Membongkar “Sumpah Pocong” Habib Rizieq
12 Jun 2008 29 Comments
in 2007 HAWAI'I, BERITA, CATATAN
APAKAH Habib Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam (FPI), menantang Gus Dur melakukan sumpah pocong untuk membuktikan siapa yang benar diantara mereka: Habib Rizieq yang meminta agar Ahmadiyah dibubarkan, atau Gus Dur yang membela Ahmadiyah.
Berita ini juga dimuat di www.myrmnews.com.
Cerita tentang Habib Rizieq menantang sumpah pocong berkembang kemarin siang (Selasa, 10/6) setelah Habib Rizieq bertemu dengan beberapa habib dan ulama pendukungnya di ruang tahanan Mapolda Metro Jaya.
Dalam pertemuan itu, Habib Rizieq antara lain menyampaikan keputusannya mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sudah ditandatanganinya. Dia juga memprotes penahanan atas dirinya yang dinilai tidak berdasar, dan semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya yang dinilai mengada-ada. Hal-hal di atas disampaikan Habib Rizieq secara tertulis-tangan dan diserahkan kepada para penjenguknya.
Hal lain yang dikatakan Habib Rizieq adalah keinginannya mengajak Gus Dur ber-mubahalah. Di satu sisi Gus Dur bersama istri dan anak-anaknya, dan di sisi lain Habib Rizieq bersama istri dan anak-anaknya.
Nah, kata mubahalah inilah yang diartikan oleh sebagian orang, termasuk beberapa tamu yang mengunjunginya, sebagai ajakan sumpah pocong. Dalam pembicaraan sehari-hari di tengah masyarakat, kata ini memang kerap diartikan sebagai sumpah pocong.
Benarkah mubahalah sama dengan sumpah pocong?
Mubahalah, dalam beberapa literatur diartikan sebagai ujian kebenaran melalui doa. Ia merupakan satu dari kaedah hukum yang disebut dalam Quran. Kaedah lain adalah qisas atau hukuman balasan sama, ta’zir, atau budi bicara hakim mengikut dua prinsip universal hukuman, diat atau bayaran ganti-rugi, li’an atau sumpah laknat, dan kaffarah atau penebusan dosa.
Salah satu ayat dalam Al Quran yang menyebut soal mubahalah ini adalah ayat 61 Surat Al Imran, yang berbunyi, ”Siapa yang membantahmu tentang kisah ‘Isa sesudah datang ilmu, maka katakanlah: “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita ber-mubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”
Kata mubahalah dalam ayat ini lebih tepat bila diartikan menguji kebenaran dan berharap petunjuk dari Allah SWT atas persoalan-persoalan pelik yang tak mudah dipecahkan. Termasuk, dalam ayat itu, berkaitan dengan Nabi Isa AS.
Entah mengapa, menurut penstudi Islam Muhammad Rusmadi, di kalangan masyarakat Islam Jawa Timur, kata mubahalah diartikan sebagai sumpah pocong. Padahal, kata pemimpin redaksi Tabloid Haji yang juga pimpinan Majelis Taklim dan Dzikir Pengantin Sakaratul Maut itu, minimal kata mubahalah dapat diartikan dengan ”perang doa.”
Dalam mubahalah, pihak-pihak yang berbeda pendapat, bertemu di satu tempat dan saling memanjatkan doa kepada Allah agar ”menimpakan laknat kepada salah satu dari dua pihak yang berdusta.”
Sementara dalam praktik mubahalah yang dikembangkan sementara kalangan masyarakat Islam di Jawa, pihak-pihak yang berbeda pendapat dikafani, umumnya di dalam masjid dan disaksikan jamaah, lantas bersumpah bahwa mereka tidak berdusta.
”Itu mungkin pengaruh dari keyakinan yang lebih dahulu ada dan berkembang di kalangan masyarakat lokal,” kata Rusmadi kepada myRMnews, Rabu malam (11/6).
Demikianlah, Habib Rizieq tak menyampaikan ajakan sumpah pocong kepada Gus Dur. Dia hanya mengajak Gus Dur ber-mubahalah mengenai status Ahmadiyah. Adalah pemaknaan secara awam bahwa mubahalah sama dengan sumpah pocong, yang kemudian melahirkan cerita tentang Habib Rizieq menantang Gus Dur sumpah pocong.
Wallahualam bi sawab.















Jun 13, 2008 @ 04:15:13
beda mubahalah dengan sumpah pocong jelas beda…..
Jun 13, 2008 @ 07:14:38
habib rizieq itu sebenarnya sudah dewasa belum sih? pake acara ngajakin sumpah pocong segala, lagian tuh orang yang ada diotaknya cuma kekerasan doang. apakah memerangi kezaliman harus dengan kekerasan? bukankah dalam islam kita boleh melakukan kekerasan kalo kita memang di kerasi.
lagian massa FPI mau aja ngikutin orang yang plin-plan kaya habib rizieq uang menarik kembali BAP padahal dia sendiri yang sudah nanda tanganin.
mendingan habib rizieq suruh cuci kaki, minum, susu, terus tidur dah. soalnya otaknya kaya bocah
Nov 30, 2009 @ 19:10:41
lu mungkin yang bocah ,,,jelas habib bener …otak lu kayak otak udang ,,,kl nulis jgan asbun gerti ga lu orang bezat….
Jan 14, 2010 @ 21:10:44
setuju bro,saya jg ga rela kalo habib rizieq di bilang blm dewasa alias kekanak2an.
Tapi saya akan sangat setuju kalo habib rizieq dapat gelatr HABIB SABLENG.
Setuju….?
tekan angka 1 bro.
HIDUP GUS DUR
Jun 14, 2008 @ 01:34:24
Semakin out of context dan kurang nalar. Ataukah mereka hidup dalam dimensi lain yang tidak bisa dipahami oleh orang Indonesia ?
Jun 14, 2008 @ 01:37:33
Mungkin kalau Hitler masih hidup, dia akan pindah ke Indonesia, karena di negara Pancasila ini fasisme bisa tumbuh subur.
btw aku minta izin nitip link mengenai Tragedi Sidoarjo, yang jauh lebih penting dibahas dan diurus daripada semua omomg kosong itu :
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/06/14/bertahan-hidup-di-zona-maut-lapindo/
terima kasih
Jun 14, 2008 @ 06:57:54
saya rasa, apa yang dilakukanoleh habib itu adalah puncak dari perbedaan pendapat dengan gusdur. tidak bisa dipungkiri bahwa selama ini gusdur lah yang selalu membuat ‘masalah’ dengan mainstream kaum muslimin pada umumnya.
dengan mubahalah itu, nanti akan menjadi nyata siapa yang benar dan siapa yang salah,dihadapan allah, karena allah sendiri yang memutuskan.
kalau dulu rosul muhammad mengajak mubahalah dengan pendeta yahudi untuk mengetahui keyakinan mana yang salah,apa yang dibawa muhammad atau yahudi
demiian juga sekarang, keyakinana ala habib atau gusdur yang benar. dan kita harus jujur, siapa saja nanti yang ‘kalah’, apara pengikutnya pun harus mengakui dan meninggalkannya dan mengikuti kebenaran.
dan yang lebih penting, ini sekaligus jawaban dari habib, ‘ini’ adalah bukan cara kkerasan yang selama ini dituduhkan kepadanya.
Jun 18, 2008 @ 03:38:32
Memang menurut pemahaman saya selama ini, pak GUR DUS (eh… kebalik, gus dur) kadangkali menjadi akar permasalahan dari beberapa kasus. Beliau ini sering melontarkan pemikiran-pemikiran dan pendapat yang tidak sejalan dengan orang kebanyakan (baca: normal).
Sebetulnya dia dapat dijadikan panutan dan dijadikan sebagai guru bangsa, sesuai dengan kapasitasnya yaitu sebagai tokoh besar. Bahkan bagi pengkut fanatiknya, beliau ini dijului sebagai wali (setidaknya oleh istrinya sendiri). Tapi justru kadang-kadang (baca : sering), bukanya menjadi guru yang dapat merangkul semua muridnya, malah justru berusaha supaya diantara muridnya terjadi perbedaan pendapat dan berkelahi. Contoh kongkrit dengan lingkup yang lebih kecil, beliau sebagai pendiri dan tokoh di PKB. Pada partai itu selalu terjadi konflik yang disebabkan dan sengaja diciptakan oleh sang ‘guru ‘ ini.
Gimana mau jadi guru bangsa, bahkan jadi guru PKB saja sering bikin ‘devide et impera’ dan politik belah bambu.
Belum lagi dalam mengurus partai, sang guru ini terkesan nepotan, bayangkan petinggi-petinggi di partai itu pasti ada hubungan kekeluargaan dengannya, kebanyakan dari mereka adalah keponakannya.
Maaf, komentar saya bukannya mengenai habib rizik, tapi mengenai gus dur. semoga dapat mencerahkan khususnya yang selama ini cinta mati terhadap gusdur (pejah gesang nderek gusdur).
Aug 08, 2008 @ 18:10:10
Org yg prcya gusdur tergolong org2 munafik,,ulama macam ap gusdur,,!Eh pembela gusdur yg bnci Hb Riziq.Sya bri tau y.Memg btl Islam tak melajarkan kekerasan contoh rosul memg bnr beliau px akhlak,beliau dludahi sm seorang kafir beliau sabar krna it hal pribadi namun kalau ada yg menghina Islam atau melecehkan islam Rasul pun siap berperang krna Islam Punya Allah..!
Jan 14, 2010 @ 21:14:25
Sedangkan Org2 yg prcya terhadap hasutan HABIB RIZIEQ tergolong org2 murtad,,habib macam apa RIZIEQ?,,!Eh pembela RIZIEQ yg bnci GUS DUR.Sya bri tau ya..
kok mau sih sampean di apusi Hb rizieq?
Sep 19, 2008 @ 09:24:56
yang salah itu aparat Pemerintah,..mereka itu semua banci,.mata duitan….kalau mereka mau bekerja dengan benar membrantas yang salah tentu saja orang2 habib riziq (FPI) tidak perlu susah payah turun untuk membubarkan ahmadiah,menutup tempat2 maksiat di bulan puasa dan lain sebagainya…bener nggak?,,Nah kalo Gusdur itu nggak usah diomongi lagi, dia memang selalu merasa yang paling benar, jelas-jelas Agama Islam di lecehkan,…kalau jaman nabi Muhammad dulu yg ngaku2 nabi besoknya tinggal nama kali…Nah skarang ahmadiyah ngaku2 ada nabi selain Muhammad dan mereka ngaku Islam pula…Kita bakar aja mereka Bro….
Sep 24, 2008 @ 07:38:05
mungkin ada teman – teman yang belum tahu kalau FPI itu melakukan sesuatu topengnya agama yaitu Islam namun dibalik itu semuanya adalah semata – mata demi uang, dimana Islam dijadikan senjata.
Contoh kasus: beberapa tahun yang lalu di suatu universitas swasta di daerah Grogol Jakarta barat ada mahasiswa yang punya masalah dengan anggota FPI. Kemudian FPI mendatangi kampus tersebut, singkat certia semuanya selesai damai namun buka dari kesadaran tapi dengan memberikan uang. Mungkin mahasiswa yang angkatan 98 keatas tahu kejadian tersebut. Justru terkadang FPI memalukan Islam itu sendiri (sepertinya kiblat mereka dalah kekerasan)
Nov 30, 2009 @ 19:13:51
eh lu ,,,,,jgn ngomong agama sebelum kau ….tau agama,,,,
Sep 25, 2008 @ 04:21:32
Sejak kehadirannya (tahun 1889), Ahmadiyah ditentang oleh sebagian besar ulama, mullah mainstream, mereka men-cap Ahmadiyah sebagai bukan Islam, bahkan di-cap kafir, sesat dan menyesatkan. Secara umum, mereka yang memusuhi Ahmadiyah itu tidak mengemukakan dalil dan hujah dari Alqur-aan dan Hadits Nabi Muhammad saw. Sebaliknya, Ahmadiyah dalam dakwahnya selalu menampilkan dalil dan bukti dari Alqur-aan dan Hadits, bahwa dia, Ahmadiyah itu adalah Muslim dan tidak menyimpang sedikit pun dari ajaran Islam. Dalam hal ini Ahmadiyah bukan saja menampilkan bukti-bukti tetapi siap diuji secara adil dan dengan itikad yang baik serta secara tulus ikhlas akan membuktikan di hadapan khalayak bahwa dia, Ahmadiyah itu tidak menyimpang sejengkal pun dari ajaran Alqur-aan dan Hadits.
Sebagai contohnya, ulama di Indonesia pun mengeluarkan fatwa men-cap Ahmadiyah sesat dan menyesatkan, tetapi fatwa tersebut tidak didukung dan tidak didasarkan pada dalil-dalil dan bukti menurut Alqur-aan dan Hadits. Lebih jauh lagi Ahmadiyah dituduh “meresahkan masyarakat” dan di-diskreditkan serta dipojokkan dari segala penjuru, ini pun tanpa dalil dan bukti serta fakta. Karena pada fakta kenyataannya dalam sejarah, Ahmadiyah itu tidak pernah melakukan sesuatu yang melawan hukum, tidak pernah merugikan pihak mana pun, Ahmadiyah tidak pernah mengambil hak-hak dari orang lain, apalagi untuk merugikan umat Islam.
Dalam menghadapi semua permusuhan itu Ahmadiyah selalu bersikap sabar dan tawakal, pasrah kepada Allah Yang Maha Esa, yang meyakini bahwa Ahmadiyah ini adalah didirikan dengan petunjuk dan dukungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga meyakini bahwa kebenaran ini tidak dapat dipadamkan oleh kekuatan duniawi apa pun, di mana sejarah akan membuktikan bahwa Ahmadiyah akan terus maju dan senantiasa akan berada di atas, insya Allah. Begitulah ceritera riwayat dari Jama’at-jama’at Ilahi itu di masa lalu dan di sepanjang masa. Para wali, orang-orang suci, Imam-imam Madzhab seperti Abu Hanifah, Ahmad bin Hanbal dan para sahabat, semuanya tidak lepas dari tuduhan pahit seperti itu.
Untuk melihat dan menguji kebenarannya Ahmadiyah itu tidaklah sulit, asalkan dilihat dengan hati dan kaca-mata yang bersih dan tetap berpegang pada tali Allah, selalu mengikuti nasihat Nabi Muhammad Rasulullah saw., untuk tidak meninggalkan Alqur-aan dan Sunnah Rasul. Tetapi tidak menilai Ahmadiyah itu dengan secara terburu-buru, belum apa-apa dengan hati yang sentiment sudah menanam rasa antipati lebih dahulu. Namun demikian, kalau di satu pihak Ahmadiyah itu dimusuhi dan dianggap merusak agama yang seolah-olah kehadirannya itu bertujuan untuk menghancurkan Islam –naudzu billahi min dzalik- maka tidak semuanya manusia di dunia ini berpikiran keruh dan berkaca mata kabur. Mereka manusia-manusia yang bersifat adil dan mau melihat Ahmadiyah itu dari sumbernya yang asli, apakah dengan mempelajari buku-buku dan literaturnya langsung, ataukah melihat dari tayangan MTA – Muslim Television Ahmadiyya – Internasional, atau membuka internet dan web-site tentang Ahmadiyah – http://www.alislam. org; http://www.ahmadiyy a.or.id., dll. atau bahkan dengan melalui mimpi-mimpi yang benar, ada ratusan ribu orang dalam satu tahunnya, orang-orang yang dengan hati yang ikhlas dan penuh rasa syukur mereka minta bai’at dan masuk ke dalam Jama’at Ahmadiyah. Dalam perayaan seabad Khilafat Ahmadiyah 1908-2008, ada 350.000 orang lebih, yang masuk dan ikut ke dalam Jama’at Ahmadiyah selama satu tahun terakhir ini, ada ratusan buah mesjid yang dibangun dan/atau yang diserahkan kepada Jama’at Ahmadiyah oleh warga dan ulama mereka yang sudah bai’at itu; Mesjid di Calgary, Canada adalah satu mesjid yang baru selesai dibangun dengan biaya Can$15 juta. Mereka ini adalah orang-orang yang sudah menyadari dan mengakui bahwa Ahmadiyah itu adalah benar-benar membela dan mendukung Islam, bahkan berjuang mati-matian untuk meng-Islamkan seluruh dunia, agar seluruh umat manusia berada di bawah bendera dan standard Nabi Muhammad, Rasulullah s.a.w. Demikianlah Ahmadiyah sekarang sudah berada di 189 negara di dunia dengan jumlah anggotanya hampir 200 juta orang.
Beberapa rujukan dari Kitab Suci Alqur-aan Allah SWT berfirman dalam Surah Yaa Siin:
Yaa hasratan ‘alaa ‘ibaadi maa yaa tiihim mir rasuulin illa kaanuu bihii yastahzi’uun. (36:30)
Ah, sayang bagi hamba-hamba- Ku! Tidak pernah datang kepada mereka seorang Rasul, melainkan mereka senantiasa mencemoohkannya.
Innamaa tundziru manit taba’adz dzikra wa khasyiyar rahmaana bil ghaibi fa basysyirhu bi
maghfiratinw wa ajrin kariim (36:11)
Engkau hanya dapat menasihati orang yang mengikuti Pemberi peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah dalam keadaan tidak tampak, maka berilah dia khabar suka tentang ampunan dan ganjaran yang mulia.
Di berbagai tempat di dalam Kitab Suci Alqur-aan, Allah Taala telah menerangkan tentang kehebatannya dari Sifat Dia Yang Ar-Rahmaan. Tentang arti dari Ar-Rahmaan itu adalah penyayang, pemurah, kasih sayang yang sedemikian, yang dilimpahkan, diberikan sebagai suatu kedermawanan dan kebaikan hati. Karena sifat-Nya inilah Dia itu, dengan tanpa membeda-bedakan apa agamanya atau suku bangsanya yaitu kepada setiap orang itu apakah ia termasuk pada suku bangsa apa saja, termasuk pada agama apa pun, Allah Taala itu melimpahkan kebaikan berdasarkan dari sifat-Nya ini, di mana setiap benda dan mahluk yang hidup semuanya memperoleh kebaikan ini. Allah Sendiri menyediakan kepada semua mahluk yang hidup apa saja yang mereka perlukan. Allah Taala menyediakan semuanya itu dengan tanpa diminta, dan tanpa usahanya dari pihak mereka. Kebaikan dari Tuhan ini yang Dia telah menerangkan dengan jelasnya bahwa keperluan dari semua mahluk hidup itu apa pun yang diperlukannya sesuai keadaan alamiahnya, Allah Taala menyediakan semuanya itu, baik keperluan yang bersifat duniawi dan jasmaninya maupun untuk keperluan spritualnya.
Kualitas Ar-Rahmaan dari Tuhan dalam kategori kebaikan kedua di mana kita dapat mengatakan tentang kedermawanan- Nya yang bersifat umum lainnya yakni rabbul’alamiin. Di dalam Surah Al-Faatihah disebutkan juga terminology dari Ar-Rahmaan, nama ar-Rahmaan di dalam Kitab Suci Alqur-aan adalah dikarenakan Dia itu telah menyediakan bagi setiap mahluk yang hidup dalam bentuk dan bagaimana pun rupanya apa yang hidup ini, kemampuan dan kekuatan apa pun yang diperlukan dan bentuk bagaimana pun yang diperlukan serta apa saja yang diperlukannya, Allah Taala menyediakannya untuknya. Kemudian untuk kehidupannya dan kelanjutan hidupnya mereka pun mempunyainya, disediakan oleh-Nya untuk burung-burung sesuai apa yang diperlukannya dan hewan ternak apa yang diperlukannya serta untuk manusia sesuai dengan apa yang diperlukannya. Bukan saja itu, bahwa ribuan tahun sebelumnya penciptaan dari mereka ini, dikarenakan oleh sifat Rahmaan-Nya itu Dia telah menciptakan bintang planet dan cakrawala cosmos.
Jadi, ini membuktikan bahwa sifat Rahmaan dari Tuhan itu tidaklah tergantung pada usaha-usaha orang, tetapi hal itu adalah semata-mata kemurahan yang dasar pondasinya sudah diletakkan sebelumnya penciptaan dari benda-benda tersebut. Tetapi orang, manusia itu mendapatkan bagian terbesar dari karunia sifat Allah Yang Rahmaan itu karena segala sesuatu benda lainnya itu mengorbankan dan mendedikasikan dirinya untuk keperluan manusia-manusia. Oleh karena itu kepada orang sudah diingatkan bahwa Tuhannya itu adalah Tuhan Yang Rahmaan. Ini adalah satu kebaikan besar bahwa seorang manusia itu yang kepadanya telah diberikan kesadaran dan intelligent, yang disebut sebagai mahluk yang paling tinggi kedudukannya, paling istimewa, paling tinggi di antara semua ciptaan itu. Oleh karena itu seyogianya orang ini haruslah bersyukur kepada Tuhan dan menyembah kepada-Nya. Tetapi pada kenyataannya mayoritas terbesar dari orang-orang itu berjalan pada arah jurusan yang berlawanan. Kebanyakan dari mereka tidak mengingat dan mengenal kepada Tuhan mereka. Mereka itu memang mengambil manfaat dari kebaikan dan kedermawan-Nya Tuhan, tetapi mereka, orang ini melupakan Dia. Dengan sifatnya Yang Rahmaan-Nya itu, Allah Taala mengutus Nabi ke dunia, yang memberikan kabar suka kepada orang-orang dan untuk memperingatkan kepada mereka. Nabi juga membimbing orang-orang ini dengan petunjuk yang diterima dari Tuhan, yaitu untuk melakukan amal baik, tetapi kebanyakan dari orang-orang itu tidak membuat dirinya bersedia untuk mengadakan reformasi. Para Nabi Allah ini merasakan kekhawatirannya akan apa yang terjadi pada orang-orang ini, dan Nabi ini merasa sangat-sangat khawatir. Kekawatiran mendalam seperti yang dirasakan oleh Y.M. Nabi Muhammad Rasulullah s.a.w. dalam Islam itu sehingga Allah Taala harus memfirmankan:
Fa la’allaka baakhi’un nafsaka ‘alaa aatsaarihim il lam yu’minuu bi haadzal hadiitsi asafaa
Surah Al Kahfi (1 ayat 6 :
Maka boleh jadi engkau itu membinasakan dirimu karena merasa sangat berdukacita atas kelakuan mereka yang menyimpang, jika mereka itu tidak beriman pada jalan/keterangan dari Alqur-aan ini.
Dan
La’allakaa baakhi’un nafsaka allaa yakuunuu mu’miniin. Surah Asy-Syu’araa’ (26) ayat 3:
Boleh jadi engkau (Nabi Allah) karena berdukacita itu sampai hendak membinasakan dirimu karena mereka itu tidak mau beriman.
Tanggal 27 Mei 1908 merupakan hari bersejarah ketika Allah s.w.t. menganugrahkan kepada Jama’at Ahmadiyah yang didirikan oleh Al-Masih Yang Dijanjikan sebuah karunia berupa sistem Khilafat yang akan menjadi sarana pencapaian kemenangan dan keberhasilan bagi kejayaan Islam. Hari ini ganjaran Ilahi tersebut telah berusia 100 tahun. Tuhan menjadi saksi di mana kita dengan sujud syukur mengakui kalau setiap hari dari masa 100 tahun itu menjadi bukti bagaimana Khilafat Ahmadiyah telah menjadikan Islam cemerlang dan jaya secara global sehingga keseluruhannya bisa dianggap sebagai suatu mukjizat hidup yang berkesinambungan.
Berkat Khilafat Ahmadiyah, kisah kemenangan Islam yang menyejukkan dan menggugah hati demikian agungnya sehingga pena sulit mencatatnya dan kata-kata terasa kelu mengukirnya. Sesungguhnya benih khidmat dan pengembangan Islam yang ditanam oleh tangan suci Masih Mau’ud a.s. sekarang ini telah berkembang menjadi sebuah pohon besar dalam naungan Khilafat Ahmadiyah. Seperti juga Kalimah Shahadat, akar pohon ini tertanam kuat di segala penjuru dunia dan dahan-dahannya mengisi alam semesta. Pembentukan missi di luar India bermula dalam era Khilafat Ahmadiyah dan sekarang berkat rahmat Allah s.w.t. di 190 negeri telah terbentuk Jama’at Ahmadiyah. Konvoi yang dimulai dengan 40 orang penganut, sekarang telah mencapai hampir 200 juta orang dan masih meningkat terus. Suara yang dikumandangkan dari kota kecil Qadian sekarang telah bergema di seluruh pelosok dunia. Allah s.w.t. meridhai suara ini dengan kebesaran dan penerimaan manusia dimana karena melihat kejernihan dan manfaatnya maka para intelektual di penjuru dunia terjauh pun mau mendengarkannya dengan tekun dan mengakui kebenarannya.
Sungguh, dalam naungan Khilafat, gerakan Jama’at Ahmadiyah bisa mencapai keberhasilan global dimana tidak ada bagian dari dunia ini yang kalis dari berkatnya. Kita bisa mengatakan secara harfiah tanpa ada yang bisa menyangkal bahwa matahari tidak pernah terbenam di dunia lingkungan Ahmadiyah. Adalah suatu kenyataan bahwa pada setiap saat dan di setiap tempat, Allah s.w.t. menyinarkan matahari pertolongan- Nya dan kemenangan terus menerus bersinar di dunia Ahmadiyah dan dalam naungan keberhasilan Ilahi ini maka fajar kemenangan global dari Islam telah bertambah cerah dari waktu ke waktu.
Bersamaan dengan pengembangan jaringan sentra-sentra penyebaran Islam di bawah bmbingan Khilafat Ahmadiyah, publikasi dari literatur dalam berbagai bahasa di dunia sudah menjadi suatu keberhasilan tersendiri. Di bidang literatur yang paling menonjol adalah terjemah kitab suci Alqur-aan. Apakah bukan suatu mukjizat bahwa dalam waktu beberapa tahun dari masa Khilafat Ahmadiyah keempat, Jama’at ini telah sanggup mempersembahkan terjemah Al-Quran dalam bahasa-bahasa dunia dua kali lebih banyak dari jumlah yang dilakukan umat Muslim lainnya selama 300 tahun yang silam? Berbagai pilihan ayat Al-Quran, Hadith dan nukilan tulisan Masih Maud a.s. telah diterbitkan dalam lebih dari seratus bahasa. Literatur Islam dipublikasikan dan diedarkan dalam jumlah luar biasa banyaknya. Skema `ekshibisi buku’ yang ekstensif mempunyai peran penting dalam penyebaran Islam.
Kemashuran Jama’at Ahmadiyah antara lain dikenal melalui pembangunan mesjid-mesjid di seluruh pelosok dunia. Komunitas ini telah membangun ribuan mesjid. Aplikasi dari ajaran Islam dalam bentuk pendirian lembaga pendidikan dan kesehatan di Afrika Timur dan Barat berikut jasa pelayanan masyarakat yang diberikan telah memenangkan hati orang-orang di daerah itu kepada Islam. Di zaman penjarahan dan perampokan di daerah tersebut seperti sekarang ini, Jama’at Ahmadiyah berkesempatan memberikan kepada mereka akomodasi bagi para yatim dan janda melalui proyek perumahan `Baiyut-ul Hamd.’
Jama’at Ahmadiyah selalu memegang peran teladan dan terdepan dalam upaya pertahanan kehormatan dan nama baik Islam. Sepanjang menyangkut pengurbanan bagi kejayaan dan kemajuan Islam, setiap bagian dari masa sejarah Jama’at ini penuh dengan segala peristiwa yang menggugah hati.
Jama’at ini benar-benar memberikan pengurbanan nyawa, waktu dan kehormatan bagi penyebaran Islam, dimana semua pengurbanan itu telah mengingatkan kita pada ingatan tentang para Sahabat di masa lalu. Siapa yang tidak mencintai nyawanya sendiri? Mengabdikan nyawa yang demikian berharga ini bagi kejayaan Islam, mempersembahkan anak-anak yang belum dilahirkan sebagai wakaf bagi pengembangan Islam, hijrah dari negeri sendiri dalam rangka penyebaran agama dan ada yang sampai harus menyerahkan nyawa dan terkubur di tanah asing, digebuki sampai mati karena berani mengucapkan Kalimah Tayyibah, mengenakan belenggu dan menciuminya dengan kasih, dipenjarakan karena kecintaan kepada Islam serta menghabiskan umur bertahun-tahun dalam sel penjara yang gelap, memikul derita dan menyerahkan nyawa dan dengan itu menulis kisah pengabdian dengan darahnya sendiri, semua ini merupakan manifestasi dari bentuk pengabdian tersebut.
Singkat kata, tidak ada cabang apa pun di jalan menuju kemajuan Islam dimana Jama’at Ahmadiyah tidak ikut berperan. Di semua tahapan dari jalan itu akan selalu ditemui jejak kaki semangat para Ahmadi yang memandang Islam sebagai suatu hal yang lebih berharga dari nyawanya sendiri. Allah s.w.t. berkenan mengaruniakan kehormatan dan privilege ini kepada para Ahmadi karena pada saat ini di muka bumi ini hanya mereka itu saja komunitas yang memiliki fondasi yang amat kuat berkat naungan seorang Imam mulia yang dipatuhi sepenuhnya.
Ini adalah satu-satunya Jama’at yang mendapat bantuan Tuhan karena diberkati dengan Khilafat, dimana mereka memahami benar kapan saatnya bangkit karena suara pemimpin ruhani mereka dan kapan saatnya duduk dalam perintahnya. Sesungguhnya inilah komunitas dimana kecintaan seorang Imam bagi anggota Jama’atnya lebih besar dari kecintaan ibu mereka sendiri. Semua anggota Jama’at menghormati Imam mereka. Berkat dari Khilafat yang terpusat di satu tangan telah menghasilkan mukjizat ini dimana puluhan juta Ahmadi telah memberikan kinerja luhur dalam pelayanan dan penyebaran Islam, dimana umat lainnya yang menyebut dirinya Muslim tidak sanggup melakukannya. Yang menjadi dasar dari semua itu tidak lain adalah karena Allah s.w.t. berkenan menganugrahkan berkat Khilafat kepada Jama’at Ahmadiyah. Adalah suatu kenyataan bahwa kesempatan untuk berjuang dan berkurban demi Islam juga erat berkaitan dengan Khilafat.
Hadhrat Khalifatul Masih II menyatakan bahwa: `Perhatikanlah, kita telah menyebarkan Islam ke seluruh pelosok dunia, tetapi apakah kalian pernah merenungkan bagaimana penyebaran itu bisa terjadi? Disini ada sebuah sentra dimana mereka yang mencintai Islam dalam hatinya bisa berkumpul dan secara bersama berjuang demi kejayaan dan kebangkitan kembali Islam. Kelihatannya hanya segelintir manusia namun nyatanya mereka memiliki kekuatan luar biasa, dimana mereka berhasil melaksanakan tugas-tugas besar yang signifikan. Sebagaimana juga air hujan turun dari langit dalam bentuk tetesan-tetesan, dan tetesan itu menjadi kucuran yang kemudian menjadi sungai, begitu pula kita memperoleh peningkatan dalam kekuatan dan kehormatan. Dasar pertimbangan dari semua itu hanya karena Allah s.w.t. telah menganugrahkan kepada kalian berkat Khilafat.’
Beliau juga menyatakan: `Islam tidak akan mungkin berkembang kecuali dengan adanya Khilafat. Sepanjang sejarahnya Islam maju karena Khilafat dan di masa depan pun juga akan maju melalui sarana ini.’
Selama masa Khilafat kedua muncul gangguan di mana Kelompok Ahrar secara nasional mulai menggerakan upaya eliminasi Jama’at. Guncangan karena pemisahan India – Pakistan telah memaksa Jama’at hijrah dari sentra permanennya dan mendirikan sentra baru di Rabwah. Komunitas ini baru saja menjejakkan
kaki ketika pada tahun 1953 muncul pergolakan nasional menentang Jama’at. Partai Haqiqat Pasand memanfaatkan situasi itu dan secara internal mencoba memecah belah dan menyesatkan komunitas. Semua kegalauan itu muncul silih berganti, namun setiap kali berbenturan dengan batu karang yang bernama Khilafat, semuanya pecah berantakan. Kelompok Ahrar limbung dan rencana kotor para munafik pun dimusnahkan.
Tangan Tuhan yang Maha Perkasa telah memberikan kemenangan dan kemajuan kepada Islam melalui Khilafat. Dalam era Khilafat ketiga dalam kegalauan tahun 1974, kembali para musuh mencoba dengan segala daya untuk memusnahkan komunitas ini, tetapi sebagaimana biasanya mereka pun gagal dan dipermalukan. Banyak sekali para Ahmadi yang beruntung menjadi sahid, harta benda mereka dijarah, rumah mereka dibakar namun tidak ada yang mampu merampas keteguhan hati mereka atau menghapus senyum dari wajah mereka.
Di awal masa Khilafat keempat, musuh-musuh Jama’at karena terpana melihat personalitas karismatik dari Khalifah saat itu, lalu meningkatkan usaha perlawanan mereka sampai ke puncaknya dalam bentuk diterbitkannya ordonansi XX/1984 yang mengkafirkan Jama’at Ahmadiyah. Akibat dari ini adalah hilangnya nyawa beberapa orang saleh yang disahidkan serta masih banyak lagi tawanan di jalan Allah yang terkurung dalam kegelapan sel penjara. Namun Tuhan menjadi saksi bahwa matahari kemenangan yang muncul di ufuk Ahmadiyah telah memeterai upaya para musuh itu dengan kegagalan. Allah yang Maha Kuasa telah meniup lenyap mereka yang demikian nekadnya berusaha memupus Jama’at. Dimana sekarang keberadaan tirani yang menganggap dirinya demikian kuasa yang mengatakan bahwa para Ahmadi akan dibuat menjadi pengemis dengan mangkuk mengemisnya? Kemanakah perginya tirani yang mengikuti jejak Firaun yang telah menyatakan akan memupus kanker yang katanya bernama Jama’at Ahmadiyah itu?
Perhatikan bagaimana Tuhan kita telah memusnahkan musuh-musuh Islam ini dari muka bumi. Doa dari para pemuka kebenaran, para Khalifah Ahmadiyah telah menghancurkan keangkuhan tirani itu. Yang satu bisa dilihat tergantung mati di tiang gantungan, Juli 1979, sedangkan yang lainnya tubuhnya lumat menjadi debu yang tersebar di padang pasir dalam pesawat canggih Hercules Pak-One, Rabu, 17-8-1988. Demikian itulah selalu nasib dari para musuh Jama’at di setiap masa dan takdir masa depan mereka juga tidak akan jauh berbeda. Kemenangan satu per satu telah menunggu Jama’at Ahmadiyah di bawah berkat naungan dari Khilafat dan para musuh kita ditakdirkan untuk selalu gagal.
Dengarkan wujud yang bicaranya ditopang oleh Tuhan, wujud yang dilindungi oleh-Nya, wujud yang dipilih sebagai penjaga bahtera Islam serta imam dari para mukminin zaman ini. Dengar dan perhatikan apa yang dikatakannya. Imam kita yang tercinta, Hadhrat Khalifatul Masih IV berkata: `Kita akan menghadapi berbagai perlawanan pasti di masa depan, tidak ada keraguan mengenai hal itu sama sekali karena sudah menjadi takdir dari Jama’at bahwa kita semua akan menghadapi berbagai kesulitan untuk bisa menapaki tingkat-tingkat kemajuan. Adalah kesulitan-kesulitan tersebut yang akan menjadi pelengkap Jama’at sepanjang umurnya. Setelah perlawanan yang sekarang, akan ada lagi perlawanan yang lebih dahsyat dimana aku melihat bahwa masalahnya tidak lagi berkaitan dengan hanya satu atau dua pemerintahan saja. Banyak pemerintahan kuat akan bergabung merencanakan pemusnahan Jama’at ini. Tambah besar konspirasinya akan tambah besar pula tingkat kegagalan mereka.
Para Khalifah yang terdahulu telah memberikan semangat kepada para Khalifah masa depan dan memberitahukan kepada mereka agar menempatkan keyakinan mereka kepada Tuhan semata serta tidak usah takut kepada semua musuh. Demi Allah, para Khalifah di masa depan pun akan selalu tetap berani dan bersabar serta bersiteguh seperti yang telah aku lakukan dan tidak akan merasa takut kepada kekuatan apa pun di dunia ini. Tuhan yang telah memupus para musuh rendahan di masa lalu, juga akan menghancurkan kekuasaan yang lebih besar dan lebih kuat serta akan menghapuskan mereka dari muka bumi.
Jama’at Ahmadiyah sendiri tetap akan menapaki setingkat demi setingkat jenjang ke arah kemenangan. Tidak ada kekuatan dunia yang akan mampu merubah takdir ini dengan cara apa pun. Insya Allah.
Sesuai dengan janji Tuhan, diletakkan kembali fondasi bagi kebangkitan kembali Islam di akhir zaman melalui seorang mujadid Ilahi. Allah s.w.t. telah mengutus Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. dari Qadian sebagai Manifestasi Kedua dari sosok Hadhrat Rasulullah s.a.w. dan menetapkannya sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih Yang Dijanjikan, yang tujuan kedatangannya adalah untuk membangkitkan kembali Islam, menegakkan syariah dan menyelesaikan tugas penyebaran Islam sampai pada tahap kemenangannya. Semua para wali, orang-orang suci dan penafsir Al-Quran sepakat berkaitan dengan ayat: `Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar supaya Dia memenangkannya atas agama-agama lain seluruhnya walau pun orang-orang musyrik tidak menyukai hal itu.’, bahwa kemenangan Islam di atas semua agama lainnya akan dimanifestasikan dalam segala kecemerlangannya dalam masa Imam Zaman ini.
Surat At-Taubah -9- ayat 32:
Huwal ladzii arsala rasuulahuu bil hudaa wa diinil haqqi li yuzh-hirahuu ‘alad diini kullihii wa lau karihal musyrikuun.
Dia-lah yang mengirimkan Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang hak supaya Dia meng-unggulkannya (menjadikannya agama yang hak ini dominant) di atas semua agama, walaupun orang yang musyrik tidak menyukainya.
Sep 25, 2008 @ 19:17:34
MUNARMAN, FPI BUKAN ISLAM
Jul 08, 2009 @ 06:34:24
cm mo koment tentang Rakyat indonesia yang mengomentar habib Riziq………………………………………
Cm mo bilang Makana NGAJI……………………
klo mo Islam lebih dalam………………………..
pke Habib Riziq dicemoh mohinn…………………..
Jan 23, 2010 @ 22:03:04
Kalo begitu pesan saya tolong habib rizieq di ajari ngaji. biar lebih tau kalo islam itu suka perdamaian.
Sep 27, 2009 @ 15:42:22
kita jg asal menyalahkan tp kita harus objektif dlm meliat masalah dan membantu apa yg diperjuangkan oleh FPI krn sy yakin dan sy bisa menjamin bahwa perjuan habib dan teman teaman fpi untu kebaikan bangsa
Nov 30, 2009 @ 19:15:07
betul boz….amar ma”ruf nahi mungkar
Jan 14, 2010 @ 21:17:40
Lho..? apa ga kebalikannya?
Justru apa yang di lakukan oleh Habib Jenggot Panjang malah mengancam keutuhan NKRI.
Jan 25, 2010 @ 01:50:30
q heran apa hubungannya NKRI sama ptilaku hedonisme orang indinesia ya, kok klo ada orang negur bangsanya untuk tdk bermksiat sama Allah djadikan mengancam NKRI, sy kira semua agama dan kebudayaan rdk se 7 dgn hedonisme…. atau rakyat kta lupa malna pancasila sila ke 1? BC KITAB SUCINYA MASING2, PELACURAN, GAUL BEBAS, N KONCO2NYA KAGAK DIRIDHOIN sm smua kitab…..kg masih benci sm orang yg ingin mencegah kerusakan… klo gt ya udah rusak aja…mau hamil duluan, mabok2an, trlanjang ala playboy atau nudis d pasar2,jd nabi br ataupun berjamah dg segala pendapat2 nyeleneh….silakan…monggo lakonE, wong HR kalian tdk akan tenang dengan apa yang namanya KEBEBASAN
Feb 12, 2010 @ 16:30:20
seorang habib harusnya bisa lebih arif berjiwa tulus ga kayak bos preman g2 emang lu sape dan catatan penting jangan mengatas namakan agama untuk kelakuan preman kya g2 kasian yang jadi korban..bwat aparat jangan takut nd harus lebih tegas lg klo perlu bubarkan saja …hidup INDONESIA
Apr 30, 2010 @ 15:12:39
gusdur lebih menghargai umat lain (pluralisme), dan habib risieq tidak pernah menghargai umat lain!
apa bedanya dengan yahudi, yang menganggap kaumnya paling suci….hargailah mereka yang punya kepercayaan masing….
kalian yang menghujat yahudi, tidak beda prinsipnya edengan yahudi…..
May 03, 2010 @ 00:58:40
umat muslim yg menghargai umat lain (selain islam) sama dengan menghargai kemurtadan.
jika anda muslim dan tidak menganggap islam suci maka anda telah lepas dari iman dan islam alias murtad sejak April 30, 2010 at 3:12 pm.
tetapi jika anda non-muslim, yah terserah anda mau bilang apa juga, soalnya pada hakikatnya semua agama selain islam adalah sama aja..sama-sama ngaco!
di akhir zaman ini Islam sudah tinggal namanya saja, jadi wajar saja jika seorang Habib Rizieq dicemooh toh muslim2nya juga pada bodoh..tidak brbeda sprti prjuangan Rasul Saw dahulu, bukan hanya dicemooh oleh kafirin bahkan oleh muslim pun dicemooh.
Apakah kalian tidak pada tahu apa itu makna gelar habib? Dan bagaimana kedudukan habib dimata islam? jika tidak tahu berarti anda BODOH!
May 14, 2010 @ 18:13:32
“Umat muslim yg menghargai umat lain (selain islam) sama dengan menghargai kemurtadan”
Menghargai dalam hal apa maksudnya nih Bos???
Klo gw bilang gini gimana, banyak koq umat muslim yg bekerja diperusahaan milik umat non muslim, klo gitu suruh dong mereka pada resign dari perusahaan itu..terus lo yg biayain hidup mereka jangan menghujat-hujat agamanya dan orangnya tapi soal kerjaanya mau…
Bukankah habib itu manusia juga bos???
May 03, 2010 @ 16:27:18
yang jelas kita bisa lihat yang mendukung rizieq adalah orang2 yang menginginkan Indonesia bersih dari maksiat , sedangkan mereka yang mendukung “gusdur” adlah para pencinta maksiat…wkkkkkkkkk…
May 10, 2010 @ 02:18:16
iya, orang yang mendukung Habib Rizieq adalah mereka yang mendukung Indonesia jauh dari kemaksiatan dan kemungkaran.
Dan mereka yg mencemooh Habib dan perjuangannya adalah yang mendukung kemaksiatan, doyan mabok..doyan kebebasan..HAM..HAM..HAM..katanyaa.
Jgn salahin kami kalo ntar ada misionaris atau siapapun itu yg berani melecehkan ISLAM dgn membuat ajaran sesat ada yang mokad, itu kan hak kalian berbuat kayak gitu dengan perlindungan dari HAM..jadi kami mau pake dalil HAM untuk kebebasan membacok org2 kayak gitu..
May 07, 2010 @ 18:43:24
barangsiapa yg mendiskreditkan agama lain, akan menerima akibatnya di pengadilan terakhir…
Jun 08, 2010 @ 11:24:09
UDAH SURUH AJA SI “BRISIEK” DAN KONCO2X PERGI JIHAD KE PALESTINA ITUNG2 NGURANG2X IN PERUSUH
PS: 1. OH YA BAWA JUGA SKALIAN SI AKI2X “ABU BAKAR BAASHIEEET” MAYAN JADI SASARAN PELURU PERTAMA ISRAEL WEKEKKEKE…
2. ORANG2X YANG BERJIHAD OTOMATIS DICABUT KE WNI AN NYA SO KALO MAMPUS TANGGUNG SENDIRI….
3.ONGKOS DITANGGUNG SENDIRI DUOONK MASA PEMERINTAH LAGEEE YANG NGASIH….