Obama, Pikir Ulang Sebelum ke Indonesia

Posted on March 10, 2010

1


Presiden Amerika Serikat Barack Obama diminta berpikir ulang sebelum mengunjungi Indonesia.

Kunjungan Obama ke Indonesia dan pertemuannya dengan Presiden SBY dapat merusak image Obama sebagai tokoh yang sedang berusaha keras mengubah arah pembangunan Amerika Serikat, dari yang sangat kapitalistik dan proneolib menjadi berorientasi kerakyatan.

Hal ini disampaikan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens, kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Menurut hemat Boni, Obama dan SBY sesungguhnya memiliki dua cara pandang yang berbeda dan keyakinan yang bertolak belakang satu sama lain berkaitan dengan pembangunan ekonomi nasional. Obama tengah berusaha membangun kemandirian ekonomi AS dengan memperkuat basis industri dalam negeri. Hal itu antara lain disampaikannya saat menghadiri pertemuan tingkat tinggi APEC di Singapura bulan November tahun lalu. Adapun SBY di tempat yang sama malah menekankan bahwa proteksi adalah wujud dari nasionalisme sempit.

Terhadap tekanan kaum konservatif di dalam negeri, masih kata Boni, Obama terlihat tidak mau menyerah. Dia dengan berani menghadapi kaum konservatif yang kini, misalnya, masih bersikeras tidak mau meloloskan UU Jaminan Kesehatan.

Adapun SBY, sambung Boni, tidak memiliki kebijakan ekonomi yang tegas dan jelas.

“Mau ikut pasar global, tapi tidak punya mekanisme untuk melindungi perekonomian nasional. Mau menjalankan konsep ekonomi kerakyatan, tapi tetap tergantung pada kekuatan ekonomi global, ” tegasnya sambil menambahkan bahwa SBY terlihat lemah dalam menghadapi tekanan dari kaum neolib yang ingin mengelabui rakyat Indonesia dan mengambil keuntungan dari proses pembangunan yang timpang.

Secara terpisah Forum Umat Islam (FUI) menentang kunjungan Obama karena di bawah Obama pemerintah AS ternyata tetap menerapkan politik perang yang dipopulerkan George W. Bush.

Sekjen FUI M Alkhaththath mengecam keputusan Obama menambah jumlah pasukan AS di Afghanistan. Ini membuktikan Obama dan pendahulunya, Bush Junior, adalah setali tiga uang.

“Otoritas militer Amerika telah meminta Indonesia untuk mengirimkan tentara Indonesia. Tapi, sejauh ini Indonesia menolak. Kami juga menolak Indonesia turur campur dalam membela militer Amerika Serikat di Afganistan. Karena itu, sama saja dengan membunuh warga tak berdosa dan sesama Muslim,” tandasnya.

Dia juga menilai bahwa kunjungan Obama itu tidak akan memberikan keuntungan apapun bagi Indonesia. Hanya SBY, sambungnya, yang diuntungkan oleh kunjungan itu. Pertemuan SBYdengan Obama, masih kata Alkhaththath, dapat mendongkrak citra SBY yang belakangan ini anjlok drastis.

“Penolakan ini bukan karena kami tidak menghormati tamu. Masalahnya, tamu yang satu ini adalah agresor dan hanya akan digunakan SBY untuk mendongkrak popularitas,” pungkasnya..

Adapun Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mengatakan pihaknya memahami bila ada sekelompok umat Islam yang menolak kedatangan Obama. Namun dia mengimbau agar umat Muslim yang menolak Obama menggunakan cara yang damai. Obama, tegasnya, adalah tamu negara yang bagaimanapun juga harus dihormati.

Advertisement