Manuver Presiden SBY menyerahkan hasil kajian yang dilakukan Polri dan Kejaksaan Agung terhadap rekomendasi Tim 8 kepada staf khusus justru memperkeruh suasana.
Demikian disampaikan anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Chandra Tirta Wijaya kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 22/11). Chandra yang biasa disapa Acay ini merupakan salah seorang anggota DPR yang menandatangani usul penggunaan hak angket untuk mengusut skandal Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Menurut Acay, kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri dan Kejaksaan Agung merupakan bagian dari operasi politik untuk menutupi Centurygate.
“Manuver ini membuat Indonesia jadi tampak seperti negara dagelan dan opera sabun. Pertama, Presiden membentuk Tim 8. Lalu Tim 8 menyerahkan rekomendasi. Nah, rekomendasi ini diserahkan Presiden kepada Kapolri dan Jaksa Agung. Setelah itu, Kapolri dan Jaksa Agung memberikan penilaian mereka atas rekomendasi Tim 8 itu kepada Presiden. Eh, oleh Presiden penilaian itu dioper ke staf khusus. Muter-muter tanpa disentuh SBY,” ujar Acay.
Dia menyebut atraksi ini sebagai operasi sabun yang disengaja untuk mengulur waktu dan membuat masyarakat yang mendesak, agar misteri di balik drama “cicak lawan buaya” dibuka menjadi gembos dengan sendirinya.















Posted on November 22, 2009
0