MUNGKINKAH suatu hari nanti Federasi Rusia dipimpin seorang Muslim?
Mufti Muhammad Rahimov yang saya temui di satu-satunya masjid di Pyatigorsk, sebuah kota di Krai Stavropol, menganggukkan kepala. Read more »
MUNGKINKAH suatu hari nanti Federasi Rusia dipimpin seorang Muslim?
Mufti Muhammad Rahimov yang saya temui di satu-satunya masjid di Pyatigorsk, sebuah kota di Krai Stavropol, menganggukkan kepala. Read more »
SEPASANG suami istri paruh baya yang duduk di deretan belakang tersenyum ramah ketika saya membidikkan kamera ke arah mereka. Sang suami di sebelah kanan mengenakan jas hitam. Semacam lencana berbentuk bintang bersegi banyak tersemat rapi di dada kiri. Adapun sang istri mengenakan jilbab dan blazer merah marun dengan setangkai kembang plastik oranye yang juga disematkan di dada kiri. Read more »
Pluralisme, kebhinnekaan dan keberagaman di Indonesia sedang menghadapi ancaman. Kekerasan terhadap penganut keyakinan dan kepercayaan yang berbeda seakan menjadi hal yang biasa dalam pembicaraan juga pemberitaan sehari-hari. Read more »
Pemimpin di masa depan harus berwawasan pluralisme yang mengedepankan toleransi antarumat beragama, karena kenyataannya Indonesia bukanlah negara agama. Semua perbedaan agama, suku, dan ras harus jadi kekuatan membangun Indonesia yang lebih baik, damai, dan adil di masa mendatang. Read more »
Spekulasi yang menyebut Indonesia berpeluang mengalami nasib seperti Yugoslavia didasarkan pada pandangan sempit yang mengabaikan faktor kultural masyarakat yang menginginkan harmoni dan stabilitas. Read more »
Keberagaman atau pluralisme bukan barang baru di Republik Indonesia. Belakangan ini kekerasan dengan menggunakan agama dan keyakinan sebagai alasan memang terlihat lebih sering terjadi dibandingkan pada masa sebelumnya. Namun, hal itu bukan karena keberagaman. Melainkan karena negara dan pemerintah tidak hadir dan gagal melindungi warga negara dan menegakkan hukum yang berwibawa. Read more »
Pendidikan pluralisme dibutuhkan para calon pemimpin umat untuk menumbuhkan sikap toleransi, saling pengertian, dan pembangunan karakter bangsa. Selain tentu saja dibutuhkan untuk memperkuat pondasi kebangsaan Indonesia. Read more »
Karut-marutnya Indonesia yang oleh berbagai kalangan ditengarai sudah sangat membahayakan, karena berpotensi membawa negeri ini menuju negara gagal, membuat KH Abdullah Faqih bersedih.
Kiai khos pengasuh Pondok Pesantren Langitan ini, sebagaimana diungkapkan Adhie M Massardi, yang menemui beliau di Langitan, Tuban, Jawa Timur, melihat apa yang terjadi sekarang sesungguhnya akibat negeri ini dikuasai kalangan elit saja, tanpa adanya kepemimpinan. Sehingga para penyelenggara pemerintahan menganggap negara dan seluruh kekayaannya yang sangat besar ini milik mereka. Read more »
Teologi mati syahid model terpidana mati bom Bali I Amrozi bisa memperpuruk nasib jutaan rakyat miskin di Indonesia. Kesediaan mati dengan bom bunuh diri yang sulit diterima akal sehat bukan hal aneh dalam sistem keberagamaan tertutup (ortodoks). Sejumlah pemikiran Islam (dan agama lain) meletakkan dunia kehidupan sebagai daarul harb (wilayah perang) melawan daarussalam (Islam). Read more »
Kelompok Ahmadiyah, sebagaimana diributkan belakangan ini, adalah salah satu dari ratusan kelompok dan aliran yang ada dalam Islam. Nama Ahmadiyah sendiri dinisbatkan kepada pendiri mazhab ini, yakni Mirza Ghulam Ahmad, yang lahir di Qadiyyan, India, pada tahun 1281 H. Read more »
Oleh: Prof Dr Ahmad Syafii Maarif
Hubungan Islam dan demokrasi, sesungguhnya sangat erat dan komplementer. Meski di masa lalu, harus diakui, ada sekelompok intelektual yang memperdebatkan apakah Islam kompatibel dengan nilai-nilai demokrasi atau bahkan sebaliknya.
Beberapa waktu lalu ada pernyataan menarik dari ulama terkenal, Syekh Yusuf Qaradhawi, dalam kunjungannya ke Indonesia awal bulan ini. Menurutnya, Islam selaras dengan nilai-nilai demokrasi. Ia menunjuk bukti Indonesia yang mayoritas Muslim terbesar di dunia, mampu membumikan secara bersamaan nilai-nilai Islam dan demokrasi.
Kalau kita merujuk masa Nabi Muhammad, kehidupan berdemokrasi dengan menjunjung asas musyawarah dan menjunjung perbedaan antar pemeluk agama dan kepercayaan saat itu, membuktikan Islam mampu menjadi pilar kehidupan yang demokratis. Ini juga dapat dibaca dalam Piagam Madinah, yang memuat pasal-pasal kebersamaan, persamaan di mata hukum, dan lain sebagainya.
Sebenarnya, bukan hal baru bila Indonesia dinilai mampu mempraktekkan nilai-nilai Islam dan demokrasi secara damai dan berbarengan. Seperti yang pernah saya tulis dalam buku Tuhan Menyapa Kita (2006), mantan presiden Amerika, Jimmy Carter dalam observasinya terhadap pemilu 2004 menyatakan, “Warga Muslim mampu menerapkan pemerintahan demokratis yang sesungguhnya.” Padahal di sisi lain, politikus elit AS di Washington dan media massa Barat sempat tak percaya, Islam mampu mewujudkan demokrasi.
Membincang Islam dan demokrasi juga tidak lepas dari nilai-nilai keadilan. Mengapa? Karena keadilan menjadi spirit utama tegaknya Islam dan demokrasi. Al-Quran Surat An-Nisa ayat 58: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar Lagi Maha Melihat.”
Ayat ini mencerminkan beberapa prinsip: Pertama, berlaku amanat. Setiap orang mampu menjaga kehidupan materinya dan bekerja untuk menghidupi keluarga. Seorang mukmin tidak diperkenankan untuk berlaku curang, bohong dan khianat. Kedua, berlaku adil dalam menetapkan hukum untuk kemaslahatan manusia.
Ibnu Taimiyah mengomentari ayat tersebut: “Wahai para pemimpin Muslim, Allah memerintahkan kepada kalian untuk berlaku amanat dalam kepemimpinan kalian, tempatkanlah sesuatu pada tempat dan tuannya, jangan pernah mengambil sesuatu kecuali Allah mengizinkannya, jangan berbuat zalim, berlaku adil adalah keharusan dalam menetapkan keputusan hukum di antara manusia. Semua ini adalah perintah Allah yang ditetapkan dalam Al-Quran dan Sunnah. Jangan pernah melanggarnya, karena itu perbuatan dosa.”
Imam Qurthubi menyampaikan bahwa, “Ayat di atas berlaku umum untuk semua manusia yang menjadi pemimpin kalangan Islam. Keadilan dalam distribusi pendapatan, menghancurkan setiap gerakan kezaliman, dan menegakkan keadilan dalam pemerintahan. Seorang pemimpin Muslim harus bisa berlaku amanah setiap menerima titipan, menyampaikan kesaksian dan lain sebagainya. Perintah untuk berlaku adil dan amanah sama halnya dengan perintah shalat dan ibadah lainnya.”
Berlaku amanat mungkin suatu sikap langka di negeri ini. Para politikus yang berkoar-koar tentang amanat rakyat yang akan diperjuangkannya hanyalah isapan jempol belaka. Rakyat ibarat burung pungguk merindukan bulan, yang suaranya mereka perebutkan saat kampanye dan mereka lupakan setelah menduduki jabatan sebagai anggota dewan terhormat. Inilah drama politik yang berlangsung di negeri kita. Meski demikian, masih ada orang-orang yang memegang amanat tapi suaranya tak kedengaran dikalahkan oleh kebisingan dan keriuhan suara kaum hipokrit (munafik).
Mudah-mudahan mereka sadar dan serius mewujudkan amanat yang telah diberikan rakyat.
Kaum Muslim di Indonesia tak pernah ragu menerima dan menyerap nilai-nilai demokrasi yang sudah sejak lama diperjuangkan bukan hanya oleh para pendiri bangsa, tetapi juga oleh organisasi Islam mainstream yang terus menggagas Islam yang kontekstual, yaitu yang mampu merespons persoalan masa kini. Read more »
Bagi umat Islam, berjihad merupakan jalan yang sangat dianjurkan oleh Islam. Dalam banyak bentuknya, jihad dapat dilaksanakan secara individu, kelompok, maupun dalam masyarakat yang lebih besar, yakni bangsa dan negara. Namun demikian, tak dipungkiri masih ada segelintir kaum Muslimin yang salah dan menyelewengkan ajaran jihad untuk kepentingan tertentu. Read more »
Jihad menjadi kosakata populer di Indonesia pascatragedi WTC 2001 silam. Namun konotasi negatif masih berhembus sama; sebuah kekerasan fisik, pembantaian, pembunuhan dan teror. Kasus Maluku, Poso, dan Afghanistan adalah beberapa contoh paling riil dari pemaknaan jihad dengan konotasi negatif seperti itu. Read more »
Pluralisme, atau faham yang menghargai keberagaman, baik dari segi suku, agama, gender, dan asal-muasal, sesungguhnya merupakan ajaran ataukonsep yang sangat positif bagi peneguhan kembali pilar-pilar persatuan dan kebangkitan suatu bangsa. Namun, sayangnya ajaran tersebut dalam faktanya kerapkali mengalami distorsi penafsiran yang mengakibatkan terjadinya tindak kekerasan antar pemeluk agama. Read more »
Wacana pluralisme hingga kini masih mendapati relevansinya dengan terjadinya berbagai peristiwa yang mengganggu hubungan antarpenganut agama-agama di Indonesia. Namun, pluralisme masih sering dipahami secara salah dengan menganggap menyamakan semua pandangan agama-agama yang berbeda. Read more »
Akhir 2006, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Hari Idul Adha atau hari raya kurban merupakan salah satu hari besar agama Islam yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Pada hari tersebut, umat Islam disunahkan melaksanakan shalat Ied dua rakaat dan melakukan pemotongan hewan kurban, seperti unta, sapi, dan kambing. Di samping itu, umat Islam juga disunahkan untuk menunaikan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Read more »
Gagasan tentang ajaran Islam yang moderat dan santun diakui tidak mudah untuk dibumikan. Kalangan intelektual, dai, dan ulama yang nyaris sehari-hari berurusan dengan dakwah Islam pun mengakui hal tersebut. Sebagai cerminan dari ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, doktrin moderatisme Islam sesungguhnya diharapkan dapat terus mewarnai kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Read more »
Pascatragedi WTC September 2001, ketika Amerika Serikat (AS) menuduh gerakan Al Qaeda sebagai pelaku dan menangkapi orang-orang Islam yang diduga terkait dengan jaring Al Qaeda, posisi Islam moderat di Asia Tenggara tak luput dari tuduhan. Namun, seiring waktu berjalan, Islam moderat berhasil membuktikan diri sebagai kaum Muslim yang sangat tidak menyetujui adanya radikalisme dan terorisme. Read more »
Ancaman aksi terorisme terus membayangi kehidupan masyarakat. Berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan, baik yang dilakukan oleh aparat keamanan dan masyarakat secara keseluruhan terus digalakkan. Kalangan ulama dan tokoh agamapun tak ketinggalan turut memberikan kontribusinya bagi pencegahan dan pembasmian terorisme. Pemberantasan terorisme melalui jalur agama serta peran dai dan ulama dinilai cukup efektif.
Bahaya aksi terorisme demikian jelas, bukan hanya pada masyarakat sekitar dan kerusakan fisik, tapi juga trauma psikis terhadap korban dan keluarganya. Ancaman inipun harus disikapi secara bijak, dengan terus mengoptimalkan upaya pencegahan dan pemberantasannya. Upaya itu salah satunya melalui pendekatan agama. Read more »
Tindakan sebagian masyarakat kita yang nekat melakukan aksi bom bunuh diri kembali terjadi. Yang paling mutakhir adalah dilakukan Muhammad Nuh, dua pekan lalu, di sebuah restoran cepat saji di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Read more »
Kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat (AS) George Walker Bush ke Indonesia 20 November mendatang, terus mengundang reaksi penolakan dari sebagian kalangan masyarakat di Tanah Air. Kunjungan ini sendiri sebagai balasan terhadap kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke AS pada Mei 2005 lalu. Read more »
Aksi penolakan terhadap kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush pada 20 November nanti semestinya dilakukan secara dewasa. Apalagi kedatangan Bush ke Indonesia bukan atas nama pribadi melainkan sebagai Presiden AS. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus ‘belajar’ menghormati tamu. Read more »
Sebagai komunitas Muslim terbesar di dunia, Indonesia terus menjadi perhatian masyarakat internasional. Dalam konteks kehidupan beragama, harus diakui bahwa pasang-surut selalu mengiringi model kehidupan beragama. Umat Islam sendiri tidak lepas dari hal tersebut. NU dan Muhammadiyah sebagai mainstream dari gerakan Islam moderat, menjadi harapan bagi terwujudnya pembumian nilai-nilai dan wajah Islam moderat di Indonesia. Read more »
Ketika fenomena terorisme timbul di Indonesia, banyak tokoh dari dalam dan luar negeri yang berharap agar Islam moderat tampil dan memberikan andil dalam meredam gejolak teror berlabel agama. Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew misalnya, menyerukan agar kelompok Islam moderat di Asia Tenggara mengambil sikap untuk memerangi ekstrimis Islam yang ia sebut telah membuat teror di dunia. Read more »
Tanpa disadari, sebagian kalangan umat Islam memaknai jihad secara sembarangan, sempit, dan karena itu kehilangan konteks dan hikmah yang sesungguhnya. Ajaran jihad sejatinya adalah untuk kemaslahatan orang banyak, bukan hanya umat Islam saja. Tapi fakta berbicara lain. Segelintir orang melakukan aksi bom bunuh diri, memerangi non-Muslim tanpa sebab yang jelas, dan menghalalkan cara-cara tercela dengan alasan untuk jihad di jalan Allah. Read more »
Suatu ketika, Imam Samudra alias Abdul Aziz, terpidana mati bom Bali, mengeluarkan pernyataan mencengangkan di hadapan wartawan. “Ini adalah perjuangan suci (jihad), bukan perjuangan hina. Insya Allah, Allahu akbar!” Read more »