SBY Tidak Demokratis, Menteri KIB II Tak Sesuai Kapasitas

Posted on October 20, 2009

0


Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens dapat memahami keinginan SBY untuk menciptakan stabilitas di dalam pemerintahannya.

Hal itu disampaikan Boni Hargens dalam diskusi bertema “Kabinet Neolib dan Politik Balas Jasa” di Restoran Pulau Dua Senayan, Senin siang (19/10). Persoalannya, adalah pada model stabilitas yang dipercaya SBY. Stabilitas, sebut Boni, dapat diraih dengan cara-cara yang demokratis dan tidak demokratis.

Adapun SBY, cenderung memilih cara yang tidak demokratis dengan menghindari konflik dan menjajakan posisi menteri kepada kelompok-kelompok politik yang potensial menjadi kekuatan penyeimbang pemerintahannya. Secara khusus Boni menyoroti posisi Menko Perekonomian yang kemungkinan besar akan diberikan SBY kepada Hatta Rajasa yang saat ini menjabat Mensesneg. Posisi itu sebut Boni sangat tidak sesuai dengan kapasitas Hatta.

“Indonesia membutuhkan ahli ekonomi dan profesional, bukan figur partai, untuk membenahi perekonomian. Ahli ekonomi yang profesional itu harus merupakan tokoh yang memiliki rasa nasionalisme yang kuat,” katanya.

Boni yakin Hatta tidak akan dapat membenahi sektor mikro perekonomian dan sudah cukup puas dengan pertumbuhan ekonomi di atas kertas.

Advertisement
Posted in: BERITA