Yang Kembali Diundur

sur13

0222
RENCANA Amerika dan Inggris menyerang Irak kembali diundur. Ribuan pasukan tempur kedua negara itu untuk sementara cuma bisa bengong di beberapa pangkalan militer mereka, di kawasan Teluk. Dewan Keamanan PBB baru akan mengambil keputusan, apakah memberi kewenangan kepada Amerika menggunakan kekuatan militer menghantam Irak, atau tidak, tanggal 7 Maret nanti.

Sebelumnya, tanggal 28 Februari nanti Ketua United Nations Monitoring, Verification and Inspection (UNMOVIC) Hans Blix akan menyampaikan laporan terakhir mereka di depan Dewan Keamanan PBB. Beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 3 Maret, Dewan Keamanan PBB lebih dahulu menggelar acara pengalihan pimpinan sidang, dari Jerman kepada Guinea. Beberapa kalangan menilai, pengalihan pimpinan sidang Dewan Keamanan PBB ini tidak banyak mempengaruhi peta kekuatan di Dewan Keamanan PBB.

Jerman bersama Prancis adalah dua negara Eropa yang paling keras menentang keinginan Amerika menyerang Irak. Guinea bersama dua negara Afrika lainnya, Angola dan Kamerun, adalah bekas koloni Prancis. Sikap ketiga negara itu terhadap rencana Amerika menyerang Irak, kurang lebih serupa dengan sikap Prancis, anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang mempunyai hak veto.

Dari Baghdad dilaporkan, juru bicara UNMOVIC Ewen Buchanan mengatakan pihaknya kemarin mengirim surat kepada pemerintah Irak. Isinya meminta agar Saddam Hussein menghancurkan lusinan misil Al Samoud-II yang dimiliki Irak. PBB melarang Irak memiliki misil jenis ini.

Seperti dikutip Syria Times, seorang kepala pabrik senjata Irak yang tak disebutkan namanya mengatakan, pihaknya tengah memindahkan 50 misil Al Samoud-II ke beberapa pangkalan militer Irak, dan tengah mengerjakan 50 misil Al Samoud-II lainnya.

Pekan lalu Blix mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa dua buah misil Al Samoud-II yang diakui Irak dilarang oleh Resolusi PBB nomor 687. Dalam resolusi itu disebutkan, Irak tidak boleh memiliki misil dengan jarak tempuh lebih dari 150 kilometer atau 93 mil. Resolusi itu dikeluarkan PBB saat perjanjian gencatan senjata bulan April 1991 silam. Masih kata Blix, Irak harus menghancurkan kedua misil itu dihadapan petugas PBB. Tapi dalam suratnya, Blix tidak menyebutkan kapan dan dimana kedua misil itu harus dihancurkan.

United Nations Special Commission (UNSCOM) yang ditugasi mengawasi Irak sejak Perang Teluk 1991 lalu telah menghancurkan 48 misil jarak jauh yang dimiliki Irak.

Seorang diplomat Irak di Baghdad mengatakan pihaknya akan merespon semua permintaan Blix tersebut. Sementara beberapa diplomat Irak di Damaskus mengatakan pihaknya akan menghancurkan senjata yang nyata-nyata dilarang dalam berbagai resolusi PBB. Senjata yang tidak dinyatakan dilarang, tidak akan dihancurkan Irak. Langkah ini untuk menjaga balancing power atau perimbangan kekuatan, agar Amerika dan sekutunya tidak merasa jadi tuan besar di muka bumi, yang dengan seenak perutnya menekan negara lain.[t]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s