Arab Spring Uprising sepanjang tahun lalu diinisiasi Jasmine Revolution di Tunisia, sebuah negeri di utara Afrika. Seorang pedagang kakilima, Mohammed Bouazizi yang baru berusia 27 tahun membakar diri pada pertengahan Desember 2010 sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Tunisia.
SEBULAN lalu, 25 November, Kerajaan Maroko menggelar pemilihan umum. Bukan yang pertama, ini adalah pemilihan umum kesembilan yang digelar sejak negara di ujung barat Afrika Utara itu lepas dari perlindungan Prancis di tahun 1956. Pemilu pertama di Maroko digelar di tahun 1963, lalu berturut-turut di tahun 1970, 1977, 1984, 1993, 1997, 2002, 2007 dan 2011.
Para pemimpin dunia diminta menyikapi kematian pemimpin Korea Utara Kim Jong-il secara wajar dan tidak berlebihan. Khusus para pemimpin negara blok Barat, diingatkan untuk tidak memprovokasi komunitas internasional, dengan, antara lain, menyebarkan cerita teror mengenai kemungkinan Korea Utara akan semakin agresif sepeninggal Kim Jong-il.
Nama lengkapnya adalah Marie-Yvonne “Maguy” Kakon. Wanita berusia 57 tahun ini menjadi satu-satunya keturunan Yahudi yang mencalonkan diri dalam pemilihan umum di Maroko. Sekitar 7.000 calon anggota DPR bertarung untuk memperebutkan kursi parlemen di negeri berpenduduk 36 juta jiwa ini dalam Pemilu yang akan digelar besok (Jumat, 25/11).
Demokrasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah partai politik di suatu negara, atau dari pemilihan umum yang digelar secara berkala. Sesungguhnya, pertanyaan paling utama dari demokrasi adalah apakah ia bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyat secara merata.
Presented by Teguh Santosa of Indonesia at the Fourth Committee of the UN General Assembly session, New York, October 5, 2011. Your Excellency, Thank you very much for this opportunity to speak before the 4th Committee of the UN General Assembly on the issue of Western Sahara.
Berikut adalah tiga foto untuk melengkapi salah satu bagian dalam “Bertemu Cinta Pushkin yang Mematikan…” Tentulah foto-foto ini dipinjam dari sana-sini.
RMOL. Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente atau Fretilin bukanlah teman baru. Kedua partai berpengaruh di negra masing-masing itu telah menjalin hubungan sejak lama. Bahkan, Sekjen Fretilin, Mari bin Hamud Alkatiri, telah bertemu dengan tiga presiden PKS, yakni Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring dan yang sedang menjabat Lutfi Hasan Ishaq.
RMOL. Namanya Nurima Riberio Alkatiri. Sudah dua hari ini wanita itu terlihat begitu sibuk di arena Kongres Nasional III Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (Fretilin), di Dili, Timor Leste.
RMOL. Korupsi juga menjadi penyakit yang seakan tak terkendalikan di Timor Leste. Perdana Menteri Xanana Gusmao beberapa waktu lalu mengakui bahwa banyak uang negara yang dihamburkan menteri di kabinetnya.
RMOL. Kesejahteraan suatu negara tidak ditentukan oleh besar atau kecil ukurannya, juga tidak ditentukan oleh banyak atau sedikit sumberdaya alamnya. Tetapi ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia sebuah negara.
Setelah menang dalam pemilihan yang digelar tanggal 20 Agustus lalu, Fransiscus Guterres “Lu Olo” dan Mari bin Hamud Alkatiri dilantik sebagai Presiden dan Sekretaris Jenderal Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (Fretilin), hari ini (Kamis, 8/9).
Jose Maria Vasconcelos yang lebih dikenal dengan nama Taur Matan Ruak alias si Mata Elang memilih untuk meninggalkan panggung militer dan kembali ke kehidupan sipil. Ia dikabarkan tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pemilihan presiden Timor Leste tahun depan. Pengunduran diri Mayor Jenderal Taur Matan Ruak dari posisi Panglima Tentara Nasional Timor Leste (F-FDTL) telah… [Read more…]
[ I ] The Caucas lies before my feet! I stand where Glaciers gleam, beside a precipice rock-ribbed; An eagle that has soared from off some distant cliff, Lawless as I, sweeps through the radiant air! Here I see streams at their sources up-welling, The grim avalanches unrolling and swelling! The Caucas Alexander Sergeyevich Pushkin… [Read more…]
THE Caucas lies before my feet! I stand where Glaciers gleam, beside a precipice rock-ribbed; An eagle that has soared from off some distant cliff, Lawless as I, sweeps through the radiant air! Here I see streams at their sources up-welling, The grim avalanches unrolling and swelling!
Umat Muslim Indonesia yang sedang berada di Federasi Rusia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1432 H pada hari ini, Selasa, 30 Agustus 2011. Menurut rencana, Shalat Ied akan digelar di lapangan tenis di kompleks KBRI di Novokuznetskaya Ulitsa 12, Moskow.
MUNGKINKAH suatu hari nanti Federasi Rusia dipimpin seorang Muslim? Mufti Muhammad Rahimov yang saya temui di satu-satunya masjid di Pyatigorsk, sebuah kota di Krai Stavropol, menganggukkan kepala.
SEPASANG suami istri paruh baya yang duduk di deretan belakang tersenyum ramah ketika saya membidikkan kamera ke arah mereka. Sang suami di sebelah kanan mengenakan jas hitam. Semacam lencana berbentuk bintang bersegi banyak tersemat rapi di dada kiri. Adapun sang istri mengenakan jilbab dan blazer merah marun dengan setangkai kembang plastik oranye yang juga disematkan… [Read more…]
Ketika Dwight Eisenhower, Bernard Montgomery dan jenderal-jenderal lain pasukan sekutu merancang pendaratan di utara Prancis yang dikuasai sepenuhnya oleh pasukan Nazi Jerman, banyak yang menganggap itu sebagai rencana yang tak masuk akal, bahkan konyol.
“Sekarang Anda lelah. Begitu berat beban yang Anda tanggung. Istirahatlah. Biarkan kami yang akan bekerja,” begitu yang pernah disampaikan Wakil Presiden Uni Soviet, Gennady Yanayev, kepada Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbacev, 20 tahun lalu.
Namanya Svet Zacharov. Laki-laki warganegara Republik Federasi Rusia yang nenek moyangnya dari Turki ini sudah lebih empat daswarsa merasa dirinya bagian dari Indonesia. Bahasa Indonesia mengalir lancar dari mulutnya dan begitu enak didengar telinga. Taat asas juga puitis di saat bersamaan. Sebuah pin burung garuda berlatar belakang bendera merah putih terpasang rapi di jas krem… [Read more…]
Kelompok lelaki yang terlihat lelah itu belum menghentikan aksi duduk di depan gedung Parlemen di Jalan Muhammad V, di Rabat, ibukota Maroko.
Bagi kalangan politisi dan pengamat politik Maroko, hasil referendum amandemen konstitusi yang digelar Jumat lalu (1/7) tak begitu mengejutkan. Rencana amandemen konstitusi itu diinisiasi Raja Muhammad VI pada bulan Maret lalu. Kalangan politisi, anggota parlemen, birokrasi, tokoh agama, kelompok profesi, serikat buruh, kalangan akademisi hingga media massa sepakat dengan raja muda berusia 47 tahun itu.
Setelah berlangsung selama sebelas jam di bawah terik matahari musim panas, referendum amandemen konstitusi Maroko akhirnya ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat (Jumat, 1/7). Sebesar 70 persen dari sekitar 13 juta warga negara yang memilik hak suara berpartisipasi dalam referendum ini.
Mayoritas rakyat Maroko dipastikan mendukung draf konstitusi baru kerajaan itu. Kemarin menjelang petang (Kamis, 30/6). Rabat mendadak berubah. Ribuan orang mendatangi gedung parlemen di Jalan Muhammad V secara bergelombang dan berkelompok. Berbagai orasi dan spanduk yang digelar di depan gedung Parlemen memperlihatkan satu suara yang sama: katakan iya untuk konstitusi baru.
Rabat, ibukota Maroko, masih seperti yang saya kunjungi setahun lalu. Kota indah di ujung barat Afrika Utara yang dibatasi Samudera Atlantik itu dipenuhi berbagai bangunan peninggalan masa Phoenician, Romawi, Dinasti Idrisid dan dinasti-dinasti setelahnya yang membangun Maroko, hingga masa kolonial Prancis di awal abad 20.
Bila tak ada aral melintang pada 1 Juli nanti referendum akan digelar dengan satu pertanyaan tunggal: apakah Anda mendukung atau tidak amandemen konstitusi Kerajaan Maroko. Umumnya pengamat politik Timur Tengah dan Afrika Utara memperkirakan amandemen konstitusi yang diinisiasi oleh Raja Muhammad VI pada Maret lalu akan diterima rakyat Maroko. Draf konstitusi baru itu disusun oleh… [Read more…]
Dominasi Polisario yang selama lebih dari tiga dekade mengklaim sebagai satu-satunya representasi politik para pengungsi Sahrawi di Kamp Tindouf, Aljazair, terancam.
Wajah Maroko di satu sisi dan wajah negara-negara Arab di utara benua Afrika lainnya di sisi lain semakin kontras. Di saat para pemimpin di Aljazair, Tunisia, Libya dan Mesir dihumbalang angin revolusi, Raja Maroko malah mendapat berbagai pujian dari dalam dan luar negeri karena kemampuannya memperkokoh pondasi demokrasi di kerajaan berusia ratusan tahun itu.
January 13, 2012
0