Tanda SBY Siap Korbankan Boediono dan Sri Mulyani?

Presiden SBY mengaku sengaja memilih diam dan tak berkomentar banyak mengenai skandal Bank century senilai Rp 6,7 triliun karena tak mau komentarnya memperkeruh keadaan.

Tetapi di depan pimpinan media massa nasional tadi malam (Minggu, 22/11), SBY menegaskan dirinya siap mendukung hak angket Bank Century yang sedang bergulir di DPR bila itu memang langkah paling baik untuk membuka misteri bank bodong ini.

“Selama ini saya menghormati Badan Pemeriksa Keuangan yang sedang melakukan audit investigatif seperti yang diminta DPR,” ujar SBY menjelaskan mengapa dia masih memilih diam.

SBY juga mengatakan bahwa skandal Bank Century memiliki sejumlah dimensi yang memiliki penanggung jawab masing-masing. Ada yang merupakan wilayah kewenangan Bank Indonesia (BI), wilayah kewenangan pemerintah dalam hal ini Departemen Keuangan, dan wilayah Bank Century sendiri. Dan siapapun yang bertanggung jawab, harus bisa menjelaskan. Yang berbuat kriminal, harus mendapatkan hukuman yang adil.

Saat bailout triliunan rupiah digelontorkan ke Bank Century, Gubernur BI adalah Boediono yang kini menjadi Wakil Presiden. Adapun posisi Menteri Keuangan diduduki Sri Mulyani yang kini tetap dipertahankan sebagai Menkeu di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Sementara, bulan Agustus lalu mantan Direktur Utama Bank Century Hermanus Hasan Muslim telah divonis 3 tahun penjara karena terbukti menggelapkan dana nasabah sebesar Rp 1,6 triliun. Sebulan kemudian, giliran Robert Tantular, salah seorang pemegang saham, dijatuhi hukuman 40 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar.

Dengan demikian, dari tiga wilayah yang disebutkan SBY itu, baru satu wilayah yang sudah jelas duduk perkara dan konsekuensi hukumnya, yakni perkara yang berkaitan dengan direksi dan komisaris Bank Century. Boediono yang mengusulkan bailout, dan Sri Mulyani yang menyetujuinya belum tersentuh hukum sama sekali.

“Saya ingin dibikin terang, seterangng-terangnya, makin terang, makin diketahui duduk persoalannya. Sehingga sirna desas-desus yang menurut saya terlalu jauh dan tidak memiliki kebenaran,” ujar SBY.

Dia juga membantah kabar yang menyebutkan bahwa dirinya dan Partai Demokrat mendapatkan aliran dana Bank Century dalam pemilihan umum yang lalu.

Apakah ini pertanda bahwa SBY siap mengorbankan Boediono dan Sri Mulyani bila kelak kedua pejabat tinggi ini terbukti berbuat salah di balik Centurygate?

Sejauh ini hanya SBY yang tahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>