dsc05927

Rizal Ramli Masuk Enam Besar Capres
Kamis, 26 Maret 2009 | 20:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Penggagas Blok Perubahan Rizal Ramli berdasarkan survei kini mulai masuk bursa calon presiden 2009. Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakry di Jakarta, Kamis (23/3), mengatakan, berdasar survei terbaru lembaganya, nama Rizal sudah mulai dipilih publik.

Dikatakannya, jika dalam survei-survei sebelumnya Rizal tak pernah menembus daftar 10 besar capres, saat ini mantan menteri koordinator bidang perekonomian itu sudah masuk daftar enam besar.

“Pendekatan yang dilakukan Rizal Ramli ke berbagai kalangan masyarakat dalam tiga bulan terakhir tampaknya cukup mendongkrak popularitasnya,” kata Umar.

Berdasar survei LSN, jika pilpres dilaksanakan saat ini, sebanyak 3,2 persen responden mengaku akan memilih Rizal Ramli.

Menurut Umar, tingkat keterpilihan Rizal Ramli termasuk lumayan jika dibandingkan dengan capres Partai Hanura, Wiranto, yang masih terpuruk di kisaran 2 persen sejak survei September 2008. “Bahkan apa yang dicapai Rizal jauh lebih menjanjikan ketimbang capres PAN Soetrisno Bachir,” kata dosen Universitas Jayabaya Jakarta tersebut.

Survei LSN dilaksanakan tanggal 5 hingga 15 Maret 2009 di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah sampel 1.230 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel acak bertingkat (multistage random sampling).

Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara tatap muka dengan bantuan kuisioner. Hasil survei itu mempunyai margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.*

 

 

Survei: Hidayat Dikalahkan Rizal Ramli
inilah.com, 25/03/2009

INILAH.COM, Jakarta – Rizal Ramli mulai diperhitungkan dalam bursa capres. Namanya mulai diperhitungkan dalam survei, mengalahkan Hidayat Nur Wahid dan Wiranto.

Rizal Ramli tidak pernah masuk dalam 10 besar capres yang diperhitungkan. Namun dalam polling terbaru Lembaga Survei Nasional, namanya masuk dalam 6 besar dengan elektabilitas 3,2%.

Sekali masuk dalam survei, Rizal Ramli langsung melewati 4 capres lainnya seperti Wiranto (1,5%), Hidayat Nur Wahid (1,2%), Sutiyoso (1,0 %), dan Soetrisno Bachir (0,5%).
Sementara capres yang berada di atas Rizal sudah tidak asing lagi. Posisi SBY jauh menjulang dengan 45,1%, diikuti Mega yang hanya mendapat sepertiganya, yakni 15,3%.

Menurut Direktur Eksekutif LSN, Umar S Bakry, upaya Megawati untuk mengejar popularitas SBY tampaknya semakin berat. Pada survei LSN Desember 2008, tingkat elektabilitas SBY baru 32%. Mengacu pada hasil-hasil survei sebelumnya tersebut, tingkat elektabilitas Megawati kelihatannya sudah mentok.

Tingkat keterpilihan Megawati sejak survei bulan September 2008 selalu stagnan di kisaran 15 % hingga 20 %. Meskipun hingga kini Megawati masih menjadi rival serius SBY, namun peluang Mega untuk mengalahkan SBY tampaknya semakin mustahil.

Sementara itu, tingkat elektabilitas capres Gerindra, Prabowo Subianto (10,2%), Sri Sultan Hamengku Buwono X (5,8%), dan Jusuf Kalla (3,3%).

Survei LSN dilaksanakan tanggal 5 hingga 15 Maret 2009 di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Jumlah sampel 1230 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel acak bertingkat (multistage random sampling). Margin of error 2,8 % dan pada tingkat kepercayaan 95 %. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara tatap muka dengan bantuan kuesioner.

Berikut tingkat eletabilitas jika Pilpres dilaksanakan Maret 2009 ini:

Susilo Bambang Yudhoyono 45,1%
Megawati Soekarnoputri 15,3%
Prabowo Subianto 10,2%
Sri Sultan Hamengkubuwono X 5,8%
M. Jusuf Kalla 3,3%
Rizal Ramli 3,2%
Wiranto 1,5%
Hidayat Nur Wahid 1,2%
Sutiyoso 1,0%
Soetrisno Bachir 0,5%
Tokoh lainnya 1,2%
Belum punya pilihan (undecided) 10,5%
Tidak akan memilih (golput) 1,2%

About these ads