnya mulai mengikuti latihan awal bulan Februari ini. Latihan akan terus dilanjutkan sampai akhir Maret. Orang-orang Irak ini diterjunkan di kancah pertempuran, kawasan Teluk.

Mereka inilah pasukan yang akan dikirim langsung ke pusat kekuasaan Saddam Hussein di Baghdad. Wajah-wajah Arab Irak seperti mereka jelas tidak begitu dicurigai bila mendekati Istana Saddam. Selain bertugas melaporkan keadaan kota Baghdad dan Istana Saddam, orang-orang ini juga dibekali rencana menculik Saddam, bila mungkin.

Sebuah jaringan televisi Hungaria melaporkan, tentara Amerika dan polisi Hungaria serta pasukan penjaga perbatasan Hungaria membangun instalasi militer, lengkap dengan barak-barak dan rumah sakit militer. Di sebuah kawasan di Hungaria. Setiap hari ada saja pesawat militer yang datang dan pergi di sana.

Departemen Pertahanan Amerika yang bermarkas di Pentagon mengatakan, orang-orang Irak yang mereka latih tersebut akan mengerjakan tugas-tugas administrasi sipil (civil administration duties). Sebagian dari mereka dikirim ke Baghdad, sementara sebagian lainnya disiapkan di pangkalan-pangkalan militer Amerika di sekitar Irak.

Mereka yang dipasang di pangkalan militer juga mengenakan seragam tentara Amerika dan Inggris, serta diperbolehkan menenteng senjata.[t]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s