RMOL. Indonesia tengah menderita tujuh jenis penyakit sosial yang datang bersamaan dalam beberapa tahun terakhir ini. Ketujuh penyakit sosial inilah yang bila tidak segera disembuhkan akan membawa Indonesia ke jurang kehancuran, konflik dan bukan tidak mungkin perpecahan.

Demikian disampaikan pendiri Ashram Gandhi Puri, BR. Indra Udayana, ketika berbicara dengan Rakyat Merdeka Online di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu petang (14/9). Pria bertubuh besar yang biasa disapa Gus Indra ini merupakan salah seorang ulama Hindu yang ikut dalam doa dan puasa bersama di silang Monas. Menurut catatan Gus Indra sebanyak 108 umat Hindu dari Bali dan Lampung saat ikut berkumpul di tempat itu, memanjatkan doa bersama dengan pemeluk agama lain untuk kebaikan negeri ini.

“Menurut Mahatma Gandhi ada tujuh penyakit sosial yang kalau tidak bisa dihindarkan bisa membawa sebuah bangsa ke kehancuran. Dan sayangnya, kita sedang mengidap ketujuh penyakit itu,” ujar Gus Indra.

Ketujuh penyakit sosial tersebut adalah kesejahteraan tanpa pekerjaan, kesenangan tanpa kesedaran, pendidikan tanpa karakter, perdagangan tanpa moral, pengetahuan tanpa kemanusiaan, ibadah tanpa pengorbanan dan politik tanpa prinsip.

“Kita semua bisa melihat dan merasakan bahwa semakin hari gradasi semua penyakit itu semakin tinggi. Sepintas Indonesia terlihat sebagai negara yang makmur, dunia internasional yang memiliki kepentingan besar pada negara kita juga mengakui dan memuji. Tapi di balik itu, ini semualah yang sekarang sedang terjadi di negeri ini,” demikian Gus Indra.

About these ads