<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: About Me</title>
	<atom:link href="http://teguhtimur.com/about/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://teguhtimur.com</link>
	<description>[ melintasi batas peradaban, mencatat perjalanan, menawarkan cara pandang ]</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 11:44:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>By: felixkusmanto</title>
		<link>http://teguhtimur.com/about/#comment-6337</link>
		<dc:creator><![CDATA[felixkusmanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 13:34:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-6337</guid>
		<description><![CDATA[Salam Kenal Pak...terima kasih sudah mampir ke KL hari ini..semoga saya bisa ikut kontribusi..semoga sama-sama bisa bangun negeri tercinta ini.. :)

Sampai Jumpa lagi..saya follow blognya ya

Salam 
Felix Kusmanto - Di KL]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Kenal Pak&#8230;terima kasih sudah mampir ke KL hari ini..semoga saya bisa ikut kontribusi..semoga sama-sama bisa bangun negeri tercinta ini.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sampai Jumpa lagi..saya follow blognya ya</p>
<p>Salam<br />
Felix Kusmanto &#8211; Di KL</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Center for Human Rights Law Studies [HRLS]</title>
		<link>http://teguhtimur.com/about/#comment-5920</link>
		<dc:creator><![CDATA[Center for Human Rights Law Studies [HRLS]]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 19:59:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-5920</guid>
		<description><![CDATA[Mas Teguh, apakah masih simpan putusan sela hakim PN Jakarta Selatan dalam kasus 2006? Saya ingin mempelajari argumentasi hukumnya. Matur nuwun. herlambangperdana@yahoo.com]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Teguh, apakah masih simpan putusan sela hakim PN Jakarta Selatan dalam kasus 2006? Saya ingin mempelajari argumentasi hukumnya. Matur nuwun. <a href="mailto:herlambangperdana@yahoo.com">herlambangperdana@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: teguhtimur</title>
		<link>http://teguhtimur.com/about/#comment-5839</link>
		<dc:creator><![CDATA[teguhtimur]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 03:47:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-5839</guid>
		<description><![CDATA[terima kasih atas kunjungannya pak. ada beberapa dari artikel di website ini yang saya pinjam dari pihak lain. kemungkinan besar, itulah yang menyentak.
:)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas kunjungannya pak. ada beberapa dari artikel di website ini yang saya pinjam dari pihak lain. kemungkinan besar, itulah yang menyentak. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: teguhtimur</title>
		<link>http://teguhtimur.com/about/#comment-5773</link>
		<dc:creator><![CDATA[teguhtimur]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 06:51:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-5773</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih juga, telah memberikan kesempatan kepada pembicara tak diundang ini. hehehe..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih juga, telah memberikan kesempatan kepada pembicara tak diundang ini. hehehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kholilurrahman</title>
		<link>http://teguhtimur.com/about/#comment-5762</link>
		<dc:creator><![CDATA[kholilurrahman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 09:39:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-5762</guid>
		<description><![CDATA[salam, Mas. terima kasih kemarin telah sudi berdialektika bersama kami, LSIM FISIP UI. :) kapan2 main ke FISIP lagi ya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam, Mas. terima kasih kemarin telah sudi berdialektika bersama kami, LSIM FISIP UI. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  kapan2 main ke FISIP lagi ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kallolo</title>
		<link>http://teguhtimur.com/about/#comment-5658</link>
		<dc:creator><![CDATA[Kallolo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 15:48:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-5658</guid>
		<description><![CDATA[senang sekali rasanya bisa mengunjungi blog ini, selalu saja ada yang menarik dan meneyentak dari gagasan Pak Teguh Santosa. Salam kenal pak]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>senang sekali rasanya bisa mengunjungi blog ini, selalu saja ada yang menarik dan meneyentak dari gagasan Pak Teguh Santosa. Salam kenal pak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: teguhtimur</title>
		<link>http://teguhtimur.com/about/#comment-5564</link>
		<dc:creator><![CDATA[teguhtimur]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 04:59:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-5564</guid>
		<description><![CDATA[Selamat siang. 
Mohon maaf, buku itu tidak ada. Saya hanya membuat banner saja. :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat siang.<br />
Mohon maaf, buku itu tidak ada. Saya hanya membuat banner saja. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anthony H. Tjio</title>
		<link>http://teguhtimur.com/about/#comment-5561</link>
		<dc:creator><![CDATA[Anthony H. Tjio]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 12:10:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-5561</guid>
		<description><![CDATA[Mohon tanja bagaiman bisa mendapatkan se copy buku &quot;Uzbekistan, The world of Timur&quot;? Thank you.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon tanja bagaiman bisa mendapatkan se copy buku &#8220;Uzbekistan, The world of Timur&#8221;? Thank you.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ohoi</title>
		<link>http://teguhtimur.com/about/#comment-4669</link>
		<dc:creator><![CDATA[ohoi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2010 15:31:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-4669</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih infonya. Salut dan salam hormat buat redaksi rakyat merdeka.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih infonya. Salut dan salam hormat buat redaksi rakyat merdeka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: teguhtimur</title>
		<link>http://teguhtimur.com/about/#comment-4633</link>
		<dc:creator><![CDATA[teguhtimur]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 13:39:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-4633</guid>
		<description><![CDATA[Surat itu saya cabut, karena sebetulnya redaksi belum mendapatkan konfirmasi mengenai jati diri si pengirim surat itu. 

Saya mohon maaf, karena ada miskomunikasi di ruang redaksi mengenai pemuatan surat itu.

Terlepas dari kontennya, tetapi surat yang dikirimkan pembaca tanpa menyertakan informasi mengenai identitas yang jelas dan dapat dipercaya tentu riskan untuk dimuat. Apalagi bila konten itu berkaitan dengan isu sensitif yang harus dihadapi dengan ekstra hati-hati.

Mungkin ada yang akan bertanya: apa bedanya surat pembaca yang dikirimkan ke ruang redaksi terlebih dahulu (dan karenanya membutuhkan proses verifikasi sebelum di-approved), dengan komentar pembaca yang secara bebas dapat dituliskan pembaca di bagian bawah berita?

Saya tidak punya jawaban pasti mengenai hal ini. 

Sejauh ini saya melihat kedua hal itu berbeda. Nilai surat pembaca yang telah diapproved oleh redaksi dengan sendirinya jauh lebih tinggi dari sekadar komentar pembaca. Di balik surat pembaca ada  &quot;keterlibatan&quot; dan &quot;persetujuan&quot; redaksi dalam penentuan tema dan konten surat pembaca yang akhirnya lolos.

Sementara untuk komentar pembaca, di masa kini--ketika kita baru mengenal tradisi berkomentar secara bebas--redaksi nyaris tak bisa atau kerepotan melibatkan diri. Sekali melibatkan diri, biasanya dengan menghapus komentar pembaca. 

Biasanya redaksi &quot;membentengi diri&quot; dengan disclaimer. Kami pun memiliki disclaimer dimaksud. 

Untuk sementara, itu dulu yang bisa saya sampaikan. Terima kasih atas pertanyaannya. Bila masih ada yang mengganjal, please feel free.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Surat itu saya cabut, karena sebetulnya redaksi belum mendapatkan konfirmasi mengenai jati diri si pengirim surat itu. </p>
<p>Saya mohon maaf, karena ada miskomunikasi di ruang redaksi mengenai pemuatan surat itu.</p>
<p>Terlepas dari kontennya, tetapi surat yang dikirimkan pembaca tanpa menyertakan informasi mengenai identitas yang jelas dan dapat dipercaya tentu riskan untuk dimuat. Apalagi bila konten itu berkaitan dengan isu sensitif yang harus dihadapi dengan ekstra hati-hati.</p>
<p>Mungkin ada yang akan bertanya: apa bedanya surat pembaca yang dikirimkan ke ruang redaksi terlebih dahulu (dan karenanya membutuhkan proses verifikasi sebelum di-approved), dengan komentar pembaca yang secara bebas dapat dituliskan pembaca di bagian bawah berita?</p>
<p>Saya tidak punya jawaban pasti mengenai hal ini. </p>
<p>Sejauh ini saya melihat kedua hal itu berbeda. Nilai surat pembaca yang telah diapproved oleh redaksi dengan sendirinya jauh lebih tinggi dari sekadar komentar pembaca. Di balik surat pembaca ada  &#8220;keterlibatan&#8221; dan &#8220;persetujuan&#8221; redaksi dalam penentuan tema dan konten surat pembaca yang akhirnya lolos.</p>
<p>Sementara untuk komentar pembaca, di masa kini&#8211;ketika kita baru mengenal tradisi berkomentar secara bebas&#8211;redaksi nyaris tak bisa atau kerepotan melibatkan diri. Sekali melibatkan diri, biasanya dengan menghapus komentar pembaca. </p>
<p>Biasanya redaksi &#8220;membentengi diri&#8221; dengan disclaimer. Kami pun memiliki disclaimer dimaksud. </p>
<p>Untuk sementara, itu dulu yang bisa saya sampaikan. Terima kasih atas pertanyaannya. Bila masih ada yang mengganjal, please feel free.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

