Perang Dingin yang Belum Berakhir

DISKUSI terbatas di kalangan wartawan asing yang mangkal di Termez menyimpulkan bahwa Amerika Serikat memiliki maksud tersembunyi di balik serangan sepihak ke Afghanistan yang sudah memasuki minggu kelima.

Maksud tersembunyi itu adalah untuk menghapus pengaruh Rusia di Asia Tengah. Ketegangan yang tengah terjadi di kawasan ini dipandang sebagai jilid kedua dari Perang Dingin.

Diskusi yang digelar dadakan di teras Hotel Surkhon di sore hari yang cerah itu dihadiri wartawan Italia, Perancis, Norwegia, Jerman, Turki dan saya. Kami duduk di anak tangga, memandang taman hotel yang begitu asri.

Selama lebih dari 70 tahun Uni Soviet menguasai negeri-negeri di Asia Tengah, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Kazakhstan dan Turkmenistan dalam sebuah pemerintahan kolektif semi federasi Soedineniy Sovietskiy Sosialisticheskiy Respubliki alias Uni Soviet.

Di tahun 1991 Uni Soviet runtuh setelah diterpa berbagai konflik internal dan krisis ekonomi yang antara lain diakibatkan ambisi menguasai Afghanistan (1979-1989).

Jauh sebelum keruntuhannya, seusai Perang Dunia Kedua, Uni Soviet dan Amerika Serikat tampil sebagai dua seteru besar di panggung global. Kedua negara ini bertarung merebut simpati dan pengaruh dari negara-negara lain. Masing-masing membangun Blok Timur yang sosialis dan Blok Barat yang kapitalistik.

Mereka adu senjata dan kecanggihan teknologi. Persaingan keduanya sampai ke ke urusan siapa yang bisa menguasai langit.

Adalah Uni Soviet yang pertama kali berhasil mengirimkan misi ke luar angkasa. Pada Oktober 1957 Uni Soviet memetik poin pertama dalam pertarungan di langit. Sputnik 1 menjadi satelit artifisial pertama yang meluncur ke ruang angkas. Poin kedua didapatkan Uni Soviet di bulan April 1961, ketika misi luar angkasa Vostok 1 berhasil menembus orbit bumi dan membuat kosmonot Yuri Gagarin sebagai manusia pertama yang mengelilingi bumi dari luar angkasa.

Butuh satu dekade bagi Amerika Serikat untuk bisa menyamai dan melampaui prestasi Uni Soviet ini. Pada Juli 1969, misi Apollo 11 berhasil mendarat di bulan, dan astronot Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di satelit bumi itu.

Amerika Serikat mengintili apapun yang dilakukan Uni Soviet. Demikian sebaliknya. Dinas intelijen Amerika Central Intelligent of Amerika atau CIA adu kecerdasan melawan dinas intelijen Uni Soviet Komitet Gosudarstvenniy Bezapaznosti atau KGB.

Tak berlebihan bila dikatakan bahwa Amerika Serikat bertepuk tangan tanda girang menyambut kehancuran Uni Soviet dan Blok Timur. Tetapi hanya sebentar. Sistem yang ditinggalkan Rusia di negara-negara bekas jajahannya itu terlalu kuat untuk lenyap dalam waktu sepuluh tahun.

Tahun 1993, Tajikistan mengundang Rusia untuk memperkuat pasukan tempur mereka di selatan, di wilayah yang berbatasan langsung dengan Afghanistan dan sedikit Republik Rakyat China. Saat ini pengaruh militer Rusia di Tajikistan semakin besar.

Selain Tajikistan, di Kyrgyzstan dan Turkmenistan pengaruh Rusia pun masih kuat.

Amerika Serikat kembali gerah. Setelah bersaha keras, tahun 1995 kekuatan militer Amerika Serikat berhasil masuk ke Uzbekistan. Beberapa perwira terpilih Uzbekistan pun dikirim belajar ke Amerika Serikat.

Bagi Uzbekistan bantuan militer Amerika Serikat ini diperlukan untuk menghadapi kelompok Islam fundamentalis anti pemerintah, Islam Movement of Uzbekistan (IMU). Kelompok ini disebut-sebut memiliki hubungan dengan kelompok sejenis di Tajikistan dan Kyrgyzstan.

Selama ini Amerika Serikat butuh alasan untuk bisa unjuk gigi dengan garang di Asia Selatan. Ketika menara WTC dan Gedung Pentagon diserang oleh kelompok yang tidak teridentifikasi, Amerika merasa dirinya telah memiliki alasan memulai perang baru yang bisa dijadikan alat untuk menanamkan pengaruhnya di Asia Tengah. Dan sedikit demi sedikit menggeser pengaruh Rusia.

Bahkan, menurut wartawan Norwegia dalam diskusi itu, sebuah laporan intelijen yang menyebutkan, jauh sebelum peritiwa 11 September Amerika sudah berencana menyerang Afghanistan akhir tahun ini. Amerika butuh satu perang di Asia Tengah untuk bisa memusnahkan pengaruh Rusia selamanya.[guh]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s