Nyaris Kosong, Kantor Rizal Digerebek
July 2, 2008 in BERITA, CATATAN, JALAN BARU
MABES Polri tadi malam akhirnya menggeledah kantor Komite Bangkit Indonesia (KBI) di Jalan Tebet Barat Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Dari kantor lembaga yang dipimpin ekonom Rizal Ramli itu, polisi menyita CD berisi pidato Rizal dan rekaman aktivitas KBI.
Kantor Komite Bangkit Indonesia (KBI) digeledah dalam keadaan nyaris kosong. Sepanjang siang hingga sore kemarin, semua aktivis KBI sibuk di Hotel Bumikarsa, Bidakara. Di tempat itu, Ketua Umum KBI Rizal Ramli menjelaskan posisi organisasi yang didirikannya akhir tahun lalu, dan membantah tuduhan dirinya berada di balik demonstrasi tanggal 24 Juni.
Jurubicara KBI Adhie Massardi ang dihubungi tadi malam, curiga polisi sengaja menunggu kantor di kawasan Tebet Barat Dalam itu kosong sebelum melakukan penggeledahan.
”Semoga mereka tidak meletakkan benda-benda yang bukan milik kami di kantor KBI,” katanya.
”Mestinya, kalau mau menggeledah lakukan di kami berada di kantor,” katanya lagi sambil menambahkan bahwa mereka sudah mendengar rencana polisi menggeledah kantor KBI sejak beberapa hari lalu.
Penggeledahan seperti ini, sambung bekas jurubicara presiden Gus Dur ini, merupakan pembunuhan karakter organisasi, sebab di mata publik, apapun yang digeledah sudah pasti salah.
Yang jelas, tambah dia, penggeledahan ini memperlihatkan bahwa pemerintah sungguh takut menghadapi gagasan ekonomi baru yang ditawarkan KBI. ”Jalan ekonomi yang kami tawarkan berbahaya bagi pemerintahan SBY yang menganut paham neoliberal,” kata Adhie lagi.
Terakhir, Adhie mengutip pesan politik Gus Dur dan Amien Rais yang petang tadi bertemu di acara KBI. ”Penderitaan yang dialami rakyat jauh lebih besar dari rasa ketakutan kita,” katanya mengutip Gus Dur dan Amien.
Dia juga berharap setelah meneliti dan menyelidiki semua aktivitas dan gagasan yang ditawarkan KBI, polisi akan berbalik arah dan mendukung mereka.
”Polisi adalah bagian dari masyarakat kita, juga menjadi korban kenaikan harga BBM. Saya optimis, setelah mereka menyelidiki dan mempelajari semua aktivitas kami dan alternatif yang kami tawarkan untuk menyelamatkan ekonomi negara lewat cara-cara yang bermartabat dan berdaulat, polisi akan balik mendukung kami,” urainya.
”Sudah sepantasnya sesama korban pemerintah yang tidak prorakyat bersatu,” sambungnya.
Jurubicara KBI Ibrahim G. Zakir kepada Rakyat Merdeka mengatakan, penggeledahan itu tak membuat pihaknya terindimidasi. KBI justru mempersilakan polisi meneliti dan menyelidiki semua aktivitas dan gagasan mereka mengenai jalan ekonomi baru yang lebih bermartabat dan prorakyat.
“Sudah jelas KBI berada di barisan terdepan menentang kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat, termasuk kenaikan harga BBM. Menurut hemat kami, kebijakan inilah yang telah memicu keresahan di tengah masyarakat, karena kehidupan masyarakat semakin berat,” katanya.
Sementara itu, kemarin siang Ketua Umum KBI Rizal Ramli yang juga dituding berada di balik kerusuhan demonstrasi tanggal 24 Juni akhirnya buka mulut.
Dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Bumikarsa, Bidakara, Jakarta Selatan, kemarin, Rizal mengatakan Badan Intelijen Negara (BIN) dan polisi tak punya alasan kuat untuk menangkap dirinya.
Menurut Rizal, pada saat demonstrasi terjadi dia sedang berada di tengah ribuan santri di Cirebon, untuk mempromosikan ”jalan baru” bagi Indonesia.
Kata Rizal, sikapnya cukup jelas. Pertama, dia menentang kenaikan harga BBM. Menurutnya, keputusan mencabut subsidi BBM adalah akal-akalan pemerintah. Masih banyak jalan yang dapat ditempuh untuk menyelamatkan APBN negara, ujarnya. KeduaRizal dirinya dan KBI yang dipimpinnya sama sekali tidak setuju dengan cara-cara kekerasan dalam menyatakan pendapat.
”KBI menentang kekerasan, baik yang dilakukan masyarakat, maupun yang dilakukan pemerintah,” katanya didampingi Jurubicara KBI Adhie Massardi dan Ibrahim G. Zakir.
Agresivitas sekelompok kecil demonstran di tanggal 24 Juni, masih kata Rizal, dipicu tindakan represif aparat keamanan sebelumnya. Tindakan aparat keamanan yang turut memperpanas suasana, menurut dia, antara lain seperti yang tampak saat polisi menyerang kampus Universitas Nasional (Unas) tanggal 24 Mei. Seorang mahasiswa Unas, Maftuh Fauzi, pekan lalu meninggal dunia akibat aksi kekerasan itu.
Setelah membantah tuduhan berada di balik demonstrasi di tanggal 24 Juni, Rizal mengatakan, satu-satunya demo yang diikutinya adalah di tanggal 20 Mei, bersamaan dengan peringatan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional. Dalam demonstrasi itu, Rizal dan ribuan demonstran juga sempat long march dari Bundaran HI menuju Istana Merdeka.
”Unjuk rasa ini berakhir damai, dan dijaga oleh Kapolres Jakarta Pusat yang sangat simpatik,” ujar Rizal lagi.
Pada bagian lain, Rizal mengatakan saat ini tengah terjadi upaya sistematis untuk memberikan stigma anarkis dan kekerasan terhadap gerakan demokrasi yang memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.
”Proses stigmatisasi tersebut dilakukan dengan menggunakan konsep dan kosa kata ala Orde Baru, seperti dalang mendalangi dan tunggang menunggangi. Juga penculikan,” demikian Rizal.
Sore harinya, di tempat yang sama, bekas presiden Gus Dur dan bekas ketua MPR Amien Rais menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh gerakan.
Menurut informasi yang diperoleh Rakyat Merdeka, dalam pertemuan itu Gus Dur dan Amien sepakat untuk mengawal perjalanan Pansus BBM.
Sebelum memasuki ruang pertemuan, Amien mengatakan bahwa minyak bumi yang begitu melimpah di negeri ini telah berubah menjadi kutukan.
Senada dengan Amien, Gus Dur mengatakan, permainan minyak di tanah air dikuasai segelintir mafia.
-
Pages
DON'T MISS IT!
2001 UZBEKISTAN 2003 NORTH KOREA 2003 SYRIA 2005 GERMANY 2005 TURKEY 2007 HAWAI'I AMERICAN ELECTION BERITA CATATAN CHATROOM FROM THE CORNERS ISLAM MODERAT JALAN BARU KALABENDU MALAM JAHANAM ON TRIAL PRESS FREEDOM PUISI RELEASE REVIEW REVIEW ON BOOKS REVIEW ON MOVIES RUMAH KACA SOEHARTO CORNER SUKARNO CORNER TOKOH WAWANCARA YouTube!-
Love Stories
- Hidayatullah.Com Membajak “Daftar Dosa Vatikan”
- Tari Perut Kok di Padang Rumput (Bukan Tari Telanjang)
- Detik-detik Menjelang Kematian Bung Karno
- Catatan tentang Pelanggaran HAM oleh A.S.
- Masih Ada yang Percaya Barack Obama Orang Islam
- Foto-foto yang Menjawab Misteri di Ruang Operasi
- Mengapa Bung Karno Tak Mau Memukul Soeharto
- Amrozy Cs Boleh Mati, Tetapi Mereka Masih Meninggalkan Misteri
- Hikayat Tongkat Musa
- SMS Ulang Tahun yang Kecepatan Satu Hari
- Carut Marut Krisis Global 2008
- Si Djanggo Dibawa Hujan
-
Recent Comments
On-Line Friends
- A. Supardi
- Adhie Ken Zidane
- Agung Nugroho
- Agus Mupla Santoso
- Agusti Anwar dari LA
- Amerika Kampungan
- Anggara
- Asep Manusia Biasa
- Barry
- Bayu Wicaksono
- Bisaku
- Blog Indonesia
- Catra “RangMudo”
- Dedy Ardiansyah
- Djoko Edhi S. Abdurrahman
- Ega Vedder
- Eling Handayani
- Ibu Sekjen SIF-Ind Alumni
- Iman Brotoseno
- Iman Brotoseno (2)
- Indonesian Good News
- Iwan Jakartaku
- Jarar Siahaan (BatakNews)
- Journalist’s Adventure
- Kapas Merah
- Lt. Watada
- Machmud Mubarok
- Muhammad AS Hikam
- Muhsin Labib
- Musa Kazhim
- Ninik Wafiroh
- Nirwan Syahputra
- PJV
- PJV: Politisi-Musisi
- Pramoedya Ananta Toer
- Raihan Lubis
- Ratri Istania
- Reza
- Rindu
- Rizal Icenk Gra Sumbawa Corner
- Robert Manurung (Ayo Merdeka)
- Sabbah about Palestine
- Sri Megawati
- Tuah a.k.a. Hujan
- wa3ad.org
- Yayat R Cipasang
Webs
-
Meta
Archives
- December 2008 (7)
- November 2008 (65)
- October 2008 (65)
- September 2008 (47)
- August 2008 (27)
- July 2008 (12)
- June 2008 (37)
- May 2008 (46)
- April 2008 (71)
- March 2008 (90)
- February 2008 (109)
- January 2008 (36)
- December 2007 (19)
- November 2007 (36)
- October 2007 (31)
- September 2007 (44)
- August 2007 (27)
- July 2007 (28)
- June 2007 (6)
- May 2007 (13)
- April 2007 (10)
- March 2007 (11)
- February 2007 (7)
- January 2007 (11)
- December 2006 (6)
- November 2006 (10)
- October 2006 (8)
- September 2006 (27)
- August 2006 (19)
- July 2006 (11)
- June 2006 (7)
- May 2006 (7)
- April 2006 (11)
- March 2006 (9)
- February 2006 (17)
- December 2005 (4)
- November 2005 (2)
- July 2005 (4)
- June 2005 (2)
- May 2005 (8)
- April 2005 (3)
- March 2005 (5)
- February 2005 (2)
- January 2005 (4)
- October 2004 (7)
- August 2004 (1)
- July 2004 (1)
- April 2004 (1)
- March 2004 (1)
- February 2004 (1)
- December 2003 (1)
- June 2003 (4)
- April 2003 (8)
- March 2003 (17)
- February 2003 (17)
- November 2002 (1)
- November 2001 (19)
- October 2001 (11)
- September 2001 (1)
- June 2001 (5)
- May 2001 (17)
- April 2001 (7)























No Comments
Leave a Comment
trackback address