PERINGATAN: anda yang tak tahan melihat darah, DO NOT OPEN this…

SEBULAN lalu untuk kali ketiga Intan kembali menjalani operasi caesar. Operasi berjalan lancar, Tafta Ali Ramadhan Santosa lahir dengan selamat, berat 3,3 kg dan panjang 49 cm. Putih (kini lebih gelap, hehehe…) bersih dengan hidung mancung dan rambut ikal. Setelah sebulan, berat badan Tafta kini 4,3 kg. 

Menurut Intan, operasi caesar yang ketiga ini lebih sulit dan sakit dibandingkan dua operasi sebelumnya. Selain karena ini adalah operasi ketiga dengan jarak dua tahun dari operasi kedua dan empat tahun dari operasi pertama, posisi Tafta Ali yang terbalik 180 derajat juga ikut mempersulit dan mempersakit persalinan.

Beberapa tulisan mengenai anak-anak kami:

Anak Baru: Tafta Ali Santosa
Persilangan Manusia-manusia Masa Depan yang Diperbincangkan di Saat Aku Harus Menghubungi Istri yang akan Melahirkan
Nama Bayi: Thariq, Araf-araf Dikit…
Sulitnya Mencari Nama Calon Bayi
Ke Monas, Naik Delman bersama Buah Hati
Timur Muhammad “Thomas” Santosa
Sorry Nduk, Ayah Gak Ada di Sampingmu
Antara Teguh, Timur, Bunda, dan Mama
Setahun Timur, Setahun di LP Cipinang

Sayatan di perut Intan 4 cm lebih panjang dari sayatan pada dua operasi sebelumnya. Bila sebelumnya “hanya” 6 cm, kini menjadi 10 cm. Sayatan yang lebih lebar ini dibutuhkan agar dokter bisa menjangkau kepala Tafta Ali yang berada di bagian atas diafragma dan menekan ulu hati Intan. 

Posisi bayi-bayi kami dalam kandungan memang selalu bermasalah. Saat dilahirkan, posisi Farah Shafa “nyaris” sempurna. Beberapa jam sebelum proses persalinan (yang tadinya diinginkan berlangsung secara normal), menurut dokter dan perawat, Farah sudah berada di “jalur yang benar”. Tetapi lantas berubah, sedikit melenceng dari jalan utama, dan tersangkut. Sementara itu, bukaan di jalan lahir pun tak kunjung bertambah, padahal ketuban sudah mulai pecah. 

Saat operasi dilakukan, dengan sedikit tekanan di bagian atas perut Intan, Farah pun keluar dengan mulus.  

Sementara Timur Muhammad lain lagi. Sejak kandungan berusia dini, posisi Timur sudah melintang. Posisi Timur ini tak berubah sampai persalinan. Kepala Timur agak susah untuk dikeluarkan. Indeed dia melakukan perlawanan sampai dokter akhirnya harus menggunakan alat bantu untuk menjepit dan menarik keluar kepalanya yang nakal.

Berikut adalah foto-foto yang diambil dari ruang operasi saat Tafta dilahirkan. Saya dan Intan sepakat untuk mempublikasikan proses persalinan ini yang kami persembahkan bagi teman-teman, saudara dan kaum kerabat, para ayah dan ibu. Semoga menjadi informasi yang berguna. Saya, dan terutama Intan, bersedia berbagi informasi mengenai pengalaman kami menghadapi operasi-operasi ini.

 

Sayatan-sayatan pertama.

Berikutnya…

Jalan keluar sudah terbuka.

Kepala Tafta memasuki dunia fana.

Tafta, selamat datang.

Tarikan terakhir.

Menangislah…

The Man…

Tafta disiapkan.

Kini dokter dan perawat siap memasuki etape berikutnya.

Intan setelah Tafta dilahirkan. Menunggu perutnya diobras.

Tafta yang sudah disiapkan.

Serius tapi santai.

Tafta diantara para penemunya.

Tafta Ali Ramadhan Santosa.

Setelah satu bulan.

About these ads