Penjahat yang Melindungi Penjahat

sur57a

0214
BANGSA Arab tidak mau dipecah belah dan diadudomba Amerika yang tamak itu. Itu sebabnya puluhan atau mungkin ratusan ribu rakyat Syria hari ini akan menggelar demonstrasi menentang dan mengecam Amerika yang mau membumihanguskan Irak. Demonstrasi itu dipusatkan di Damaskus, ibukota Syria.

Kelihatannya pemerintahan Bashar Al Assad memberi dukungan penuh kepada para demonstran. Hubungan Syria dengan Amerika memang tidak baik. Bagi pemerintahan Amerika di Washington sana, Syria dimasukkan dalam daftar negara Timur Tengah yang mendukung aksi terorisme. Dalam warning terakhir yang dikeluarkan awal pekan lalu, Gedung Putih meminta warga Amerika di seluruh dunia berhati-hati. Apalagi kalau berada di Lebanon, Yordania dan Syria.

Nah, bagi Syria, Amerika adalah penjahat yang melindungi penjahat. Amerika membiarkan Israel menduduki Dataran Tinggi Golan di barat laut Syria. Kini Dataran Tinggi Golan menjadi salah satu ladang pembantaian bangsa Palestina oleh pemerintahan Israel, selain Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Seperti di Jakarta, Indonesia, demonstrasi menentang Amerika dan sekutunya yang ingin menghabisi bangsa Irak belakangan marak di wilayah Syria. Hari Senin (10/2) lalu, misalnya, seribuan anak-anak dan kaum Ibu yang tergabung dalam Women Committee for Supporting Intifada juga menggelar demonstrasi. Selain menentang rencana ratusan ribu pasukan Amerika ke kawasan Teluk, demonstran juga mengecam pembantaian yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina.

Syria berperan penting dalam upaya menggagalkan keinginan Amerika menguasai Irak dan mengontrol kehidupan di Timur Tengah. Akhir pekan lalu, Presiden Bashar mengadakan pertemuan dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak dan pemimpin Libyia Kolonel Muamar Qaddafi.

Dalam pertemuan yang digelar di Mesir itu, ketiga kepala negara tersebut menekankan pentingnya menjaga solidaritas sesama bangsa Arab dalam menghadapi isu serangan Amerika ini. Seperti usul Prancis dan Jerman, dua negara berpengaruh di Eropa, Bashar Cs meminta Amerika memberi kesempatan kepada UNMOVIC dan IAEA yang ditugaskan PBB memeriksa kemungkinan Irak memiliki dan mengembangkan senjata pemusnah massal.

Syria dan Irak punya hubungan yang kuat. Kedua negara ini sama-sama bekas pusat kekuasaan Imperium Islam di masa lalu.

Waktu Usman bin Affan berkuasa menggantikan Umar bin Khatab, dia mengutus Khalid bin Walid ke Damaskus, Syria. Setelah Usman tewas terbunuh oleh kelompok oposisi yang tak puas dengan caranya memerintah, Ali bin Abu Thalib berkuasa. Pusat pemerintahan dipindahkan ke Baghdad, Irak.

Hubungan Damaskus dan Baghdad sempat menegang. Ali tewas dibunuh kaum Khawariz. Beberapa tahun kemudian, puteranya Hussein dibantai di padang Karbala, beberapa kilometer sebelah barat Baghdad oleh orang-orang dari Damaskus. Bagi pengikut Ali, kaum Syiah, hingga kini peristiwa pembunuhan di padang Karbala menjadi ritual penting.[t]

Advertisements

1 thought on “Penjahat yang Melindungi Penjahat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s