Kubu pendukung Presiden SBY mengalami split of personality, di satu sisi mendukung pembentukan tim independen untuk memverifikasi kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, namun di sisi lain menolak rekomendasi yang disampaikan tim itu.
Begitu penilaian pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Effendy Gazali saat berbicara di Forum Kenegaraan, di gedung DPD, Senayan, tadi (Rabu, 18/11).
Untuk mendukung kesimpulannya ini, Effendy mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrati Sutan Bathoegana yang juga hadir sebagai pembicara.
“Apakah Pak Sutan mendukung Tim 8 yang dibentuk Presiden SBY?” tanya Effendy.
“Ya,” jawab Sutan yang duduk di sebelah kanan Effendy, dipisahkan oleh anggota DPD dari Bali I Wayan Sidarta.
“Apakah Bapak mendukung rekomendasi Tim 8?” tanya Effendy lagi.
Kali ini Sutan menggelengkan kepala. “Tidak,” jawabnya.
Menurut Effendy, split of personality ini juga tampak dari sikap Partai Demokrat yang dalam menilai rekomendasi Tim 8 menyatakan bahwa hukum harus ditegakkan dengan benar, dan tidak dengan jalan melanggar hukum.
“Pernyataan ini mengandung makna bahwa menurut petinggi Partai Demokrat, keputusan Presiden SBY yang notabene adalah pendiri dan Ketua Dewan Penasihat Partai Demokrat adalah salah,” demikian Effendy.















Posted on November 18, 2009
0