Selain karena hanya terkesan memainkan wacana tanpa disikapi dengan langkah konkret, masih ada tiga hal lain yang menyebabkan persepsi masyarakat terhadap Presiden SBY semakin negatif.
Begitu yang tampak dari hasil riset riset LSI-Network Divisi Isu Publik yang dilakukan terhadap pemberitaan lima koran nasional, yakni Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika dan Seputar Indonesia, antara tanggal 3 hingga 9 November 2009. Rakyat Merdeka Online menerima rilis hasil riset itu Kamis siang (12/11).
Keengganan Partai Demokrat ikut dalam mengajukan Hak Angket Bank Century juga memiliki peran. Partai Demokrat menjadi satu satunya partai besar yang tidak ikut dalam pengajuan hak angket itu. Padahal, tiga fraksi partai koalisi pemerintah, yakni PKS, PAN, dan PPP juga sudah menyatakan dukungan terhadap hak angket itu. Pilihan absen yang diambil Partai Demokrat memberikan isyarat bahwa Presiden SBY dan partainya memang memilih langkah yang berbeda dengan sentimen publik.
Hal lain yang ikut memperburuk persepsi SBY adalah kenyataan bahwa rumor mengenai ”pelemahan KPK agar dana Bank Century tidak terungkap” semakin menguat setelah Williardi Wizard memberikan kesaksian yang memberatkan Polri dalam persidangan Antasari Azhar. Sementara di sisi lain, rumor tentang aliran dana dari Bank Century ke team kampanye salah satu pihak semakin sering disuarakan oleh pengamat, LSM dan orang partai.
“Presiden SBY semakin tidak diuntungkan oleh rumor negatif yang semakin luas itu,” tulis Direktur Eksekutif LSI Denny JA.
Hal terakhir yang membuat persepsi terhadap SBY mentok di angka 64 persen berkaitan dengan sikap SBY yang tidak jelas terhadap rekomendasi Tim 8 yang dibentuknya sendiri.















Posted on November 12, 2009
0