Tanya Mengapa Belum Dibuka

HINGGA kemarin jembatan yang menghubungkan Uzbekistan dan Afghanistan di Sungai Amu Darya belum juga dibuka.

Padahal dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Sekjen PBB, Kenzo Oshima, pekan lalu, Presiden Islam Karimov berjanji akan segera membuka perbatasan yang mereka tutup sejak 1998, saat Taliban menyerang Mazar I Sharif dan memaksa ribuan warga Afghanistan melarikan diri ke Termez.

Dalam pertemuan itu Islam Karimov berjanji akan mengizinkan PBB menggunakan bandara di Termez dan pelabuhan di tepi Sungai Amu Darya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan.

Saat ini dilaporkan bahwa bantuan kemanusiaan dari berbagai organisasi internasional juga sudah berada di Termez. Begitu juga dengan bantuan yang dikelola UN Joint Logistical Center (UNJLC) baik yang berasal dari lembaga-lembaga di bawah payung PBB maupun dari lembaga kemanusiaan di luar PBB.

UNJLC didirikan di Islamabad, Pakistan, awal Oktober 2001. Organisasi ini bertugas mengkoordinir bantuan yang dikirimkan berbagai lembaga kemanusiaan ke sebuah wilayah atau negara yang mengalami krisis. UNJLC dikendalikan dari Roma di Italia dan Islamabad di Pakistan.

Dikhawatirkan, bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan yang sudah berada di Termez bisa rusak bila tak segera disalurkan ke Mazar I Sharif.

Sebelum berangkat ke Termez saya sempat menemui Jurubicara Unicef di Tashkent, Rupa Joshi, untuk mendengarkan rencana penyaluran bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan.

Dia mengatakan, bahwa prioritas pertama adalah mengirimkan bantuan untuk penduduk di Provinsi Balkh. Bila keadaan sudah memungkinkan, dari Mazar I Sharif bantuan akan dikirimkan ke kota-kota lain seperti Kabul dan Herat yang juga terisolasi dari dunia internasional.

 

Rupa Joshi mengatakan, keberhasilan pengiriman bantuan kemanusiaan itu sangat tergantung sikap pemerintah Uzbekistan.

“Saya juga tidak habis mengerti mengapa garis perbatasan itu belum juga dibuka. Padahal pemerintah Uzbekistan sendiri yang mengatakan rencana itu pada kita semua. Sekarang semua orang menunggu bukti keseriusan mereka,” kata wanita berkebangsaan Nepal ini.

Kata Rupa lagi, saat ini satu kontainer bantuan sudah masuk gudang di Termez yang terletak beberapa kilometer dari garis perbatasan. Sementara satu kontainer lainnya masih dalam perjalanan ke Uzbekistan. Selain itu satu kontainer bantuan sedang tertahan di Bandara Tashkent.

Bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan Unicef berupa obat-obatan darurat termasuk alat medis untuk ibu melahirkan, alat bantu sekolah, jaket dan pakaian untuk menghadapi musim dingin. Semua barang-barang itu dikemas dalam peti besi.

Total nilai bantuan yang disiapkan Unicef untuk rakyat Afghanistan sebesar 18 juta dolar AS

Sikap pemerintah Uzbekistan yang dinilai tidak tegas dan maju-mundur terkait rencana pembukaan perbatasan ini memunculkan berbagai spekulasi di kalangan wartawan dan aktivis kemanusiaan yang sudah berada di Termez.

Ada dugaan bahwa pemerintah Uzbekistan tidak benar-benar berniat membuka garis perbatasan dengan Afghanistan di Kota Termez itu.

Uzbekistan kelihatannya khawatir akan ada gelombang pengungsi dari utara Afghanistan menuju Termez. Saat ini diperkirakan sekitar 3 juta warga Afghanistan tinggal di dekat perbatasan. Mereka juga tengah menanti kapan jembatan Amu Darya akan dibuka. Begitu dibuka, gelombang besar pengungsian seperti yang terjadi pada kurun 1997-1998 akan terulang lagi.

Selain itu, yang dikhawatirkan pemerintah bukan hanya gelombang pengungsi, melainkan tentara Taliban yang mungkin sekali akan menyusup di antara pengungsi. [t]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s