Blok Perubahan Tetap di Garis Perjuangan Melawan Neo-Liberal

Posted on May 20, 2009

1


rizal-ramli icon2MESKIPUN tidak berhasil mengusung Dr. Rizal Ramli menjadi kontestan pada pilpres 2009, secara politis Blok Perubahan akan tetap aktif secara politik menjadi garda intelektual dan pengawal demokrasi yang mengusung tema “Jalan Baru” yang anti-neoliberalisme.

Neoliberalisme telah gagal membawa kesejahteraan untuk mayoritas rakyat Indonesia dan penyebab utama kebangkrutan dan krisis ekonomi dunia saat ini. Demikian dikatakan tokoh Blok Perubahan Dr. Rizal Ramli kepada wartawan di Rumah Perubahan, Jakarta selatan, Rabu (20/5).

Rilis Rumah Perubahan

Untuk itu keanggotaan Blok Perubahan akan diperluas, tidak hanya tokoh-tokoh partai, tetapi juga akan mencakup tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai kalangan dan profesi yang pro perubahan.

Terkait kegagalannya masuk bursa capres akibat kurangnya dukungan parpol, ekonom yang kini menjadi salah satu ikon politik pro-perubahan di negeri ini, mengaku tidak terlalu merisaukan.

“Sejak awal kami memang lebih memilih jalan pencerahan langsung kepada rakyat, bahwa ada jalan yang lebih elegan dan bermartabat bagi bangsa ini untuk keluar dari krisis menahun yang telah menyengsarakan jutaan rakyat Indonesia. Berkat dukungan luar biasa dari tokoh-tokoh masyarakat dan media massa, alhamdulillah, kampanye kami tentang dampak negatif dari neoliberalisme berhasil dipahami oleh mayoritas rakyat Indonesia,” tutur mantan Menteri Keuangan tersebut.

Kampanye Jalan Baru yang anti-neoliberal (penjajahan ekonomi oleh kekuatan luar melalui kebijakan dan pembengkakkan hutang) yang digulirkan sejak dua tahun lalu, secara ideologi memang berhasil. Buktinya, ketiga capres-cawapres sekarang mengusung tema itu, ekonomi kerakyatan.

“Karena tujuan utama Blok Perubahan adalah memperjuangkan perubahan nasib dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat Indonesia, dan bukan hanya sekadar berjuang untuk mencari posisi (presiden atau wakil presiden), maka menjadi tanggungjawab moral dan intelektual kami untuk memilah dan menjelaskan kepada rakyat Indonesia mana yang sungguh-sungguh memperjuangkan ekonomi kerakyatan, dan mana yang memakai isu ini hanya untuk memenangkan pemilu.”

Menurut pandangan Dr. Rizal Ramli, dari ketiga capres itu, memang tidak semuanya sungguh-sungguh mau memperjuangan garis ekonomi anti-neoliberal dan berpihak pada ekonomi rakyat dan kepentingan nasional.

“Ada yang palsu, ada yang setengah hati, dan ada yang sungguh-sunguh tapi belum begitu paham bagaimana bentuk kebijakan alternatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan kekuatan ekonomi nasional,” kata mantan Menko Perekonomian itu.

Dalam konteks inilah Blok Perubahan akan memainkan perannya.

“Yaitu mendorong agar yang setengah hati menjadi sungguh-sungguh, yang ingin melawan kekuatan neo-liberal tapi tidak tahu caranya diberi tahu caranya, dan yang anti-neoliberal palsu akan ditelanjangi kepalsuannya,” ujar Rizal Ramli. “Sehingga dalam memilih pemimpinnya, rakyat benar-benar paham dan tidak tergoda lagi oleh janji-janji palsu dalam kampanye,” tambahnya.

Advertisement
Posted in: BERITA, CATATAN, RELEASE