Puisi Cinta Seorang Wanita yang Menunggu Kekasihnya Selesai Bekerja
24 Jan 2009 6 Comments
in PUISI
ENGKAU yang disana, membelakangiku
Bergulat dengan rutinitas kita dalam sehari
Meski dalam kadar yang berbeda, agak jauh memang.
Tapi engkau setia dengan itu.
Dan aku pun,
Setia menunggu engkau:
Menekan tuts terakhirmu untuk malam ini,
Bergegas membenahi berkas-berkasmu
Berbalik ke arahku,
Sambil berucap, “mari kita pulang.”
Dan di luar sana, kita bebas memadu cinta!
[Agak bosan memang aku menunggu…]
Puisi cinta di atas ditulis Intan pada tanggal 24 Februari 2001, pukul 20.05 WIB, di ruang redaksi Rakyat Merdeka. Foto di bawah diambil Januari 2009, hampir delapan tahun setelah puisi itu ditulis Intan..
















Jan 24, 2009 @ 10:18:45
waw,,, tuk siapa n dari siapa tuh puisinya??
Jan 24, 2009 @ 10:20:31
@nina
puisi cinta ini ditulis seorang wanita yang kini telah melahirkan tiga anakku yang lucu-lucu..
Jan 25, 2009 @ 05:55:45
ya ampun yah..begitu tertib administratipnya dirimu..menyimpan puisiku yang udah lama itu…kangenku masih kayak waktu itu, waktu nulis puisi itu di tepi selatan kebayoran..
Nov 04, 2009 @ 14:20:12
Aku pengen yg terbaru, msh adakah? Kalo ada kirim ya ???
Nov 04, 2009 @ 14:26:25
Kalo ucapan dari predi sih, Ya kalo ada yang lebih romantis lagi, biar pacar aku ya bermama Eny yayuk puji rahayu ikut baca puisi itu. Dan tau kalo puisi itu dari aku
Dec 14, 2009 @ 13:33:54
om istri na baik banget om………
sya mau dapet istri yg kayak gto……
setia…..
cariin dounk om….